Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Dari Keterbatasan Menuju Peluang, Cindy Bangun Tang Management dengan Semangat “Make Your Own Privilege”

Dari Keterbatasan Menuju Peluang, Cindy Bangun Tang Management dengan Semangat “Make Your Own Privilege”

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 Agustus 2026, 14.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Cindy
SURABAYA, JurnalPost.com – “If you don’t have a privilege, then make your own privilege.” Kalimat itu seolah merangkum perjalanan hidup Cindy, perempuan asal Surabaya yang tumbuh dalam keterbatasan, menjalani karier selama 15 tahun di dunia perbankan, menjadi content creator, hingga akhirnya membangun Tang Management sebagai ruang yang mempertemukan brand dan para kreator digital. Jauh sebelum mengenal dunia content creator dan bisnis digital, Cindy adalah seorang anak kecil yang belajar bahwa keinginan tidak selalu bisa diperoleh dengan mudah. Suatu hari, ia berdiri di depan gerobak es krim sambil menggenggam sepotong roti bluder. Ia ingin membeli es krim, tetapi tidak memiliki uang. Yang dimilikinya hanya roti bekal. Meski malu, Cindy memberanikan diri menawarkan barter kepada penjual. Tak disangka, penjual tersebut mengangguk. Roti bluder itu akhirnya ditukar dengan es krim. Bagi Cindy, pengalaman sederhana tersebut menjadi salah satu kenangan yang terus melekat hingga dewasa: ketika tidak memiliki sesuatu yang dibutuhkan, ia belajar mencari jalan lain dengan keberanian dan usaha.

Tumbuh dalam Keluarga Sederhana

Cindy tumbuh di Surabaya dalam keluarga sederhana. Sejak kecil, kedua orang tuanya telah berpisah. Sang ibu kemudian harus bekerja keras membesarkan dua anak perempuannya seorang diri. Ibunya bekerja sebagai pegawai toko dengan penghasilan yang terbatas. Baju bekas, mainan bekas, dan berbagai bentuk keterbatasan menjadi bagian dari masa kecil Cindy. Namun situasi tersebut justru membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia terbiasa menghargai setiap kesempatan dan meyakini bahwa sesuatu yang diinginkan harus diperjuangkan melalui usaha sendiri. “Sedari kecil memang aku tipe orang yang suka cari uang. Sekiranya ada peluang menghasilkan uang dan halal, pasti aku coba,” ujar Cindy. Kebiasaan mencari peluang bahkan sudah muncul jauh sebelum ia memasuki dunia kerja profesional. Cindy pernah menyewakan kembali komik yang sebelumnya ia sewa dari rental komik. Ia juga mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi freelancer pagar ayu, terlibat dalam kegiatan event organizer, hingga menjadi guru les.

Mulai Bekerja di Usia 17 Tahun

Ketika sebagian anak seusianya mulai menikmati masa kuliah dan berkumpul bersama teman, Cindy justru memilih bekerja. Pada usia 17 tahun, ia mulai menjalani kehidupan sebagai pekerja. Perjalanan tersebut kemudian membawanya pada Juli 2010 ketika ia diterima bekerja di sebuah bank. Dunia perbankan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Cindy. Selama sekitar 15 tahun, ia membangun karier sekaligus belajar mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, dan profesionalisme. Namun, sebelum bekerja di bank, Cindy sebenarnya pernah menyimpan mimpi lain. Ia ingin menjadi artis atau model. Mimpi itu memang tidak membawanya ke dunia hiburan seperti yang dibayangkan. Akan tetapi, jalan hidup kemudian mempertemukannya dengan kesempatan lain ketika seorang teman mengenalkannya pada dunia content creator. Dari sinilah sebuah perjalanan yang sebelumnya tidak pernah ia rencanakan mulai terbuka.

Pandemi Jadi Titik Awal Perjalanan sebagai Content Creator

Momentum penting dalam perjalanan Cindy sebagai kreator muncul ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, banyak orang memilih merahasiakan kondisi ketika terpapar Covid-19 karena khawatir terhadap stigma maupun pandangan lingkungan sekitar. Cindy mengambil pilihan berbeda. Ketika dirinya dan keluarga terpapar, ia justru membagikan pengalaman tersebut melalui media sosial. Menurutnya, terpapar Covid-19 bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Tak disangka, keterbukaannya mendapat respons positif dari banyak orang. Konten yang dibagikannya mulai dikenal dan menjadi salah satu titik awal perjalanan Cindy sebagai content creator melalui akun Instagram @cndytang. Pengalaman tersebut kemudian membuka pemahamannya mengenai besarnya potensi dunia digital, baik sebagai media berbagi cerita maupun sebagai ruang untuk membangun peluang.

Karier 15 Tahun di Perbankan Berakhir

Setelah sekitar 15 tahun bekerja di dunia perbankan, perjalanan tersebut harus berakhir ketika bank tempat Cindy bekerja mengalami likuidasi. Kehilangan pekerjaan setelah perjalanan yang begitu panjang tentu bukan situasi yang mudah. Namun bagi Cindy, berakhirnya satu perjalanan tidak berarti seluruh kesempatan ikut berakhir. Ia memilih mengalihkan fokus pada Tang Management, usaha yang telah dirintisnya sekitar dua tahun sebelumnya. Keputusan memulai babak baru tersebut mendapat dukungan dari suami, ketiga anaknya, serta keluarga. Dukungan itulah yang kemudian semakin menguatkan langkah Cindy untuk mengembangkan Tang Management.

Berawal dari Kebutuhan Brand dan Content Creator

Pengalaman sebagai content creator membuat Cindy melihat adanya kebutuhan yang terus tumbuh dalam industri digital. Di satu sisi, banyak brand membutuhkan kreator untuk memperkenalkan produk maupun layanan kepada masyarakat. Di sisi lain, terdapat banyak content creator yang memiliki kemampuan membuat konten, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk bekerja sama dengan brand. Celah itulah yang kemudian mendorong Cindy mengembangkan Tang Management. Baginya, Tang Management bukan sekadar manajemen bagi content creator. Ia ingin membangun ruang yang mampu mempertemukan brand dengan kreator sekaligus membuka peluang penghasilan dari dunia digital. Perjalanan dan berbagai portofolio Tang Management dapat dilihat melalui akun Instagram @tangmanagement. Cindy

“Now Everyone Can Be an Influencer”

Sejak awal, Cindy ingin Tang Management menjadi tempat yang memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang. Dari pemikiran tersebut lahir sebuah motto yang hingga kini menjadi prinsip dalam mengembangkan usahanya.
“Now Everyone Can Be an Influencer.”
Bagi Cindy, kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Ia tidak menjadikan jumlah pengikut sebagai tolok ukur utama bagi seseorang untuk bergabung dengan Tang Management. “Di Tang Management kami tidak memilih berdasarkan jumlah followers. Mau followers berapa pun tetap kami terima, asalkan tahu cara membuat dan mengedit video. Yang terpenting adalah jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya. Proses bergabung dengan Tang Management juga tidak dipungut biaya. Meski demikian, Cindy tidak ingin memberikan janji bahwa setiap kreator yang bergabung pasti memperoleh pekerjaan. Keputusan akhir untuk memilih kreator tetap berada di tangan klien atau brand. Menurutnya, yang paling penting adalah memberikan ruang agar setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk mencoba.

Belajar dari Risiko dalam Menjalankan Bisnis

Perjalanan membangun Tang Management tidak selalu berjalan mulus. Sebagai pihak yang mempertemukan content creator dengan brand, Cindy harus menghadapi berbagai karakter dan persoalan. Ia pernah menemui kreator yang tidak lagi dapat dihubungi setelah menerima produk. Ada pula berbagai persoalan lain yang harus diselesaikan karena Tang Management berada di tengah hubungan antara kreator, brand, dan partner kerja. Bagi Cindy, kondisi tersebut merupakan bagian dari risiko menjalankan usaha. “Kalau bisnis ya pasti ada risikonya. Dari setiap masalah kita pelajari supaya ke depannya bisa melakukan langkah pencegahan. Kalau tidak mau menanggung risiko, ya jangan berbisnis,” tuturnya. Alih-alih berhenti ketika menghadapi masalah, ia memilih menjadikan setiap pengalaman sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem kerja Tang Management.

Kepercayaan Jadi Modal Utama

Salah satu hal yang paling dijaga Cindy dalam membangun Tang Management adalah kepercayaan. Menariknya, banyak klien yang datang bukan melalui kampanye promosi besar, melainkan melalui rekomendasi para content creator, partner, maupun relasi yang pernah bekerja sama sebelumnya. “Puji Tuhan, selama ini banyak yang datang dari mulut ke mulut. Bahkan ada content creator yang justru mengenalkan brand ke Tang Management. Buatku itu menjadi bentuk kepercayaan yang sangat berharga,” kata Cindy. Kepercayaan tersebut menjadi aset yang menurutnya harus terus dipertahankan melalui kejujuran, tanggung jawab, dan penyelesaian pekerjaan secara profesional.

Tetap Aktif Membuat Konten

Meski kini sibuk mengelola Tang Management, Cindy tetap menjalani aktivitasnya sebagai content creator. Ketika ditanya mengenai cara menjaga kreativitas agar tetap produktif membuat konten, jawabannya justru sederhana. “Enggak ada kiat khusus sih. Kalau lagi enggak ada ide, ya cari template CapCut saja,” ujarnya sambil tertawa. Kesederhanaan tersebut menggambarkan cara Cindy menjalani perjalanan kreatifnya: tidak harus menunggu kondisi sempurna untuk mulai melakukan sesuatu.

Ingin Tang Management Bermanfaat bagi Lebih Banyak Orang

Meski Tang Management terus berkembang, Cindy merasa perjalanan yang dijalaninya masih panjang. Bagi dirinya, pertumbuhan sebuah bisnis tidak hanya diukur berdasarkan jumlah klien maupun proyek yang diperoleh, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. “Aku berharap Tang Management bisa berkembang menjadi lebih besar dan menjadi berkat serta bermanfaat bagi banyak orang, baik bagi KOL Tang sendiri maupun untuk tim Tang Management,” harapnya. Perjalanan Cindy menunjukkan bahwa kesempatan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang kesempatan lahir dari keberanian melakukan sesuatu yang sederhana, dari sebuah pertemuan, dari kegagalan, atau bahkan dari kondisi yang sebelumnya dianggap sebagai keterbatasan. Dari seorang anak yang pernah memberanikan diri menukar roti bluder agar bisa menikmati es krim, Cindy kini mencoba membuka peluang bagi lebih banyak orang melalui Tang Management. Baginya, tidak memiliki privilege bukan alasan untuk berhenti melangkah. Kesempatan dapat dibangun selama seseorang berani mencoba, terus belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi ketidakpastian. “Sebagai manusia, takut itu wajar. Tidak ada satu pun yang bisa menjamin kepastian di masa depan. Tapi selama maksud, tujuan, dan proses yang kita jalani itu baik, percaya dan imani saja hasilnya juga akan baik. Kalau capek berhenti sebentar. Habis itu lanjut gas lagi. Capek lagi berhenti lagi, lalu gas lagi,” tutup Cindy.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-keterbatasan-menuju-peluang-cindy-bangun-tang-management-dengan-semangat-make-your-own-privilege/97391/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #Cindy
  • #Kisah Inspiratif

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.