Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Tembaga, Pengrajin Logam Kotagede Terus Menempa Harapan

Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Tembaga, Pengrajin Logam Kotagede Terus Menempa Harapan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
05 Maret 2026, 00.40 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Harga Tembaga

JurnalPost.com - Memasuki awal tahun, para pengrajin tembaga kuningan di Kotagede kembali diuji. Harga bahan baku melonjak tajam. Tembaga dan Kuningan kualitas Eropa yang selama ini menjadi standar produksi mengalami kenaikan lebih dari lima ratus ribu rupiah per lembar. Kenaikan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tekanan nyata bagi keberlangsungan usaha kriya logam yang sangat bergantung pada kualitas material.

Di bengkel NBAS Kotagede, lembaran logam tersandar rapi di dinding. Kilau hangatnya tetap memikat, tetapi nilainya kini jauh lebih tinggi. Setiap pembelian bahan baku harus diperhitungkan dengan cermat. Mengurangi kualitas bukan pilihan, sebab karakter karya lahir dari mutu tembaga dan kuningan yang digunakan. Bagi pengrajin di NBAS Kotagede Kriya Logam, menjaga kualitas berarti menjaga kepercayaan dan kepercayaan dibangun tidak dalam hitungan bulan, melainkan puluhan tahun.

IKLAN

Kotagede pernah mengalami masa ketika denting palu terdengar hampir tanpa jeda. Pesanan ornamen, relief, kubah, hingga lambang institusi datang silih berganti. Kerajinan logam bukan hanya produk, tetapi identitas kawasan. Namun perubahan zaman membawa dinamika baru. Produk berbasis mesin membanjiri pasar dengan harga lebih murah. Konsumen semakin sensitif terhadap biaya. Sementara itu, bahan baku justru terus merangkak naik.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Di tengah situasi ini, NBAS memilih bertahan dengan prinsip: adaptif tanpa menurunkan standar. Inovasi desain dikembangkan, strategi pemasaran diperluas ke ranah digital, dan efisiensi produksi ditingkatkan. Namun satu hal tidak berubah, komitmen pada proses kriya yang detail, manual, dan berkarakter.

IKLAN

Meski demikian, realitas menunjukkan bahwa pelaku kriya logam daerah tidak bisa berjalan sendiri. Industri ini adalah bagian dari ekonomi kreatif yang menyerap tenaga kerja lokal, menjaga warisan budaya, sekaligus berpotensi besar untuk pasar ekspor. Karena itu, harapan besar tertuju pada perhatian pemerintah, baik daerah maupun pusat untuk hadir lebih nyata dalam bentuk kebijakan yang berpihak.

Dukungan tersebut bisa berupa stabilisasi akses bahan baku, insentif bagi pelaku UMKM kriya, hingga fasilitasi pameran dan promosi ke pasar internasional. Lebih dari itu, diperlukan kebijakan jangka panjang yang menempatkan kriya logam bukan sekadar usaha kecil tradisional, tetapi sebagai sektor strategis ekonomi kreatif berbasis budaya. Kotagede memiliki sejarah panjang sebagai sentra kerajinan logam. Potensi ini tidak boleh meredup hanya karena fluktuasi harga bahan baku dan tekanan pasar. Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah, kriya tembaga dan kuningan bisa tetap tumbuh, bahkan menembus pasar global.

Seperti logam yang ditempa agar semakin kuat, demikian pula industri kriya ini. Tantangan harga dan perubahan zaman adalah proses penempaan. Namun agar tetap berkilau, diperlukan ekosistem yang mendukung. Karena ketika tembaga dan kuningan Kotagede bersinar, yang terangkat bukan hanya satu bengkel, melainkan martabat ekonomi kreatif daerah secara keseluruhan.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Luki Antoro Praktisi Ekonomi Kreatif di Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bertahan-di-tengah-lonjakan-harga-tembaga-pengrajin-logam-kotagede-terus-menempa-harapan/91225/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Pilihan Editor

  1. 1 82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka
  2. 2

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  3. 3

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  4. 4

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  5. 5

    Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.