Penulis : Ratna Presanthi
JurnalPost.com - Tanaman kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah untuk kedepannya. Banyak Perusahaan-perusahaan besar yang mengembangkan komoditas ini, seperti Lonsum, Sinas Mas, Asian Agri, PT Tunggal dan lainnya. Tidak hanya dalam skala Perusahaan, perkebunan-perkebunan rakyat yang mengembangkan komoditas kelapa sawit pun terus dibuka. Banyak masyarakat lebih memilih membudidayakan tanaman kelapa sawit disebabkan oleh cara membudidayakan tanaman kelapa sawit yang lebih mudah dibandingkan tanaman lainnya dan memiliki prospek yang cerah untuk kedepannya (Neti Suriana).
Meskipun tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang dibudidayakan, tetapi tetap saja ada beberapa kendala dalam proses budidayanya. Salah satu kendala yang dihadapi pada saat membudidayakan tanaman kelapa sawit, yaitu adanya serangan dari organisme pengganggu tumbuhan. Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah semua organisme yang mengganggu tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit atau yang biasa sering disebut sebagai penyakit Ganoderma, merupakan salah satu kendala dalam membudidayakan tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh gangguan organisme lain yaitu jamur. Jamur yang menyebabkan penyakit ini memiliki nama ilmiah Ganoderma boninense. Pada Kabupaten Penajam Paser Utara sendiri penyakit ini juga menyerang tanaman kelapa sawit rakyat, hal ini dibuktikan dari pengamatan yang dilakukan penulis pada kebun sawit Kelompok Tani Utama Jaya Kelurahan Lawe-Lawe Kecamatan Penajam.
Penyakit busuk pangkal batang adalah ancaman serius bagi tanaman kelapa sawit. Penyakit ini dapat menurunkan produksi tanaman kelapa sawit bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit busuk pangkal batang merupakan penyakit yang tertular lewat tanah. Jamur Ganoderma memang berada di dalam tanah dan akan menginfeksi tanaman apabila kondisi mendukung seperti cuaca yang lembab. Gejala yang dialami oleh tanaman yang terinfeksi adalah daun bagian bawah mulai menguning, daun tampak layu, anak daun terlihat menggantung dan tidak segar, pertumbuhan tanaman menjadi lebih lambat dibanding tanaman sehat di sekitarnya, muncul retakan kecil di pangkal batang, pangkal terasa lebih lunak jika ditekan, dan kadang terlihat cairan berwarna cokelat kehitaman keluar dari batang.
Sampai saat ini belum ada pengendalian yang benar-benar bisa memusnahkan atau menyembuhkan tanaman kelapa sawit yang telah terinfeksi. Meskipun begitu jamur Ganoderma bisa ditekan pertumbuhannya, sehingga tidak menjalar ke bagian tubuh tanaman yang lain. Salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jamur Ganoderma adalah dengan pengaplikasian musuh alami jamur Ganoderma yaitu jamur Trichoderma spp. Jamur Trichodrma dapat menekan pertumbuhan jamur Ganoderma sehingga infeksi pada tanaman tidak parah dan tanaman tetap dapat berproduksi. Selain itu harus menjaga sanitasi pada kebun sehingga tidak menular ke tanaman yang lain.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda