Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Batusangkar, Kota Budaya Minangkabau

Batusangkar, Kota Budaya Minangkabau

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
11 Juli 2023, 19.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Batusangkar, Kota Budaya Minangkabau
Istana Basa Pagaruyung (Wikimedia Commons)

JurnalPost.com - Batusangkar merupakan ibukota Kabupaten Tanah Datar yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Daerah ini berjarak sekitar 100 km dari Kota Padang dan dapat ditempuh dengan tiga jam berkendara. Uniknya Batusangkar terletak pada tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Tanjung Emas, dan Kecamatan Sungai Tarab. Sedangkan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tanjung Emas atau tepatnya di Nagari Pagaruyung.

Batusangkar memiliki keindahan alam yang memukau. Salah satu daya tarik alamnya adalah Danau Singkarak, yang terletak sekitar 15 kilometer dari kota. Danau ini adalah danau terbesar kedua di Sumatera Barat dan menawarkan pemandangan yang mempesona serta berbagai kegiatan seperti perahu dayung dan memancing. Wisatawan juga dapat menikmati panorama pegunungan yang hijau dan udara segar yang menyegarkan.

IKLAN

Sesuai dengan julukannya sebagai Kota Budaya, Batusangkar menjadi ikon wisata budaya di Sumatera Barat serta memiliki banyak budaya dan sejarah adat Minangkabau. Beberapa alasan mengapa Batusangkar disebut sebagai Kota Budaya diantaranya :

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

1. Peninggalan Istana Basa Pagaruyung Istana Pagaruyung merupakan salah satu istana kerajaan yang masih dapat kita lihat dan kunjungi Istana Pagaruyung menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.

Istana Basa Pagaruyung (Wikimedia Commons)

Dahulunya istana ini merupakan pusat kerajaan Pagaruyung dan tempat berdiamnya para raja-raja Minangkabau. Kerajaan ini diyakini berdiri pada tahun 1347 dengan raja pertamanya beranama Adityawarman. Hingga saat ini Istana Basa Pagaruyung melahirkan sejarah hebat bagi masyarakat Minangkabau, dimana dari pusat kerajaan ini berkembanglah budaya, hukum adat, dan sebagainya. Istana Basa Pagaruyung saat ini merupakan replika dari istana yang dulunya mengalami beberapa kebakaran, yakni pada tahun 1804, 1966, dan 2007. Istana Basa Pagaruyung juga telah beralih fungsi menjadi museum, pusat acara adat, dan pusat atraksi wisata di Batusangkar.

2. Pacu Jawi Pacu Jawi merupakan tradisi balapan sapi khas Minangkabau. Biasanya waktu pelaksanaan pacu jawi setelah panen, dan diadakan sebagai bentuk rasa syukur atas panen padi yang melimpah. Atraksi ini cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pacu Jawi (Dinas Pariwisata)

IKLAN

Pacu Jawi hanya dilakukan di empat kecamatan ini, yakni Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Limo Kaum, dan Kecamatan Sungai Tarab. Filosofi dari pacu jawi sendiri adalah menggambarkan antara rakyat dengan pemimpin yang berjalan bersama.

Kegiatan pacu jawi selalu ditunggu oleh masyarakat setempat, sehingga ketika acaranya selalu diadakan dengan meriah. Tradisi pacu jawi dipadukan dengan tradisi arak-arakan pembawa dulang atau jamba yang berisi makanan. Jawi (sapi) yang akan bertanding juga didandani seperti diberikan pakaian, suntiang, dan sebagainya. Selain itu, tetua adat juga memainkan alat musik tradisional minangkabau, yaitu talempong untuk turut memeriahkan acara.

3. Balairung Sari

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Balairung Sari (Kemendikbud)

Balairung Sari merupakan salah satu tempat yang masuk dalam daftar cagar budaya di Sumatera Barat. Balairung Sari adalah balai adat yang terbuat dari kayu dengan atap dari ijuk dengan enam gonjong dan lantai panggung. Sebagai balai adat, Balairung Sari didesain mempunyai atap tanpa dinding atau pun jendela tempat untuk melangsungkan pertemuan untuk berunding atau menyelesaikan suatu perkara dan lainnya.

4. Banyaknya Festival Budaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat memandang bahwa budaya yang ada di Batusangkar ini memang memiliki nilai bagi masyarakat banyak, sehingga dapat menjadi peluang wisata. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diadakan berbagai macam acara yang mengangkat budaya anak negeri. Pada tahun 2022 diadakan “Satu Nagari Satu Event”. Dimana dalam acara ini setiap Nagari yang ada di Kabupaten Tanah Datar akan menampilkan acara kebudayaan dengan meriah.

Calendar Event Tanah Datar (Instagram : @pesona.tanahdatar)

Di tahun 2023, Kabupaten Tanah Datar juga membuat kalender event yang setiap bulannya ada festival atau acara adat. Contohnya Pacu Jawi Sungai Tarab, Talago Kamba Festival, Pesona 1000 Baju Milik Nagari Padang Magek, Festival Sumoah Sati Bukit Marapalam, dan event-event lainnya. Dengan adanya festival ini maka tidak hanya budaya Minangkabau yang di naikkan, tetapi ekonomi dan pariwisata juga meningkat.

Oleh: Redho Prima Nanda

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/batusangkar-kota-budaya-minangkabau/55878/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.02 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Pilihan Editor

  1. 1 UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

  4. 4

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  5. 5

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.