Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Belajar Menjadi Guru dari Michigan State University

Belajar Menjadi Guru dari Michigan State University

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 April 2016, 17.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Belajar Menjadi Guru dari Michigan State University
Bernard, dosen FMIPA dari UNM memberikan gambaran tentang program LPTK dalam PKB dan menanggapi paparan tentang study banding yang dilakukan Syamsuduha di hadapan peserta Consortia Meeting, Makassar (21 April 2016)

MAKASSAR, JURNALPOST - Menjadi guru di Michigan University Amerika Serikat sangat berbeda tahap-tahapnya dengan menjadi guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia, terutama di Sulsel. “Seorang calon guru di Universitas Michigan lebih banyak di sekolah melakukan observasi dan praktik mengajar dibanding dengan bertemu belajar di tempat kuliah,” ujar Syamsudduha, dosen UIN Alauddin Makassar yang berbagi pengalaman dengan para peserta Pertemuan Konsorsia Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan di Hotel Clarion, Makassar (21 April 2016). Syamsudduha merupakan salah satu utusan USAID PRIORITAS melakukan study banding Program Pelatihan Guru baru-baru ini di Universitas tersebut.

Bernard, dosen FMIPA dari UNM memberikan gambaran tentang program LPTK dalam PKB dan menanggapi paparan tentang study banding yang dilakukan Syamsuduha di hadapan peserta Consortia Meeting, Makassar (21 April 2016)

Di semester-semester awal, mahasiswa calon guru disana diserahi dahulu melakukan case study pada satu siswa saja di suatu sekolah selama satu semester. “Mereka menemani siswa tersebut membaca di perpustakaan, membahas mata pelajarannya, menemani bercerita dan sebagainya, menjadi bahan penelitian yang dipertanggungjawabkan di depan instruktur mata kuliah dan mahasiswa lain,” ujarnya di depan 20 rektor, wakil rector, dosen dan staf lainnya dari 6 universitas pemroduksi guru yaitu Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Univ. Muhammadiyah Pare-pare, Univ. Cokroaminoto Palopo, dan IAIN Palopo

IKLAN

Case study pada satu siswa menjadi kasus penelitian awal, sebelum melangkah ke study lebih lanjut ke study kelompok siswa dan mengajar mereka. “Setelah mereka mengajar dalam kelompok kecil siswa, mereka selanjutnya menjadi asisten guru pamong dan menjadi guru kelas penuh ketika sudah menginjak tahun kelima, “ ujarnya.

Banyak Bukti Keberhasilan, Daerah Lanjutkan Program Secara Mandiri
Baca Juga

Banyak Bukti Keberhasilan, Daerah Lanjutkan Program Secara Mandiri

IKLAN

Menurut Syamsudduha, semua mata kuliah disana menuntut praktikum. “Praktikum dalam bentuk pengenalan bidang kerja guru dimulai dari tahun pertama sampai tahun ke lima,” ujarnya. Mata kuliah juga tidak banyak berdasarkan theory, melainkan bersandar pada hasil-hasil penelitian sebelumnya. “Semua pengajaran mahasiswa dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa calon guru dengan guru pamong dan pembimbing dari universitas,” ujarnya menegaskan.

Menanggapi hasil studi banding, tersebut H. Bernard, dosen FMIPA UNM mengatakan bahwa porsi mahasiswa di Indonesia untuk terjun langsung melakukan praktik di sekolah masih sangat kurang. “Kalau dilihat dari paparan tersebut, dari semester awal para mahasiswa disana sudah di sekolah terus. Mulai dari mendampingi satu individu, satu kelompok belajar, menjadi guru bantu di sekolah, sampai diserahi mengajar satu kelas dengan tetap dibawah bimbingan guru pamong dan pembimbing universitas, sehingga ketika keluar mereka benar-benar telah siap. Sedang di universitas kita, rata-rata mahasiswa ke sekolah baru semester tujuh, itu pun pendampingan terhadap mereka juga kadang tidak maksimal,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, baru-baru ini Kemenristek Dikti mencanangkan akan merombak total LPTK dari tahun 2015-2017. Pencanangan tersebut terkait dengan sorotan masyarakat terhadap rendahnya kualitas mutu guru yang dihasilkan LPTK. “Untuk menjamin kualitas guru keluaran LPTK, pemerintah memang perlu mengeluarkan pengaturan baru atas standar mutu penyelenggaraan lembaga pendidikan di LPTK,” ujar Jamaruddin Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulsel.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/belajar-menjadi-guru-dari-michigan-state-university/2284/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Guru dari Michigan
  • #State University
  • #USAID PRIORITAS

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  3. 3

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  4. 4

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  5. 5

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.