Semarang, JurnalPost.com – Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor peternakan rakyat melalui pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang pada Kamis, 12 Februari 2026. Bertempat di Balai Desa Kadirejo, kegiatan yang berfokus pada penguatan kapasitas peternak ini dihadiri oleh sekitar 100 anggota kelompok ternak, perangkat desa serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang hadir mewakili Dinas terkait.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Sekretaris Desa Kadirejo yang menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi Universitas Diponegoro dalam mendampingi warga, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Ketua Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro yang menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi di lapangan.
Beberapa materi disampaikan tim dosen dalam kegiatan ini salah satunya terkait tema “Upaya Meminimalkan Stres Panas pada Unggas di Desa Kadirejo”. Fokus utama diskusi ini adalah mencari solusi terkait kondisi lingkungan yang kerap kali menyebabkan stress panas (heat stress) pada unggas, sehingga menurunkan produksi telur dan kesehatan unggas di wilayah Kadirejo.
Penyampaian materi dilakukan secara kolaboratif oleh Dr. Dra. R.R. Endang Widiastuti RK, M.Si, Prof. Dr. Dra. Turrini Yudiarti, M.Sc dan Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si, yang membedah secara teknis bagaimana suhu tinggi dapat mengganggu metabolisme unggas, khusunya pada ayam Arab yang banyak dipelihara peternak di Desa Kadirejo. Dalam paparannya, tim dosen menekankan bahwa mitigasi stress panas bukan sekedar urusan teknis kandang, melainkan implementasi kesejahteraan hewan (animal welfare) yang mendukung pencapaian SDGs Goal 2, terkait pertanian berkelanjutan. Dr. Dra. R.R. Endang Widiastuti RK, M.Si menjelaskan bahwa ayam yang bebas dari cekaman panas akan memiliki efisiensi pakan yang lebih baik dan daya tahan tubuh lebih kuat.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga Solusi praktis seperti pengaturan ventilasi, kepadatan kandang hingga manipulasi nutrisi air minum. Yang terpenting, kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja. Pendampingan berkelanjutan akan terus dilakukan oleh kolaborasi dosen dan mahasiswa Departemen Peternakan, Universitas Diponegoro untuk memastikan peternak benar-benar mampu mengadopsi teknologi ini secara mandiri di lapangan,”, tegas Dr. Dra. R.R. Endang Widiastuti RK, M.Si.
Kehadiran tim akademisi ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Bapak Samsudin, salah satu perwakilan peternak, menyampaikan rasa syukurnnya atas edukasi yang diberikan.
“Selam aini kami sering merugi saat cuaca panas karena ayam banyak yang mati atau tidak mau bertelur. Dengan adanya bimbingan langsung dari dosen, kami merasa lebih tenang karena ada tempat untuk berkonsultasi jika muncul masalah di kandang. Kami sangat berharap pendampingan rutin ini bisa terus berjalan,” ungkapnya.
Melalui komitmen jangka panjang ini, Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro berharap Desa Kadirejo dapat menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan unggas khususnya ayam Arab yang berbasis kesejahteraan ternak dan ketahanan pangan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda