Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Bangga! 5 Tradisi Unik Suku Bugis yang tak dimiliki oleh Suku Lain

Bangga! 5 Tradisi Unik Suku Bugis yang tak dimiliki oleh Suku Lain

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
29 Oktober 2018, 13.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Bangga! 5 Tradisi Unik Suku Bugis yang tak dimiliki oleh Suku Lain

https://www.youtube.com/watch?v=yyFhtgQPE_8

MAKASSAR, JURNALPOST - Jika ditelusuri lebih jauh, Sulawesi Selatan khususnya suku bugis memiliki cukup banyak tradisi unik dan tergolong unik. Namun sayang tradisi-tradisi unik itu mulai tergusur oleh perkembangan jaman dan budaya yang kian hari makin modern, berikut budaya - budaya tanah bugis yang hampir punah.

IKLAN

1. Sigajang Leleng Lipa

15 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia
Baca Juga

15 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia

Sigajang Laleng Lipa, merupakan tradisi yang dijalani kaum lelaki Bugis saat menyelesaikan masalah. Tradisi tersebut berupa pertarungan antar dua laki-laki, namun dilakukan di dalam sarung. Tradisi ini dilakukan pada masa kerajaan Bugis dahulu, dan ini merupakan upaya terakhir menyelesaikan suatu masalah adat yang tidak bisa diselesaikan.

Walaupun nyawa yang menjadi taruhannya, suku Bugis tetap memiliki cara-cara khusus untuk menyelesaikan permasalahan dengan bijak. Sebagaimana dalam pepatah Bugis Makassar yang kira-kira maknanya “ketika badik telah keluar dari sarungnya pantang diselip dipinggang sebelum terhujam ditubuh lawan”.

Makna filosofinya mengingatkan agar suatu masalah selalu dicari solusi terbaik tanpa badik. Hal ini biasanya dilakukan dengan musyawarah melibatkan dua belah pihak bermasalah serta dewan adat.

2. Tradisi Pindah Rumah

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

IKLAN

Biasanya saat orang akan pindah rumah mereka akan disibukkan dengan mengemasi barang untuk memindahkannya ke rumah yang baru dari rumah lama. Kegiatan tersebut tidak terjadi pada masyarakat suku Bugis. Ya, mereka memiliki tradisi sendiri dalam pindahan rumah dengan benar-benar memindahkan rumah yang sebenarnya tanpa membongkar. Tradisi ini disebut Mappalette Bola. Tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga kampung untuk membantu memindahkan rumah ke lokasi yang baru.

3. Massallo kawali

Atraksi budaya dari tanah Bugis yang berasal dari kabupaten Bone yakni MASSALLO KAWALI atau bermain asing-asing/gobak sodor menggunakan kawali/badik. Badik yang digunakan oleh para pemain adalah badik asli bukan imitasi. Sebelum melaksanakan atraksi ini dilakukan ritual-ritual khusus untuk menghindarkan peserta & penonton dari hal-hal yang tidak diinginkan. Atraksi MASSALLO KAWALI ini juga menyimbolkan semangat para pemuda Bugis untuk melindungi atau mempertahankan harga diri & tanah kelahiran dari rongrongan musuh atau penjajah.

4. Tarian Maggiri Atau Mabbisu

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Tari maggiri merupakan tarian yang dipertunjukkan oleh seorang atau beberapa orang bissu. Bissu adalah seorang wanita pria (waria) dalam kepercayaan Bugis yang dipercayakan menjadi penghubung antara dewa di langit dengan manusia biasa. Tari Maggiri ini, diperkirakan telah ada sejak zaman pemerintahan Raja Bone ke 1, yang bergelar To Manurung Ri Matajang yang memerintah sekitar tahun 1326-1358, dan menjadi salah satu tarian yang berkembang di dalam istana kerajaan Bone.

5. Angngaru

Pada catatan sejarah, Angngaru' sesungguhnya merupakan ikrar kesetiaan rakyat atau prajurit kepada raja yang bersifat pemimpin. Raja yang bersifat pengayom disenangi rakyatnya. Saat genderan perang ditabuh oleh sang Raja, maka rakyat serta merta menyodorkan diri, rela mengobarkan jiwa raganya untuk tunaikan titah sang Raja.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bangga-5-tradisi-unik-suku-bugis-yang-tak-dimiliki-oleh-suku-lain/7906/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.08 WITA

  • #Angngaru
  • #Atraksi budaya
  • #Tradisi Unik
  • #pindah rumah
  • #suku unik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. R
    Riki 22 November 2021 21.47 WITA
    Gara gara nemun tradisi tarung sarung di tik tok akhirnya berakhir disini

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026
  2. 2

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.