Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Awas Jebakan "Satu Klik" PayLater! Gen Z Terancam Susah Beli Rumah Hingga Sulit Cari Kerja

Awas Jebakan "Satu Klik" PayLater! Gen Z Terancam Susah Beli Rumah Hingga Sulit Cari Kerja

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
15 April 2026, 17.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Jebakan PayLater
Ilustrasi Jebakan PayLater
Oleh: Farkhan Maulana Nurdin JurnalPost.com - Kemudahan berbelanja di era digital bagai pedang bermata dua bagi generasi muda. Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater kini jadi primadona yang seolah menawarkan kemudahan untuk membawa pulang barang impian secara instan, hanya bermodalkan verifikasi digital. Namun, di balik jargon "cicilan ringan" tersebut, tersembunyi ancaman nyata yang siap menghancurkan masa depan finansial Generasi Z. Berdasarkan data dan laporan keuangan terbaru, fenomena ini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Layanan ini justru banyak menjerat anak muda yang tingkat literasi keuangannya baru mencapai sekitar 38%. Didominasi Anak Muda, Berujung Gali Lubang Tutup Lubang Fakta di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem PayLater sangat didominasi oleh kelompok usia muda. Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia dari Kredivo dan Katadata Insight Center mencatat bahwa kelompok usia 18-35 tahun mendominasi lebih dari 70% total pengguna, dengan Gen Z (usia 18-25 tahun) sendiri menyumbang porsi sebesar 26,5%. Mirisnya, tidak semua penggunaan ini untuk gaya hidup. Sebanyak 42% Gen Z ternyata memanfaatkan pinjaman online, termasuk PayLater, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat rendahnya pemahaman akan struktur biaya tersembunyi dan denda, banyak yang terperangkap dalam siklus "gali lubang tutup lubang". Mereka nekat mengambil pinjaman dari aplikasi lain hanya untuk melunasi tagihan PayLater yang jatuh tempo. PayLater menciptakan ilusi seolah-olah mereka memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi, padahal daya beli masa depan mereka sudah "tergadai". Rapor Merah SLIK OJK: Kiamat Finansial Masa Depan Keputusan finansial yang ceroboh ini bukan sekadar soal tagihan yang membengkak. Dampak paling fatal yang sering diabaikan adalah tercorengnya rekam jejak di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Penunggakan tagihan sebesar Rp50.000 saja di aplikasi belanja online bisa membuat nama seseorang masuk dalam kategori "Kredit Macet". Implikasi catatan buruk ini sangat serius bagi kehidupan Gen Z di masa depan:
  • Mimpi Punya Rumah Kandas: OJK melaporkan bahwa ribuan anak muda kini kesulitan mendapatkan rumah karena rekam jejak yang buruk; bank dipastikan menolak pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama jika calon debitur bermasalah di SLIK.
  • Hambatan Karir: Banyak perusahaan besar, terutama perbankan dan BUMN, melakukan pengecekan riwayat kredit pelamar. Catatan utang macet dianggap sebagai indikator integritas dan manajemen diri yang buruk.
  • Akses Modal Usaha Tertutup: Peluang untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa depan otomatis tertutup jika nama peminjam sudah tercemar.
Intervensi Regulasi OJK dan Solusi Syariah Pemerintah tidak tinggal diam melihat tingginya risiko jebakan utang ini. Melalui POJK Nomor 32 Tahun 2025, OJK mengeluarkan regulasi yang sangat ketat. OJK menetapkan batas bunga konsumtif maksimal 0,1% per hari yang mulai berlaku 1 Januari 2026. Aturan ini juga memuat ketentuan Lock Cap 100%, yang berarti total akumulasi utang (pokok, bunga, dan denda) maksimal tidak boleh melebihi 100% dari pinjaman pokok. Sebagai contoh, utang Rp1.000.000 maksimal hanya bisa ditagihkan total sebesar Rp2.000.000. Dari kacamata ekonomi syariah, PayLater konvensional juga memicu perdebatan karena beban bunga dan denda keterlambatan. Sebagai alternatif yang lebih aman dan terhindar dari riba, masyarakat bisa beralih ke PayLater Syariah yang menggunakan kejelasan akad bersertifikasi DSN-MUI, seperti Murabahah (jual beli dengan margin tetap) atau Wakalah bil Ujrah (perwakilan dengan upah jasa). Tips Jitu Keluar dari Jeratan Utang PayLater Bagi anak muda yang sudah terlanjur memiliki utang menumpuk, berikut langkah pemulihan finansial yang bisa segera diterapkan:
  • Terapkan Metode Avalanche atau Snowball: Prioritaskan pelunasan pada utang dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu (Avalanche), atau mulai lunasi dari nominal terkecil agar beban psikologis berkurang (Snowball).
  • Audit Keuangan Pribadi: Gunakan porsi anggaran 50/30/20 dan pastikan alokasi cicilan tidak pernah melebihi 30% dari total pendapatan bulanan.
  • Restrukturisasi Utang: Jangan menghindar. Hubungi layanan pelanggan platform untuk meminta keringanan berupa perpanjangan tenor atau penghapusan denda dengan menjelaskan kondisi ekonomi secara jujur.
  • Cek SLIK Berkala: Pantau riwayat kredit secara rutin dan gratis melalui aplikasi iDebKu dari OJK.
  • Hapus Aplikasi: Jika merasa sulit mengendalikan diri dari godaan berbelanja, segera nonaktifkan fitur PayLater dan hapus aplikasinya dari perangkat genggam Anda.
Kemerdekaan finansial sesungguhnya bagi anak muda tidak ditemukan dalam tumpukan barang hasil berutang. PayLater sejatinya adalah alat bantu manajemen arus kas, bukan penyokong gaya hidup yang justru menggadaikan kebebasan di hari esok.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/awas-jebakan-satu-klik-paylater-gen-z-terancam-susah-beli-rumah-hingga-sulit-cari-kerja/92207/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.09 WITA

  • #Beli Rumah
  • #Gen Z
  • #PayLater

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.