Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. 2026: Tahun Ujian Ketahanan Ekonomi Daerah

2026: Tahun Ujian Ketahanan Ekonomi Daerah

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
11 Januari 2026, 10.53 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Perekonomian Nasional Menguat
Oleh: Herwin Mopangga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo Ekonom Kementerian Keuangan Provinsi Gorontalo JurnalPost.com - Perekonomian global dan nasional langsung menghadapi situasi yang tidak sederhana sejak awal 2026 ini. Eskalasi geopolitik internasional mulai dari ketegangan politik di Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, dinamika Amerika Latin, hingga rivalitas kekuatan besar, meningkatkan ketidakpastian global. Dampaknya tidak selalu hadir dalam bentuk krisis terbuka, tetapi menjalar melalui volatilitas harga energi, gejolak pasar keuangan, dan perubahan perilaku investor dunia yang semakin berhati-hati. Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbuka tentu tidak berada di ruang hampa. Tekanan eksternal tercermin pada pergerakan nilai tukar Rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.700–16.800 per dolar AS, meningkatnya harga emas sebagai aset lindung nilai, serta naiknya imbal hasil surat utang negara yang menandakan meningkatnya premi risiko. Dalam situasi seperti ini, stabilitas makroekonomi menjadi kata kunci, bukan semata mengejar pertumbuhan tinggi dalam jangka pendek. Di tengah tekanan global tersebut, respon kebijakan nasional relatif terukur. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 4,75 persen dengan pertimbangan inflasi yang tetap rendah dan terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen, stabilitas nilai tukar, serta kebutuhan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini menunjukkan pendekatan yang berimbang yakni tidak tergesa-gesa melonggarkan kebijakan yang dapat memicu volatilitas Rupiah, namun juga tidak memperketat secara berlebihan sehingga menahan kredit dan investasi. Di sisi domestik, indikator permintaan masih menunjukkan ketahanan. Survei Konsumen Bank Indonesia Desember 2025 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen berada pada level optimis, mencerminkan persepsi masyarakat yang masih cukup positif terhadap kondisi ekonomi. Aktivitas sistem pembayaran digital juga melonjak signifikan pada akhir tahun, menandakan tingginya perputaran transaksi dan konsumsi. Namun, indikator-indikator ini tidak boleh dibaca secara berlebihan. Optimisme konsumen perlu dijaga agar tidak tergerus oleh tekanan harga, pelemahan daya beli, atau ketidakpastian lapangan kerja. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga menegaskan bahwa APBN 2026 langsung berjalan sejak awal tahun, berperan sebagai shock absorber dalam merespons dinamika ekonomi global maupun dalam negeri. Langkah konsolidasi melalui kunjungan kerja internal dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan kebijakan fiskal, peningkatan koordinasi antarunit, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mengelola kompleksitas anggaran negara. Tantangan internal Indonesia pada 2026 tidak ringan. Beban pembayaran utang pemerintah yang meningkat membatasi ruang fiskal untuk mendorong pembangunan agresif. Di saat yang sama, risiko bencana alam berulang seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem, telah menambah tekanan terhadap ekonomi daerah, khususnya sektor pangan dan infrastruktur dasar. Kombinasi tekanan eksternal dan keterbatasan fiskal domestik membuat tahun 2026 layak disebut sebagai tahun ujian bagi ketahanan ekonomi nasional dan daerah. Bagi Provinsi Gorontalo, ujian tersebut terasa lebih nyata. Struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada pertanian, perikanan, UMKM, dan belanja pemerintah sangat sensitif terhadap kenaikan biaya logistik, harga energi, dan stabilitas harga pangan. Ketika harga BBM, pupuk, pakan, atau biaya distribusi meningkat, dampaknya langsung terasa pada harga di pasar dan daya beli rumah tangga. Jika belanja pemerintah pusat melambat akibat penyesuaian fiskal, efek lanjutannya adalah tertundanya proyek dan melemahnya perputaran ekonomi lokal. Namun demikian, situasi global yang penuh ketidakpastian bukan hanya membawa ancaman, tetapi juga peluang. Ketika perdagangan internasional terganggu dan harga impor meningkat, penguatan produksi lokal dan ketahanan pangan justru menjadi strategi rasional. Gorontalo memiliki modal penting untuk itu yakni basis pertanian pangan, perikanan tangkap dan budidaya, serta UMKM yang relatif adaptif. Dalam konteks ini, agenda memperkuat produksi lokal, memperpendek rantai distribusi, serta menekan biaya logistik menjadi semakin relevan. Tabel. Laju Inflasi Gorontalo Tahun 2023-2025
Tahun Inflasi (y-on- y, %) Keterangan Utama
2023 ±2,65–3,00* Inflasi relatif tinggi dipicu kenaikan harga pangan dan energi pasca pemulihan pandemi
2024 -0,79 Terjadi deflasi tahunan, terutama akibat normalisasi harga pangan dan pelemahan permintaan
2025 2,52 Inflasi kembali positif dan terkendali, didorong pangan dan perawatan pribadi
Sumber: BPS Provinsi Gorontalo 2026 Tahun 2026 seharusnya dimaknai sebagai momentum konsolidasi, bukan ekspansi yang gegabah. Pemerintah daerah perlu memastikan inflasi pangan tetap terkendali melalui koordinasi yang kuat, menjaga kelancaran distribusi, dan memperkuat cadangan pangan daerah. Belanja daerah harus diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung ke ekonomi rakyat seperti padat karya, irigasi kecil, jalan produksi, cold chain perikanan, dan dukungan nyata bagi UMKM. Di tengah keterbatasan fiskal, kualitas belanja jauh lebih penting daripada sekadar besarnya anggaran. Pada saat yang sama, ketahanan sosial ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas. Ketika dunia kerja menghadapi ketidakpastian dan investasi cenderung selektif, perlindungan terhadap kelompok rentan dan penguatan ekonomi mikro menjadi bantalan penting agar gejolak global tidak berubah menjadi krisis sosial di tingkat lokal. Di sinilah peran pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat. Singkatnya, prospek ekonomi 2026 bagi Indonesia dan Gorontalo bukanlah cerita hitam-putih. Pertumbuhan masih mungkin terjadi, tetapi dengan risiko yang lebih tinggi. Daerah yang mampu membaca arah angin global, menjaga stabilitas harga, memperkuat ekonomi lokal, dan mengelola risiko sejak dini akan lebih siap menghadapi guncangan. Tahun 2026 bukan tahun untuk lengah, tetapi juga bukan tahun untuk pesimis. Ia adalah tahun ujian, dan dari ujian inilah kualitas ketahanan ekonomi daerah akan benar-benar diuji.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/2026-tahun-ujian-ketahanan-ekonomi-daerah/89871/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.06 WITA

  • #Ketahanan Ekonomi
  • #Opini Dosen

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.