Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Dampak Pandemi: Efisiensi Perusahaan, dan Turunnya Kapasitas Produksi

Dampak Pandemi: Efisiensi Perusahaan, dan Turunnya Kapasitas Produksi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
24 November 2020, 00.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dampak Pandemi: Efisiensi Perusahaan, dan Turunnya Kapasitas Produksi
JURNALPOST - Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor. Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis dan industri. Diperlukan upaya besar agar bisnis dan industri agar tetap dapat bertahan dari terjangan pandemi, salah satunya melakukan efisiensi. Secara umum, terdapat tiga macam efisiensi yang dilakukan perusahaan. Antara lain pemangkasan gaji karyawan, cuti tanpa bayaran, dan pemutusan hubungan kerja. Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang melakukan efisiensi untuk dapat bertahan, mengutip Katadata, berikut beberapa perusahaan yang melakukan efisiensi:

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)

Pemegang hak merek waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk terpaksa merumahkan hingga 4.988 orang karyawannya sejak awal tahun ini. Tidak hanya itu, ada 4.847 karyawan lainnya yang terkena pemotongan gaji. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan melalui laman resmi BEI, KFC menjelaskan langkah tersebut harus diambil karena perusahaan harus menutup 115 gerai karena pusat perbelanjaan atau plaza yang ditutup di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)

Sementara itu, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan properti, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO), terpaksa melakukan PHK karyawannya sebanyak 12 orang. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemotongan gaji sebesar 50% kepada 259 orang karyawan. Perusahaan properti ini mengaku bahwa Covid-19 membuat operasional pusat perbelanjaan dan hotel di Pontianak, Kalimantan Barat, terganggu. Lalu, tidak ada penjualan unit apartemen di Jakarta selama PSBB berlaku. Adapun kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti itu sebesar diperkirakan kurang dari 25% dari total pendapatan 2019. Karenanya, Rimo memperkirakan ada penurunan total pendapatan untuk periode April 2020 sebesar 51% hingga 75%.

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK)

Senasib, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) juga harus menyampaikan kabar buruk kepada 168 karyawannya yang harus terkena PHK. Sementara, 172 orang karyawan terpaksa dirumahkan, serta 260 orang karyawan lainnya terkena dampak dengan status lain seperti pemotongan gaji. Langkah manajemen ini terpaksa diambil, pasalnya terjadi penghentian operasional secara total karena pandemi Covid-19.

PT Eastparc Hotel Tbk (EAST)

Perusahaan lain yang juga terpaksa melakukan PHK kepada karyawannya yaitu PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), yakni sebanyak 65 orang. Sementara 30 karyawan lainnya dirumahkan, dan 98 karyawan harus menerima pemotongan gaji. (Baca: Pandemi Corona Memukul Mundur Proyek Trump-Hary Tanoe di Indonesia ) Manajemen menjelaskan bahwa penyebaran virus corona membuat operasional hotel yang dikelola perusahaan berhenti secara total. Padahal bisnis hotel memiliki kontribusi hingga 25% terhadap pendapatan perusahaan sepanjang 2019.

PT Pudjiati & Sons Tbk (PNSE)

Contoh lainnya, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) yang juga terpaksa melakukan PHK terhadap 80 karyawannya sejak awal tahun ini. Adapun pengurangan karyawan kontrak ini disesuaikan dengan jumlah kamar yang dibuka. Selain itu, ada 1.022 karyawannya yang terdampak pandemi Covid-19 dengan status lainnya. Perusahaan melakukan penjadwalan ulang terhadap karyawan tetapnya dan melakukan potongan gaji sebesar 50% (unpaid leave). Langkah tersebut diambil sejalan dengan penghentian sebagian operasional hotel yang dikelola oleh perusahaan. Pudjiadi & Sons menerapkan kebijakan dengan hanya membuka sekitar 4% hingga 22% dari seluruh jumlah kamar hotel yang dikelola oleh perusahaan. Padahal, sekitar 75% penyokong pendapatan perusahaan tahun lalu berasal dari hotel yang ditutup operasionalnya sementara itu.

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN)

Begitu juga yang terjadi pada perusahaan pengolahan dan perdagangan produk pertanian PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN). Perusahaan melakukan PHK terhadap 21 karyawannya karena terdampak pada pembatasan operasional. Penyebab pembatasan operasional ini sejalan dengan penerapan social distancing pada karyawan bagian produksi yang bekerja saat ini, sehingga bekerja secara bergantian. Pembatasan tersebut diperkirakan bisa menggerus pendapatan periode Maret-April sebesar 25%-50% dan bisa berakibat turunnya laba bersih sekitar 75% secara tahunan. Kapasitas Produksi Ikut Menurun Wabah COVID-19 dinilai menjadi faktor utama anjloknya purchasing manager's index (PMI) Indonesia pada akhir kuartal I/2020. Kementerian Perindustrian penurunan tajam PMI pada akhir kuartal I/2020 diperngaruhi oleh banyaknya daerah yang terjangkit COVID-19. Alhasil, penurunan utilitas pabrikan di berbagai sektor manufaktur tidak dapat dihindari. "Beberapa industri mengalami penurunan kapasitas [produksi] hampir 50 persen, kecuali industri-industri alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Kemenperin tetap mendorong industri seperti biasanya dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga terhindar dari wabah COVID-19," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di lansir dari Bisnis.com. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani menghimbau agar seluruh pabrikan menggunakan semua opsi untuk mempertahankan eksistensi dalam kondisi krisis seperti saat ini. Shinta meminta pada pabrikan yang masih memiliki permintaan untuk menggenjot kapasitas produksinya. Adapun pabrikan yang pasarnya menyusut diminta tetap mempertahankan eksistensinya. Shinta menyarankan agar pabrikan tersebut melakukan restrukturisasi utang, memanfaatkan stimulus, renegosiasi kontrak dengan klien, menurunkan kapasitas produksi, atau mengalihkan produksi. Shinta menilai penekanan produksi pada pabrikan sangat tidak rasional pada kondisi saat ini. Pasalnya, pasar lokal maupun global sedang terganggu. Shinta berpendapat waktu penyelesaian wabah COVID-19 akan berbanding lurus dengan pertumbuhan perekonomian nasional tahun ini. Menurutnya, jika COVID-19 dapat diselesaikan pada kuartal II/2020 dan tidak memiliki komplikasi, pertumbuhan ekonomi nasional hanya berada di kisaran 1-2 persen. "[Jika] wabah tidak terkendali hingga kuartal III-Kuartal IV 2020 atau ada tambahan masalah sosial/politik, krisis ekonomi tidak akan terhindari sehingga pertumbuhan bisa terjun di bawah 0 persen tergantung dengan tingkat kekacauan," jelasnya. Oleh karena itu, Shinta berujar penting bagi pemerintah untuk memfokuskan seluruh upaya pada pengendalian wabah secara efektif, efisien, cepat dan transparan. Menurutnya, hal tersebut dapat membuat pasar tetap stabil dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa dipelihara selama pengendalian wabah sehingga masalah-masalah baru bisa dihilangkan. Selain itu, lanjutnya, berbagai stimulus ekonomi harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat sasaran. Shinta menilai hal tersebut penting aga pabrikan tidak terlambat rebound ketika wabah mulai terkendali.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-pandemi-efisiensi-perusahaan-dan-turunnya-kapasitas-produksi/14544/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 10.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. 3

    Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

  4. 4

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. 5

    Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.