Oleh: Arvino Zein Rashied
JurnalPost.com, Bandung – Reuni biasanya identik dengan makan bersama, bertukar cerita, dan berfoto dengan teman lama. Namun, bagi alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) Angkatan 1996, reuni 30 tahun yang akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar temu kangen.
Mengusung tema “Back to Campus”, kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum untuk mengenang masa perkuliahan, mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi lintas profesi, serta memberikan kontribusi nyata bagi almamater dan sesama.
Lebih dari 100 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang dijadwalkan menghadiri rangkaian acara yang berlangsung di dua lokasi di Kota Bandung.
Kenangan Kuliah dan Harapan Mempererat Persahabatan
Ketua Angkatan FH Unpad 1996, Wahyudin Sunarya, S.H., LL.M., yang akrab disapa Kang Way, mengatakan salah satu momen yang paling dirindukan para alumni adalah kesempatan bertemu kembali dengan teman-teman seangkatan di lingkungan kampus.
Suasana kampus, cerita selama kuliah, jajanan, berbagai kegiatan mahasiswa, hingga pengalaman belajar bersama menjadi kenangan yang tetap melekat meski telah berlalu selama tiga dekade.
“Semua kenangan itu seperti kembali hidup ketika kita bersama lagi di tempat yang sama. Dulu kita berbagi bangku, sekarang kita berbagi cerita,” ujar Kang Way.
Di balik nostalgia tersebut, ia berharap reuni tidak hanya menjadi pertemuan sesaat, tetapi juga menjadi pintu untuk membangun komunikasi yang lebih intens dan berkelanjutan.
“Harapan besar saya, pertemanan dan persahabatan di antara kita bisa semakin erat dan lebih terjaga lagi, terutama dengan teman-teman yang berdomisili di luar kota. Jangan sampai 30 tahun kita terpisah, lalu setelah bertemu kembali kita berpisah lagi,” tuturnya.
Bangun Interior Laboratorium Konstitusi
Para alumni FH Unpad 1996 juga menyisipkan misi besar dalam perayaan tiga dekade kebersamaan mereka. Melalui program Bakti Almamater, para alumni akan memberikan kontribusi berupa pembangunan paket interior ruangan Bagir Manan Constitutional Laboratory.
Laboratorium yang berada di Gedung Prof. Sri Soemantri, Jalan Imam Bonjol, Bandung, tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar dapat berfungsi optimal sebagai pusat pembelajaran dan kajian ketatanegaraan.
Menurut Kang Way, program itu dipilih berdasarkan kebutuhan dan prioritas Fakultas Hukum Unpad saat ini.
“Kami meyakini laboratorium ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan sivitas akademika pada umumnya. Ini adalah warisan kami untuk generasi mendatang. Kami ingin mahasiswa sekarang memiliki fasilitas yang layak untuk belajar dan mengkaji ketatanegaraan,” jelasnya.
Dukungan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan 100 tahun Prof. Dr. H.R.T. Sri Soemantri, salah satu guru besar hukum terkemuka di Indonesia.
Dengan demikian, reuni tidak hanya menjadi sarana untuk mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga memberikan dukungan bagi masa depan pendidikan dan perkembangan ilmu hukum di Indonesia.
Kadeudeuh untuk Keluarga Alumni yang Telah Berpulang
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam reuni tersebut adalah pemberian kadeudeuh atau bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga alumni FH Unpad 1996 yang telah berpulang.
Setelah 30 tahun meninggalkan bangku kuliah, sejumlah rekan seangkatan diketahui telah lebih dahulu meninggal dunia.
Kang Way menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk perhatian dan penghormatan kepada keluarga para alumni yang telah menjadi bagian dari perjalanan FH Unpad Angkatan 1996.
“Kami berharap keluarga semakin merasakan bahwa almarhum merupakan bagian dari kami, keluarga besar FH Unpad Angkatan 1996. Kami tidak ingin mereka merasa sendiri. Mereka adalah bagian dari cerita kita,” tuturnya.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa ikatan persaudaraan di antara para alumni tidak terputus, bahkan ketika salah satu anggota keluarga besar mereka telah berpulang.
Selain itu, melalui program FH Unpad 96 Peduli, para alumni juga akan menyerahkan donasi kepada Rumah IKA FH Unpad. Donasi itu diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap program-program ikatan alumni yang selama ini menjadi wadah pemersatu para lulusan.
“Kami memahami bahwa diperlukan dukungan dari seluruh alumni agar program IKA dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Mekanismenya berupa keikutsertaan kami dengan menunjang sebagian dana untuk program kegiatan IKA yang telah direncanakan. Dengan begitu, kontribusi kami dapat tersalurkan secara terstruktur dan tepat sasaran,” katanya.

Dari Dirut BUMN hingga Ibu Rumah Tangga
Reuni 30 tahun FH Unpad 1996 dijadwalkan dihadiri lebih dari 100 alumni yang kini menapaki beragam jalur karier dan pengabdian.
Panitia mencatat sejumlah alumni yang telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Arief Kurnia Risdianto yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk serta Eka Fitria yang menjabat sebagai Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri.
Kehadiran mereka mencerminkan kiprah alumni FH Unpad 1996 di sektor korporasi dan perbankan nasional.
Selain itu, para alumni FH Unpad 1996 juga berkiprah dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, yudikatif, kepolisian, profesi hukum, perusahaan BUMN, hingga sektor swasta.
Di lingkungan pemerintahan, sejumlah alumni mengabdi di kementerian dan lembaga daerah. Sebagian lainnya menjadi wakil rakyat, hakim, jaksa, polisi, pengacara, konsultan hukum, serta profesional yang turut menggerakkan roda perekonomian nasional.
Para ibu rumah tangga juga menjadi bagian penting dalam keluarga besar FH Unpad 1996. Meski tidak memegang jabatan publik, mereka dinilai memiliki peran besar sebagai pilar keluarga sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus.
Kang Way menegaskan, apa pun profesi dan jabatan yang kini dijalani, seluruh alumni tetap memiliki kedudukan dan kebanggaan yang sama sebagai bagian dari FH Unpad.
“Keberhasilan satu adalah keberhasilan kita semua. Setiap alumni, dari yang menjabat direktur utama hingga ibu rumah tangga, memiliki andil dan kebanggaan yang sama terhadap almamater tercinta. Kita semua adalah duta FH Unpad di bidang masing-masing,” tegasnya.

Dua Lokasi, Satu Semangat
Rangkaian reuni 30 tahun FH Unpad Angkatan 1996 akan berlangsung di dua lokasi di Kota Bandung.
Pada pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, kegiatan akan digelar di Taman Hukum Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur Nomor 35, Bandung. Agenda di lokasi tersebut meliputi nostalgia, jalan sehat, serta berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
Selanjutnya, pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, acara dilanjutkan di 23 Inn, Jalan Imam Bonjol Nomor 23, Bandung.
Puncak kegiatan akan diisi dengan ramah tamah, santap bersama, sesi berbagi kisah, serta pembahasan mengenai rencana kolaborasi para alumni pada masa mendatang.
Kembali ke Akar untuk Melangkah Lebih Jauh
Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, bagi alumni FH Unpad 1996, perjalanan tersebut justru menjadi perekat yang memperkuat rasa kekeluargaan.
Reuni kali ini tidak hanya mempertemukan kembali teman-teman lama, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata melalui pembangunan fasilitas laboratorium, donasi untuk organisasi alumni, serta kepedulian kepada keluarga rekan-rekan yang telah berpulang.
Dari direktur utama BUMN hingga ibu rumah tangga, dari hakim hingga pengacara, serta dari anggota legislatif hingga aparat kepolisian, seluruhnya menjadi bagian dari satu keluarga besar FH Unpad 1996.
“Back to Campus” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk kembali ke akar, mengenang perjalanan masa lalu, serta bersama-sama melangkah lebih jauh pada masa mendatang.
Sebab bagi mereka, sekali menjadi mahasiswa FH Unpad, selamanya tetap menjadi keluarga. (AZR)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda