Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Agar Murid Pintar, Guru-Guru Ini Malah Mengajar Pakai Bahasa Daerah

Agar Murid Pintar, Guru-Guru Ini Malah Mengajar Pakai Bahasa Daerah

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 Maret 2018, 15.12 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Agar Murid Pintar, Guru-Guru Ini Malah Mengajar Pakai Bahasa Daerah

Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jurnalppst - Hari ini di SDN Kadahang, Kecamatan Haharu, Sumba Timur ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kalau sebelumnya anak-anak belajar dengan pengantar bahasa Indonesia yang diselangselingi bahasa daerah, hari ini tidak.

Pada sesi pertama, mereka diajar dengan bahasa daerah yaitu bahasa Kapunduk secara penuh lebih kurang 35-45 menit. Guru sama sekali tidak menggunakan bahasa Indonesia. Setelah anak-anak dianggap memahami materi yang diajarkan, guru baru menggunakan Bahasa Indonesia dengan materi yang sama dan durasi waktu yang sama pula. Sehingga satu materi, diajarkan dengan dua bahasa berbeda, namun secara bergantian dengan alokasi waktu sendiri-sendiri.

IKLAN

“Kegiatan seperti ini benar-benar baru kami lakukan. Mengajar materi yang sama dengan dua bahasa yang masing-masing bahasa harus dipakai secara penuh, tidak selang seling. Biasanya kami mencampur-campur saja, atau langsung menerjemahkan saja ke bahasa daerah, kalau kami rasa siswa tidak mengerti pelajaran kalau disampaikan dalam bahasa Indonesia,” ujar Ana, salah satu guru yang mempraktekkan mengajar dengan cara baru tersebut di SD Kadahang.

Ketika Para Guru Mengungkapkan dengan Jujur Kelemahannya
Baca Juga

Ketika Para Guru Mengungkapkan dengan Jujur Kelemahannya

Menurut ibu Kartini, yang juga praktik menggunakan cara baru tersebut di kelas tiga, dia sempat kebingungan. “Saya sempat bingung membahasakan dalam bahasa Kapunduk kata ‘persegi panjang’. Namun akhirnya saya temukan padanannya. Saya tunjuk meja sambil berkata hakalo kamale dan para siswa ternyata mengerti,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan juga oleh Ibu Omi, “Kami jadinya harus banyak menggunakan bahasa kapunduk yang kadang jarang kami pakai. Dengan cara ini, kami juga harus belajar banyak bahasa kami sendiri,” ujarnya.

Metode baru mengajar bergantian memakai dua bahasa ini merupakan salah satu strategi yang dikenalkan INOVASI agar siswa menangkap pelajaran lebih baik, mendukung Dinas Pendidikan Sumba Timur untuk meningkatkan kualitas siswa di daerah tersebut.

IKLAN

“Hal ini agar siswa lebih cepat menangkap konsep-konsep dasar yang termuat dalam pelajaran, berinteraksi dengan guru dan teman-temannya juga lebih intens karena tidak ada hambatan kebahasaan, dan mampu mengerjakan lembar kerja dengan lebih baik,” ujar Johnny Tjia, PhD, ahli linguistik yang menjadi narasumber kegiatan INOVASI untuk kegiatan transisi bahasa pembelajaran di Sumba Timur baru-baru ini.

Guru Praktik Mengajar Integrasikan Literasi dalam Pembelajaran
Baca Juga

Guru Praktik Mengajar Integrasikan Literasi dalam Pembelajaran

Menurutnya efektifitas penggunaan metode tersebut telah terbukti di banyak negara. Pengulangan pembelajaran dengan dua bahasa yang berbeda yang dilakukan akan memperkuat anak semakin mengerti. “Anak-anak memang fitrahnya belajar lewat pengulangan-pengulangan atau repetisi. Pengulangan akan memperkuat apa yang telah dipelajari sebelumnya, dan akan membuat siswa juga menguasai bahasa keduanya secara lebih sempurna,” ujarnya kembali.

Menurut Yermias Umbu Hiwa Wunu, yang telah melakukan praktik mengajar bergantian dengan ibu Ina di SD Kadahang cara ini dia saksikan lebih cepat membuat anak mengerti pelajaran lebih cepat. “Karena menggunakan bahasa daerah, mereka menjadi mudah lebih paham ketika kami ajar mengenai persegi panjang. Nalar mereka juga cepat menangkap. Saat sesi kedua dengan materi yang sama tapi menggunakan bahasa Indonesia, pengetahuan mereka juga semakin dikuatkan,” ujarnya.

Menurut Johnny, hal yang tak kalah penting diperhatikan agar siswa cepat menangkap pembelajaran dan menguasai bahasa baru adalah siswa benar-benar terlibat dalam pembelajaran.

“Pembelajarannya harus bersifat aktif dan kontekstual. Transisi bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia akan sulit dilakukan dengan cepat kalau guru hanya menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Anak-anak dengan cara demikian akan pasif dan tidak bisa mengeluarkan semua potensinya, baik potensi pengetahuan maupun kebahasaannya. Kalau mereka gunakan metode siswa berkelompok, melakukan presentasi, melakukan percobaan dan menemukan sendiri berbagai pengetahuan, mereka akan cepat menangkap pelajaran dan juga cepat menguasai bahasa baru,” ujarnya.

Guru bersama peserta didik
Baca Juga

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Para peserta workshop yang terdiri para guru, kepala sekolah, komite dan para fasda pada akhirnya menyepakati bahwa tiga sekolah yaitu SD Kadahang, SD Wunga dan SD Kapunduk yang menjadi rintisan program akan melakukan metode tersebut mencoba menerapkannya selama satu bulan untuk diuji lebih jauh tingkat efektifitasnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/agar-murid-pintar-guru-guru-ini-malah-mengajar-pakai-bahasa-daerah/6411/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.59 WITA

  • #Bahasa Daerah
  • #Guru
  • #Mengajar
  • #Murid Pintar
  • #Sumba

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.