Bandung, JurnalPost.com — Sesi pelatihan bertema “From Product to Story: Membangun Cerita di Balik Brand Lokal” menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta dalam rangkaian kegiatan Scale Up UMKM yang digelar di Rumah BUMN Bandung, Jumat (14/11). Materi ini disampaikan oleh Fikri Mohamad Rizaldi, BBA., MBA, dosen Telkom University, yang menekankan pentingnya storytelling sebagai elemen strategis dalam membangun kekuatan brand lokal. Dalam pemaparannya, Fikri menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir menuntut brand untuk tampil lebih manusiawi dan dekat secara emosional. Konsumen tidak lagi sekadar membeli produk, tetapi membeli makna, nilai, serta cerita di balik produk tersebut. Oleh karena itu, kemampuan pelaku UMKM dalam mengemas narasi menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing usaha.
Ia menegaskan bahwa storytelling bukan sekadar teknik pemasaran, melainkan fondasi identitas sebuah brand. Cerita yang kuat dapat menggambarkan perjalanan usaha, karakter pendirinya, proses kreatif yang melatarbelakangi produk, hingga dampak sosial yang dihasilkan. Narasi tersebut menjadi pembeda utama yang sulit ditiru oleh kompetitor, sekaligus membangun hubungan emosional yang lebih mendalam dengan pelanggan.Selama sesi berlangsung, Fikri mengajak peserta untuk melihat kembali brand mereka melalui sudut pandang konsumen. Ia menguraikan bahwa banyak UMKM terjebak pada persepsi bahwa brand terbatas pada elemen visual seperti logo, warna, atau kemasan, padahal aspek-aspek tersebut hanyalah bagian kecil dari keseluruhan identitas. Storytelling, menurutnya, berfungsi merangkai elemen-elemen tersebut menjadi kisah yang konsisten dan bermakna, sehingga konsumen memahami nilai yang ingin disampaikan oleh brand.

Penyampaian materi berlangsung interaktif, ditandai dengan keterlibatan aktif peserta dalam memberikan contoh cerita dari usaha mereka masing-masing. Banyak peserta kemudian menyadari bahwa mereka sebenarnya memiliki potensi cerita yang kuat, namun belum pernah digali atau dikomunikasikan secara sistematis. Diskusi berkembang pada bagaimana mengidentifikasi inti cerita, menyusunnya menjadi narasi yang relevan, serta menerapkannya secara konsisten pada
media sosial, kemasan, hingga pelayanan kepada pelanggan.Melalui sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman bahwa storytelling dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat posisi brand lokal di tengah persaingan yang semakin ketat. Narasi yang autentik, konsisten, dan mudah dipahami dinilai mampu meningkatkan loyalitas konsumen serta memperluas peluang pasar. Pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM untuk tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada kekuatan cerita yang menjadikan brand mereka lebih bernilai dan berkesan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda