Bantul, JurnalPost.com – Posyandu Remaja Kedung Dayak, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, menggelar kegiatan rutin dengan nuansa berbeda. Jika biasanya kegiatan hanya berfokus pada layanan kesehatan, kali ini Posyandu berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kelompok 59 untuk memberikan layanan kesehatan sekaligus psikoedukasi bagi para remaja.
Kolaborasi ini mengangkat isu-isu krusial yang kerap dihadapi remaja, khususnya mengenai bahaya PMO (Pornography, Masturbation, and Orgasm) serta risiko pernikahan dini. Tema ini dipilih karena masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter, sehingga memerlukan bimbingan dan informasi yang tepat sebagai upaya pencegahan dan edukasi dini.
Program ini dilaksanakan dalam tiga sesi pertemuan yang diadakan setiap Jumat malam, sehingga materi dapat disampaikan secara bertahap dan peserta memiliki waktu untuk mencerna informasi yang diberikan. Setiap sesi difokuskan pada penyampaian materi edukasi yang relevan dan disesuaikan dengan tema pada malam tersebut.
Kegiatan rutin Posyandu Remaja setiap bulan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas yang dilaksanakan setiap minggu pertama awal bulan. Pada kesempatan kali ini mahasiswa KKN memfasilitasi sesi psikoedukasi yang dikemas secara interaktif. Kegiatan dimulai dengan aktivitas pembuka untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan antar peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi serta sesi tanya jawab. Pendekatan ini berhasil mendorong partisipasi aktif dan keterbukaan peserta dalam berbagi pertanyaan maupun pengalaman.
Sebagai bagian dari upaya mencegah pernikahan dini, mahasiswa KKN UMBY Kelompok 59 juga mengadakan pelatihan membuat vision board yang melibatkan para remaja dalam menyusun gambaran masa depan mereka secara visual dan inspiratif. Dalam pelatihan ini, peserta diajak untuk menuliskan cita-cita mereka, mengenali hobi dan aktivitas positif seperti menari, menulis, olahraga, dan musik, serta mengidentifikasi hal-hal yang membuat mereka bahagia dan kebiasaan baik yang ingin terus dijaga, seperti rajin belajar, jujur, dan berdoa. Tak hanya fokus pada impian, para remaja juga diminta mencatat hal-hal yang ingin dihindari, seperti pernikahan dini, kecanduan HP, PMO, dan putus sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pandangan yang lebih luas tentang masa depan mereka, serta termotivasi untuk membuat pilihan hidup yang lebih sehat dan terarah.

Koordinator KKN UMBY kelompok 59, Fadilah dan Chusnul, menjelaskan, “Kami ingin memberikan edukasi yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir sehat pada remaja. Dengan dua kali pertemuan, materi bisa tersampaikan secara mendalam tanpa membuat peserta jenuh.
Salah satu peserta, Surya (17) mengaku kegiatan ini membuatnya lebih memahami bahaya pernikahan dini dan dampak negatif paparan konten pornografi. “Biasanya saya malu bertanya soal kesehatan reproduksi, tapi di sini suasananya santai, jadi lebih berani. Banyak hal yang baru saya tahu,” ujarnya.
Kader Posyandu Remaja Kedung Dayak, Zulki menambahkan, “Kerja sama dengan mahasiswa KKN ini sangat membantu kami dalam mengemas materi agar lebih menarik. Anak-anak jadi lebih antusias datang ke posyandu.”
Selain fokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun rasa kebersamaan dan saling mendukung di antara para remaja. Suasana santai namun penuh manfaat membuat setiap pertemuan menjadi momen yang ditunggu-tunggu.
Dengan dukungan kader Posyandu, dan mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas elemen masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan berdaya. Harapannya, program serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak remaja di wilayah lainnya.
Penulis : KKN UMBY Kelompok 59 Kedung Dayak
Komentar 1
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda