JurnalPost.com - Saat ini, situasi global memang penuh dengan tekanan yang begitu bergejolak. Namun, Indonesia masih mampu survive dalam kondisi tersebut.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per November 2025 sebanyak 7,35 juta orang atau turun sebesar 0,109 juta orang jika dibandingkan dengan periode Agustus 2025.
Berdasarkan data tersebut, lulusan SMK menyumbang tingkat pengangguran paling tinggi menyentuh 8,45%. Disusul lulusan SMA 6,55%, dan jenjang lulusan D-IV, S-1, S-2, dan S-3 sebesar 5,38%.
Melihat adanya fenomena tersebut, Habibullah Al Faruq membuat platform karier berbasis teknologi digital "Lowongan Path". Platform tersebut dibuat guna menjembatani adanya kesenjangan antara pencari kerja dan perusahaan.
Permudah Akses Loker dan Peluang Karier Lowongan Path hadir dengan misi yang sangat sederhana, yakni memudahkan pencari kerja, khususnya para fresh graduate untuk menemukan peluang karier terbaiknya, mulai dari full time, part time, seasonal, freelance, internship, dan banyak lagi.
"Platform ini (Lowongan Path) kami buat untuk mempermudah pencari kerja mendapatkan peluang karier pertamanya, maupun karier impiannya," ujar Habibullah Al Faruq, pendiri Lowongan Path, dalam keterangannya, Minggu (08/02/2026).
Tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja, Lowongan Path juga menawarkan layanan tambahan. Layanan tersebut meliputi konsultasi, edit CV, dan tips dalam melamar pekerjaan.
"Sementara ini sudah ada lebih dari 750 info lowongan kerja yang dipublikasikan dan terus bertambah setiap harinya. Walau layanan yang ada masih basic, tetapi harapan ke depan bisa semakin lengkap, dan kami sedang fokus menggarap online course," imbuh Habib.

Dorong Fresh Graduate Tingkatkan Hard-skill dan Soft-skill Selain layanan yang ada, Habib juga memiliki target jangka panjang untuk mengembangkan situs Lowongan Path menjadi platform karier terpadu dengan pendampingan satu-satu dan job fair yang bisa melibatkan berbagai pihak.
Di sisi lain, Habib juga mendorong para pencari kerja, khususnya fresh graduate untuk senantiasa meningkatkan kapasitas hard-skill maupun soft-skill. Terlebih, era Artificial Intelligence (AI) telah dimulai dan manusia tidak boleh kalah.
"Zaman sudah berubah, banyak profesi baru bermunculan berkat AI. Orang yang hebat bukanlah mereka yang paling pintar, tapi mereka yang mampu menyesuaikan dan mengikuti perkembangan zaman," jelas Habib.
Habib juga mengungkap, perbedaan zaman dan generasi begitu sangat terasa. Harapannya, setiap individu bisa tetap terus survive di era digital sekarang ini.
"Tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri," tutupnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda