Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Diplomasi Pemuda Indonesia-China Menguat dalam Pekan Pendidikan China-ASEAN 2026

Diplomasi Pemuda Indonesia-China Menguat dalam Pekan Pendidikan China-ASEAN 2026

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Agustus 2026, 18.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
China-ASEAN 2026
Foto yang diabadikan pada 30 Juli 2026 ini menunjukkan Irene M. Han, wakil duta besar Republik Indonesia untuk China, berpidato pada sebuah sesi dalam 2026 China-ASEAN Education Week yang digelar di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua)
GUIYANG, JurnalPost.com – Peran generasi muda dalam memperkuat hubungan Indonesia, China, dan negara-negara ASEAN menjadi salah satu pembahasan utama dalam Pekan Pendidikan China-ASEAN atau China-ASEAN Education Week 2026 yang digelar di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forum Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 diselenggarakan pada 30 Juli 2026. Forum yang diinisiasi Universitas Tsinghua sebagai subforum utama kepemudaan itu mempertemukan utusan diplomatik negara-negara ASEAN di China, akademisi, pakar perguruan tinggi, dan mahasiswa. Para peserta mendiskusikan sejumlah isu strategis, mulai dari pendidikan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kerja sama antarmasyarakat lintas negara, hingga kontribusi generasi muda dalam menghadapi perubahan global.

Wakil Duta Besar RI Sampaikan Pidato Utama

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Irene M. Han, hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam forum tersebut. Pada sesi tanya jawab, Irene berdialog dengan Brillin Yapply, mahasiswi magister asal Surabaya yang tengah menempuh pendidikan Politik dan Kebijakan Luar Negeri China di Universitas Tsinghua. Mahasiswi berusia 23 tahun tersebut mengajukan pertanyaan mengenai peran program pertukaran pemuda dalam hubungan bilateral Indonesia-China. Ia juga meminta pandangan Irene mengenai langkah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk terlibat dalam kerja sama China-ASEAN, khususnya hubungan Indonesia dan China. “Saya bertanya bagaimana pandangannya mengenai peran pertukaran pemuda dalam hubungan bilateral kedua negara, serta saran apa yang dapat diberikan bagi mahasiswa yang ingin terlibat dalam kerja sama China-ASEAN, khususnya kolaborasi bilateral China-Indonesia,” ujar Brillin setelah forum. Irene menjelaskan bahwa konektivitas antarmasyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kerja sama antarnegara. Menurutnya, pemerintah dapat melakukan negosiasi dan menandatangani berbagai perjanjian kerja sama. Namun, keberhasilan pelaksanaannya tetap bergantung pada kepercayaan, komunikasi, dan hubungan yang terjalin di antara masyarakat kedua negara. “Pemerintah melakukan negosiasi dan menandatangani berbagai perjanjian kerja sama. Namun, seluruh kerja sama berawal dari kepercayaan, komunikasi yang lancar, dan hubungan antarmasyarakat. Inilah fondasi dari seluruh hubungan bilateral,” kata Irene.

Keberagaman Menjadi Kekuatan Bersama

Dalam pidatonya, Irene juga menyinggung kesamaan antara Indonesia dan China sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya serta kelompok etnis. China memiliki 56 kelompok etnis, sedangkan Indonesia mempunyai lebih dari 1.300 suku bangsa. Keberagaman tersebut dinilai dapat menjadi dasar untuk membangun rasa saling memahami dan menghormati. “China dan negara-negara Asia Tenggara memiliki banyak kemiripan. Kita tidak harus sama persis karena perbedaan merupakan sesuatu yang alami,” ujarnya. Irene kemudian menggambarkan hubungan Indonesia dan China melalui sebuah perumpamaan orkestra. Menurutnya, setiap instrumen musik memiliki suara dan karakter yang berbeda. Namun, ketika dimainkan secara harmonis, seluruh instrumen dapat menghasilkan komposisi yang indah. “Piano menghasilkan suara yang khas dan biola memiliki nadanya sendiri. Setiap instrumen terdengar berbeda. Hal ini seperti hubungan bilateral Indonesia dan China,” jelasnya. Ia menambahkan, Indonesia dan China perlu terus mencari titik temu untuk membangun masa depan bersama yang makmur, saling menguntungkan, dan berlandaskan kemitraan kolaboratif.

AI Berpotensi Memperkuat Kerja Sama Pendidikan

Dialog dengan Irene memberikan inspirasi tersendiri bagi Brillin. Ia menilai pesan tentang pentingnya menjadi diri sendiri, berkomunikasi secara terbuka, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat sangat relevan bagi generasi muda. Brillin mengatakan program pertukaran mahasiswa dan dosen yang rutin diselenggarakan China bersama negara-negara ASEAN merupakan salah satu sarana penting untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Ia juga melihat teknologi AI memiliki potensi besar dalam memperkuat kerja sama pendidikan antara China dan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Menurut Brillin, China dan ASEAN dapat bekerja sama dalam pemanfaatan AI untuk pendidikan, riset, serta pertukaran pengetahuan dan perspektif. “ASEAN dan China berada di kawasan Asia-Pasifik yang sama dengan ikatan geografis dan budaya yang erat. Karena itu, pengembangan dan pemanfaatan AI akan lebih mudah dijangkau,” katanya. AI, lanjut Brillin, dapat membantu mengurangi bias kognitif dan meningkatkan ketepatan komunikasi lintas negara. Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pemahaman bersama serta memperluas kolaborasi antarmasyarakat.

Bercita-cita Berkarier di Bidang Hubungan Internasional

Brillin mengungkapkan keinginannya untuk terlibat dalam penelitian akademis mengenai hubungan Indonesia dan China. Keinginan memperdalam kajian kerja sama bilateral menjadi salah satu alasan dirinya memilih melanjutkan pendidikan di China. Setelah menyelesaikan studi, ia berencana bekerja di China selama beberapa tahun untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin dan memperluas pengalaman profesional. Brillin juga memiliki cita-cita untuk berkarier di bidang hubungan internasional maupun organisasi internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). “Saya ingin terlibat dalam penelitian akademis dan memperdalam penelitian mengenai kerja sama Indonesia-China. Itulah alasan saya memilih menuntut ilmu di China,” tuturnya.

Generasi Muda Didorong Berani Membentuk Masa Depan

Dalam bagian akhir pidatonya, Irene menyoroti berbagai tantangan global yang dihadapi generasi muda, mulai dari perkembangan AI, persaingan geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi ekonomi. Perubahan tersebut menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dan memberikan respons secara cepat. Irene mengatakan keyakinannya terhadap generasi muda tidak semata-mata karena mereka telah memiliki seluruh jawaban atas persoalan dunia. Generasi muda dinilai memiliki waktu, keberanian, dan tekad untuk melihat berbagai kemungkinan yang dapat diwujudkan pada masa mendatang. Ia turut mengutip kearifan China kuno yang menyebutkan bahwa orang-orang dengan aspirasi dan visi yang sama tidak akan terpisahkan oleh gunung maupun lautan. “Ke mana pun jalan hidup membawa kalian, milikilah keberanian untuk mempertahankan apa yang kalian yakini guna membentuk dunia dan hari esok yang lebih baik,” pesannya. Irene berharap hubungan ASEAN-China, khususnya kemitraan Indonesia-China, semakin kuat dan diikat oleh visi bersama untuk mewujudkan kemakmuran serta persahabatan yang berkelanjutan. “Semoga hubungan China-Indonesia menjadi lebih baik dan lebih kuat. Semoga persahabatan kita abadi,” pungkasnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/diplomasi-pemuda-indonesia-china-menguat-dalam-pekan-pendidikan-china-asean-2026/96402/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.06 WITA

  • #Berita Xinhua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.