Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Bengkel Menulis, Gerakan Inspiratif Belajar Menulis SDN 7 Letta Bantaeng Sulsel

Bengkel Menulis, Gerakan Inspiratif Belajar Menulis SDN 7 Letta Bantaeng Sulsel

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Mei 2016, 17.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Bengkel Menulis, Gerakan Inspiratif Belajar Menulis SDN 7 Letta Bantaeng Sulsel
Sri Puji Lestari memegang hasil karyanya setelah menulis dalam kegiatan bengkel menulis

Bantaeng, Jurnalpost - Untuk semakin meningkatkan ketrampilan literasi siswa, banyak sekolah membuat program inspiratif yang bisa dicontoh dalam upaya mengasah ketrampilan siswa menulis. Salah satunya SDN 7 Letta. Sekolah mitra USAID PRIORITAS ini membuat program khusus pelatihan menulis untuk kelas IV, V, dan VI dengan nama Bengkel Menulis. “Bengkel menulis adalah jam khusus belajar menulis yang diadakan sekolah secara rutin dua minggu sekali selama dua jam,” ujar Hasnawiyah, guru kelas VI yang bertanggung jawab dalam program tersebut untuk kelas VI baru-baru ini.

Sri Puji Lestari memegang hasil karyanya setelah menulis dalam kegiatan bengkel menulis

Salah satu metode menulis yang diterapkan dalam bengkel menulis adalah dengan membimbing siswa melakukan curah gagasan dan membuat peta konsep sebelum membuat tulisan. Misalnya Sri Puji Lestari, salah satu siswa kelas VI ini belajar membuat tulisan tentang berkebun. Lewat curah gagasan, dia menulis apa saja secara acak segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan berkebun. Misalnya secara acak dia menulis mangga, mentimun, sabit, cangkul, tanah, air, urea, dan lain-lain.

IKLAN

Setelah selesai mencorat-coretkan semua gagasan terkait kegiatan berkebun, Ibu Hasnawiyah meminta dia mengelompokkan apa yang dia tulis dalam kategori-kategori, misalnya tanah dan air masuk dalam kategori lahan, semua jenis buah-buahan masuk kategori tanaman, dan seterusnya. Kategori-kategori itu kemudian dibuatkan mind mapping. Caranya dengan menulis besar-besar kata “berkebun” di tengah kertas, dilingkari, dan ditulis tanda panah menunjuk ke kategori yang sudah dia susun sebelumnya: tanaman, lahan, pupuk, dan sabit.

Bantaeng Bertekad Aktifkan Pendidikan Inklusi
Baca Juga

Bantaeng Bertekad Aktifkan Pendidikan Inklusi

“Saya kemudian meminta dia menentukan kategori mana yang paling layak dikembangkan menjadi paragraf pertama,” ujar Hasnawiyah. Puji, oleh karena itu, mengembangkan kategori lahan menjadi tulisan seperti berikut: Kakekku mempunyai lahan di samping rumah. Lahan itu sangat luas. Aku biasa ikut bersama kakek ke lahan. Bermain air dan tanah. Dalam tulisan ini, sebagian kata-kata hasil brainstorming tidak digunakan, sebagian juga digunakan.

IKLAN

Untuk paragraf kedua dia pilih kategori sabit, dan dia menulis sebagai berikut: Kakekku biasa membawa cangkul dan sabit.

Puji mengembangkan semua kategori yang ia susun menjadi paragraf-paragraf. Tulisan tersebut masih draf dan mesti dikoreksi oleh guru. Guru yang bertindak sebagai editor mengoreksi tata bahasa yang digunakan, menambah beberapa kata yang kurang, dan memberikan saran kalimat mana yang perlu dikembangkan lebih jauh.

Berdasarkan editan guru, maka Puji menuliskan kembali tulisan itu menjadi lebih tertata dan panjang. Semua rangkaian tulisan ini dari brain storming, pra penulisan, pembuatan draf, dan penulisan disatukan dan di halaman depan diberikan sampul dengan gambar bertema berkebun yang dibuat oleh Puji.

Kotak Amal Siswa untuk Kembangkan Sekolah
Baca Juga

Kotak Amal Siswa untuk Kembangkan Sekolah

Dengan praktik yang lebih sistematis semacam ini. para siswa di SDN 7 Letta secara perlahan mampu menulis dengan lebih sistematis dan lebih baik. Hasil tulisan-tulisan siswa tersebut bisa dilihat di dinding-dinding SD 7 Letta. “Hasil tulisan mereka menjadi panjang-panjang dan sistematis. Tulisan yang dipajang ini juga menjadi bahan belajar bagi siswa yang lain,” ujar Hasnawiyah.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bengkel-menulis-gerakan-inspiratif-belajar-menulis-sdn-7-letta-bantaeng-sulsel/2679/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Berita Bantaeng
  • #Menulis
  • #USAID PRIORITAS

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan
  2. 2

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  3. 3

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.