JurnalPost.com - Jeruji besi tak mampu membatasi niat suci dua insan untuk mengikat janji sehidup semati. Sabtu (14/2), Aula Ngusman Rutan Kelas IIB Pangkep dipenuhi suasana haru ketika sebuah prosesi akad nikah digelar dengan khidmat, menghadirkan nuansa berbeda di balik tembok pembinaan.
Sejak pagi hari, keluarga kedua mempelai serta penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat telah berkumpul menyaksikan momen sakral tersebut. Meski berlangsung di lingkungan rutan, seluruh rangkaian tetap mengikuti syariat pernikahan dan prosedur keamanan yang berlaku, sehingga acara berjalan tertib tanpa mengurangi makna religiusnya.
Petugas Rutan Pangkep tampak sigap mengatur berbagai persiapan, mulai dari penataan aula hingga pengawalan jalannya prosesi. Mereka tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi saksi kebahagiaan sederhana yang lahir dari perjalanan hidup salah satu warga binaan.
Kepala Rutan, Irphan Dwi Sandjojo, menyampaikan bahwa pemberian izin menikah merupakan bagian dari pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
"Kami ucapkan selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai dan keluarga. Semoga pernikahan ini menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya," ujarnya.
Prosesi pun ditutup dengan doa bersama dan sesi foto keluarga yang sarat emosi. Di tengah suasana yang tak lazim, momen tersebut meninggalkan kesan hangat—bahwa harapan dan kebahagiaan tetap bisa tumbuh, bahkan di balik jeruji.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda