Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Demokrasi Deliberatif dan Kebijakan Yang Adil

Demokrasi Deliberatif dan Kebijakan Yang Adil

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Desember 2023, 19.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Rapuhnya Demokrasi

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Pengamat Media, Korupsi, Demokrasi, dan Budaya Lokal. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas)

JurnalPost.om - Dalam era kompleksitas masyarakat modern, pengambilan kebijakan memerlukan pendekatan yang lebih cermat untuk menyertakan perspektif mayoritas dan minoritas secara seimbang. Konsep demokrasi deliberatif muncul sebagai solusi yang menekankan pada kualitas diskusi dan pertimbangan argumen dalam proses pembuatan kebijakan (Habermas, 2011).

IKLAN

Demokrasi deliberatif bukan sekadar mekanisme suara mayoritas, melainkan sebuah wadah untuk menghargai keragaman pandangan dan memastikan diskusi yang mendalam. Dalam konteks ini, kualitas debat menjadi krusial, memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada pertimbangan yang matang dan alasan yang dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat (Gutmann, 1993).

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Landasan demokrasi deliberatif mengambil inspirasi dari pemikiran Rawlsian, yang menekankan pentingnya keragaman praktis pandangan dunia komprehensif. Pembuatan kebijakan harus bersandar pada alasan publik, bukan sekadar aspek kekuasaan politik (Rawls, 1996). Saling menghormati dalam wacana publik menjadi kunci, dengan integritas dan kemurahan hati sebagai fondasi untuk memastikan konsistensi dan keterbukaan terhadap pandangan yang berbeda (Gutmann dan Thompson, 1990).

IKLAN

Dalam demokrasi deliberatif, persyaratan peserta dalam debat publik melibatkan kemampuan untuk menjelaskan dan menghormati suara satu sama lain. Saling menghormati bukan hanya sebagai prasyarat, tetapi sebagai pijakan untuk mencapai solusi yang dapat diterima bersama dan dengan sikap saling hormat (Rawls, 1996). Meskipun konsensus mungkin tidak selalu dapat dicapai, saling menghormati tetap menjadi landasan untuk mencapai kesepakatan yang paling mendekati keadilan (Sunstein, 1995).

Dalam konteks pengambilan keputusan publik, kerangka pertanggungjawaban atas dasar kebijakan yang rasional, seperti yang diusulkan oleh Daniels dan Sabin (1998), memberikan panduan yang bermanfaat. Komponen seperti publisitas, relevansi, banding, dan penegakan memberikan struktur yang kokoh untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam proses pembuatan kebijakan.

Penting untuk diingat bahwa demokrasi deliberatif bukan hanya tentang pencarian konsensus mutlak, melainkan sebuah upaya untuk mencapai perjanjian teorisasi yang belum lengkap dengan menghormati pandangan yang beragam. Proses pembuatan kebijakan yang melibatkan semua elemen demokrasi deliberatif harus memenuhi persyaratan struktur dan konten yang ketat, memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan bersifat adil, akuntabel, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Alhasil, demokrasi deliberatif bukan hanya suatu sistem pengambilan keputusan, tetapi juga suatu filosofi yang menciptakan ruang untuk dialog yang terbuka, saling menghormati, dan penelusuran solusi bersama. Dalam era di mana kompleksitas kebijakan semakin meningkat, demokrasi deliberatif memberikan landasan yang kuat untuk mencapai keadilan dan keberlanjutan dalam pengambilan keputusan publik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/demokrasi-deliberatif-dan-kebijakan-yang-adil/63240/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan
  2. 2

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.