JURNALPOST.COM - Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK akan dilaksanakan pada Senin (4/4). Banyak pihak yang mengkhawatirkan kemungkinan adanya kebocoran soal Ujian Nasional (UN), baik yang menggunakan sistem manual dengan menggunakan kertas maupun yang menggunakan sistem Komputer (UNKB/CBT) sudah diantisipasi agar tidak terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel, Sidik Salam, pun menjamin kerahasiaan soal UN yang didistribusikan di wilayah Sulsel.
"Sistem distribusi, mulai dari Pusat, Provinsi, hingga ke Kabupaten/Kota sudah dibuat untuk mengantisipasi kebocoran soal, sehingga kami yakin kerahasiaan soal terjamin," kata Sidik, kemarin.
Mulai dari proses pencetakan hingga distribusi, lanjutnya, dalam setiap tahapan pergerakannya, berkas soal selalu diikuti oleh petugas pengamanan.
Soal ujian untuk kabupaten/kota se-Sulsel sudah tiba sejak 23 Maret lalu, dan dikawal oleh pihak Polda. Soal kemudian dibawa ke gudang Parumpang dan dijaga oleh enam personil polisi. Selain pihak kepolisian, pengawasan juga melibatkan Disdik, dan pihak percetakan.
Sidik menjelaskan, sesampainya di Kabupaten/Kota, soal diterima oleh pihak Disdik yang didampingi oleh Polres setempat. Kemudian, berkas soal disimpan di Polres hingga waktu pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Selain itu, antisipasi lain juga telah disiapkan secara nasional yaitu dengan mencetak lima paket soal.
"Dengan lima paket soal, orang-orang yang berniat jahat akan mengalami kesulitan," ujarnya.
Sementara untuk ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT), Sidik yakin sistem ini lebih aman dari pada ujian kertas. Hal ini karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mengakses soal tersebut. Pihaknya juga dikatakannya telah menyiapkan petugas keamanan untuk menjaga server.
Terpisah, Sekretaris Disdik Sulsel, Salam Soba, yang juga sebagai ketua pelaksana UN untuk Provinsi Sulsel, mengatakan, perangkat untuk pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK/CBT) merupakan salah satu persiapan yang terus dimantapkan oleh pihaknya.
Salam menjelaskan, dari simulasi yang sudah dilakukan pada sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan SMP se-Sulsel yang akan melaksanakan UNBK, masalah listrik, jaringan, dan perangkat komputer, masih menjadi hal yang persiapannya terus dimantapkan.
Untuk persoalan ini, pihak Disdik Sulsel mengaku sudah menyurati semua daerah agar mempersiapkan segala kebutuhan.
"Semua sekolah wajib menyediakan genset/generator. Kita sudah surati sekolah, termasuk segera berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk jaminan jaringan dan pasokan listrik selama UN berlangsung," ujarnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda