Analisis Dugaan Kartel Dalam Rantai Pasok Minyak Goreng
JurnalPost.com - Polemik minyak goreng beberapa bulan terakhir masih terus menghantui masyarakat, bongkar pasang kebijakan Pemerintah dalam mengatasi persoalan ini masih belum efektif. Terkahir, Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atas kenaikan harga minyak goreng, sebesar Rp 300 ribu kepada 20,5 juta keluarga dan 2,5 juta pedagang, dengan rentang 3 bulan dengan total Rp 1,2 juta per penerima BLT.
Dimana, bagi penulis ini adalah hal paling kompromis menghadapi gurita swasta dalam bisnis minyak goreng. Dalam hal ini, penulis akan menganalisis rantai pasok minyak goreng dari perkebunan kelapa sawit, produsen Crude Palm Oil (CPO), kilang, hingga pabrik minyak goreng, dengan menggunakan data sebaran yang terdapat di berbagai sumber sebagai bahan analisis. Sebab, industri sawit idealnya menjadi cukup strategis untuk dibahas selain merupakan consumer goods, sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda