Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Biopori Sebagai Solusi Alternatif Pengelolaan Air Hujan dan Sampah Organik

Biopori Sebagai Solusi Alternatif Pengelolaan Air Hujan dan Sampah Organik

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
19 Juli 2025, 20.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Solusi Alternatif

Oleh : Kuliah Kerja Nyata (KKN) R-24 Sub Kelompok 4 (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

JurnalPost.com - Pertumbuhan jumlah penduduk secara langsung berdampak pada meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat. Kondisi ini tentu membawa pengaruh terhadap lingkungan, terutama karena volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi semakin bertambah. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat memicu dampak negatif terhadap stabilitas lingkungan. Salah satu penyebab utama memburuknya kondisi lingkungan adalah rendahnya rasa kepedulian masyarakat dalam memilah sampah. Sampah organik dan anorganik kerap kali dicampur menjadi satu tanpa proses pemisahan, bahkan tidak jarang dibuang secara sembarangan di lingkungan sekitar. Perilaku tersebut menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan, seperti timbulnya bau yang tidak sedap, pencemaran air tanah, hingga penyebaran penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis (Saputra dkk., 2025).

IKLAN

Mengolah Sampah Jadi Berkah: Arang Briket dari Limbah Pertanian
Baca Juga

Mengolah Sampah Jadi Berkah: Arang Briket dari Limbah Pertanian

Dusun Tambak Tugu, Desa Kutorejo, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap permasalahan lingkungan, khususnya genangan air saat musim hujan. Hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya sistem resapan air tanah yang ada, sehingga air hujan tidak terserap dengan baik dan menimbulkan genangan di beberapa titik. Selain itu, pengelolaan sampah organik oleh masyarakat juga masih belum maksimal. Sampah rumah tangga seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur lainnya masih sering dibuang secara langsung tanpa proses pemilahan terlebih dahulu. Kebiasaan ini menyebabkan sampah menumpuk di lingkungan sekitar dan menjadi sumber pencemaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

IKLAN

Melihat persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R-24 menghadirkan program “Biopori Sebagai Solusi Alternatif Pengelolaan Air Hujan dan Sampah Organik”. Teknologi biopori merupakan konsep sederhana yang digunakan untuk mengelola sampah organik dengan cara memasukkannya ke dalam lubang kecil di dalam tanah. Melalui metode ini, nutrisi dari sampah organik akan terurai dan terserap ke dalam tanah, menciptakan lingkungan yang subur bagi pertumbuhan akar tanaman. Dengan adanya lubang biopori, akar tanaman terdorong untuk tumbuh lebih dalam, sehingga mampu menyerap lebih banyak nutrisi. Selain itu, proses ini juga memperbaiki struktur tanah dan mendukung ketersediaan unsur hara yang penting bagi tanaman. (Apriliyanti dkk., 2023).

Biopori berbentuk lubang-lubang kecil yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter sekitar 10–30 cm dan kedalaman 30–100 cm. Lubang tersebut diisi dengan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur lainnya yang berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi organisme tanah seperti cacing dan mikroorganisme pengurai. Aktivitas organisme tersebut membentuk pori-pori mikro dalam tanah yang berperan penting dalam meningkatkan daya serap air. Selain itu, proses ini juga mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos alami yang bermanfaat bagi tanaman. Dengan demikian, biopori tidak hanya membantu mengelola limbah organik, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan struktur tanah dan konservasi air tanah (Sandri dkk., 2024).

Three Women at Courthouse Entrance
Baca Juga

Belajar Hukum Acara dari Balik Meja Kepaniteraan, Mahasiswa Untag Jalani KKP di Pengadilan Agama Surabaya

Program ini tidak hanya memberikan penyuluhan secara teori, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga dalam praktik langsung pembuatan lubang biopori di halaman rumah masing-masing. Dengan semangat gotong royong, warga dibimbing menggunakan alat bor sederhana, mengisi lubang dengan limbah dapur seperti kulit buah dan daun kering, serta merawatnya agar tetap berfungsi dengan baik. Pendekatan ini membangun rasa memiliki terhadap program yang dijalankan, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi formalitas semata, tetapi benar-benar membawa manfaat nyata bagi lingkungan.

Dampak dari kegiatan ini, warga Dusun Tambak Tugu, Desa Kutorejo dapat memanfaatkan hasil kompos dari lubang biopori untuk menyuburkan tanaman mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal terbentuknya budaya lingkungan sehat serta muncul kesadaran baru untuk mengelola sampah organik secara mandiri dan ramah lingkungan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/biopori-sebagai-solusi-alternatif-pengelolaan-air-hujan-dan-sampah-organik/83763/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #KKN Untag Surabaya
  • #Mahasiswa UNTAG
  • #Sampah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.