Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Apakah Self-Harming Berarti Tanda Seseorang Itu Tidak Baik?

Apakah Self-Harming Berarti Tanda Seseorang Itu Tidak Baik?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
09 Mei 2021, 03.41 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Apakah Self-Harming Berarti Tanda Seseorang Itu Tidak Baik?

JURNALPOST - Sering sekali kita mendengar istilah self-harming atau self-harm. Anggapan beberapa orang bahwa self-harm itu hanya tindakan mencari perhatian atau bahkan tanda seseorang itu tidak baik yang jauh dari Tuhan dan Agama. Sebenarnya apakah arti self-harm itu sendiri? dan mengapa seseorang dapat melakukan self-harm?

Self-harm atau self-harming adalah perilaku melukai atau menyakiti diri sendiri secara sadar dengan tujuan menjadikannya sebagai pelarian dari rasa sakit tak terwujud. Tindakan ini bisa berupa sayatan pada bagian tubuh, luka bakar yang disengaja, ataupun memukul diri sendiri dengan sengaja. Self-harm sendiri digolongkan kepada self-injury dan self-poisoning.

IKLAN

Tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa tindakan self-harm itu berarti ia tidak sayang kepada dirinya sendiri, atau bahkan mereka yang melakukan self-harm itu adalah orang yang tidak baik, hanya mencari perhatian, dan seseorang yang jauh dari Tuhan. Dari sekian banyaknya perspektif masyarakat di luar sana mengenai self-harm, dapatkah kita memahami alasan apa sebenarnya dibalik tindakan yang dilakukan korban?

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Beberapa penelitian yang dilakukan pada remaja dengan rentang usia 15-19 tahun yang rentan melakukan self-harm, ditemukan sejumlah alasan remaja tersebut melakukan self-harm. Berikut alasan utama kebanyakan dari mereka melakukan self-harm:

1. Adanya perasaan negatif yang membuat mereka cenderung menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan perasaan positif.

IKLAN

Perasaan negatif ini bisa saja ditimbulkan dari berbagai hal, seperti kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, dirundung oleh teman di sekolah, atau bahkan menjadi korban kekerasan baik secara fisik, psikologis, maupun seksual. Untuk menimpali perasaan perasaan sulit inilah akhirnya mereka memilih menyakiti diri sendiri.

2. Ketergantungan mental dan fisik terhadap menyakiti diri sendiri.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Seseorang yang pernah melakukan self-harm dapat menjadi adiktif sehingga menyakiti diri sendiri menjadi sesuatu yang sulit untuk dilepaskan.

Berdasarkan alasan tersebut, kita melihat bahwa betapa sulitnya mereka yang cenderung menyakiti diri sendiri berusaha berjuang untuk bertahan dari apa yang mereka rasakan. Mereka merasa tidak berdaya, merasa bersalah, sehingga berfikir untuk menyakiti diri sendiri padahal yang mereka butuhkan adalah bantuan dari orang lain.  Kita sebagai sesama manusia, sudah seharusnya membantu mereka.

Beberapa hal positif sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka adalah: menjadi pendengar yang aktif, dorong mereka untuk bercerita dan mulailah dengan pertanyaan yang penuh empati seperti “saya melihat ada luka di pergelangan tanganmu, apakah ada yang ingin kamu ceritakan? Saya sangat ingin memahami apa yang terjadi”. Hindarilah pernyataan yang bersifat menghakimi, menggurui, atau bahkan menyalahkan. Tawarkanlah bantuan, bukan hal yang dapat mengintimidasi mereka. Berikan mereka semangat dan tunjukkan keterbukaan serta kepedulian kita terhadap perasaan dan situasi mereka.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/apakah-self-harming-berarti-tanda-seseorang-itu-tidak-baik/20640/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.14 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.