Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Batik Tulis Lasem Warisan Budaya Yang Mendunia

Batik Tulis Lasem Warisan Budaya Yang Mendunia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Desember 2024, 15.44 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Batik Tulis Lasem Warisan Budaya Yang Mendunia

JurnalPost.com - Batik lasem adalah salah satu warisan budaya nusantara yang harus kita lestarikan. Motif batik   lasem memiliki ciri khas tersendiri yang menjadikan pembeda dengan batik dari daerah lainya. Batik lasem mulai ada sejak abad ke-14 ketika Cheng Ho, Seorang laksamana muda yang menjalani ekspedisi ke Nusantara. Batik ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan juga Jawa. Warna merah dan motif yang rapat menjadi ciri khas Batik Lasem. Keindahan Batik Lasem tidak hanya pada corak motif dan warnanya namun juga didukung dengan filosofi yang kuat sehingga menjadikan symbol toleransi bangsa serta identitas bangsa yang harus dilestarikan.

Indonesia dikenal dengan bangsa yag akan budaya. Salah satu warisan yang ada adalah batik. Setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik dengan ciri khas yang berbeda-beda. Lasem menjadi salah satu daerah yang erat kaitanya dengan batik.

IKLAN

Batik Lasem sudah ada sejak abad ke-14 dengan adanya seorang laksamana muda bernama Cheng Ho yang sedang menjlani ekspedisi di Nusantara. Perpaduan motif batik Jawa dengan corak motif tiongkok menjadikan Batik Lasem terkenal hingga pelosok Nusantara bahkan dunia. Batik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpiece of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) asli Indonesia pada 2009.

IMG 0170
Baca Juga

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Keberadan Batik Lasem sejak abad ke-14 karena adanaya orang-orang tinghoa yang menetap dan menikah dengan pribumi asli sehingga mengakibatkan munculnya akulturasi budaya Jawa dengan budaya tinghoa. Lasem sebuah daerah di pesisir pantai yang kala itu menjadi pusat perniagaan sehingga motif-motif yang ada pada Batik Lasem erat kaitanya dengan keberagaman budaya yang masuk ke Lasem.

IKLAN

Motif Batik Lasem yang rapat dan juga identik dengan warna merah menjadi ciri khas tersendiri. Penggunaan warna merah yang mencolok tidak lepas dari budaya tinghoa yang masuk ke Lasem masa itu. Selain warna merah Batik Lasem juga mempunyai warna lain seperti hijau dan biru. Perpaduan warna yang indah membuat Batik Lasem banyak peminatnya. Batik Lasem juga mencerminkan nilai toleransi yang ada diaerah tersebut. Batik Lasem juga menjelaskan bagaimana masyarakat yang tinggal di Lasem dapat hiduo berdampingan tanpa membedakan suku ataupun ras satu sama lain.

Proses pembuatan Batik Lasem pun tidak mudah. Satu kain Batik Lasem bisa diselesaikan dalam sehari atau dua hari tergantung dengan tingkat kerumitan dan kepadatan motif batik tersebut. Proses itu belum termasuk pewarnaan. Hal itu yang menjadikan harganya relatif lebih mahal. Namun Banyak kolektor-kolektor batik yang membeli Batik Lasem hanya untuk koleksi belaka. Pak Afif Arwani salah satu pengusaha batik yang ada di Lasem mengatakan bahwa banyak peminat batik lasem ini dari Jakarta, Bali dan kota-kota lainya. Beliau juga pernah mengirim ke luar negeri seperti Singapura bahkan hingga ke Belanda.  

Pak Afif sendiri sudah berkecimpung di dunia batik sejak 2013. Dalam beberapa dekade tantangan dari kelstarian Batik Lasem ini adalah dengan adanya Batik Printing dengan metode yang lebih cepat dan juga harga yang murah.

Collaborative Study in the National Literacy Library
Baca Juga

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Batik Lasem adalah warisan budaya Nusantara yang harus kita jaga kelestarianya. Keindahan motinya dan maknanya menjadikan symbol identitas bangsa. Dengan menjaga keberlanjutan Batik Lasem, kita turut serta dalam menjaga identitas bangsa.   Penulis: Muhammad ‘Ammar Program Studi Film dan Televisi ISI Surakarta      

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/batik-tulis-lasem-warisan-budaya-yang-mendunia/76653/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 19.10 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Pilihan Editor

  1. 1 Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya
  2. 2

    Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

  3. 3

    MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

  4. 4

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  5. 5

    Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.