Tingkatkan Produksi Pangan dengan Optimalisasi Lahan Rawa
JurnalPost.com - Dalam upaya meningkatkan produksi pangan di tahun 2024, Kementerian Pertanian mempercepat penanaman padi dengan mengoptimalkan lahan rawa. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menargetkan optimalisasi lahan rawa di akhir tahun 2023 mencapai 1,5 juta hektar. Luasan lahan tersebut akan ditanam komoditas pangan khususnya beras dan jagung.
Pada tahun 2024, produksi beras ditargetkan sebesar 34 juta ton. Swasembada beras juga diharapkan kembali dilakukan Indonesia dengan meningkatnya produksi sehingga impor akan beras menurun.
Indonesia memiliki potensi lahan rawa yang bisa digarap menjadi lahan sawah. Menurut hasil kajian Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2015, lahan rawa di Indonesia seluas 33,41 juta hektar. Lahan rawa di Indonesia terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak. Lahan rawa tersebut terdiri dari rawa pasang surut seluas 8,92 juta hektar dan rawa lebak seluas 25,21 juta hektar.
Lahan rawa paling luas berada di Provinsi Papua dengan luas sebesar 7,61 juta hektar. Disusul Riau seluas 4,91 juta hektar, Kalimantan Tengah seluas 4,11 juta hektar, dan Sumatera Selatan 3,36 juta hektar. Dari total luas lahan rawa di Indonesia, sekitar 14,18 hektar berpotensi untuk dijadikan pertanian sawah dan baru sekitar 6,77 juta hektar yang dimanfaatkan.
Upaya pemanfaatan potensi lahan rawa untuk meningkatkan produksi pangan dilakukan melalui peningkatan intensitas pertanaman (IP). Berdasarkan hasil analisis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang), Kementerian Pertanian menunjukkan jika IP ditingkatkan dari IP 100 menjadi IP 200 pada 1,15 juta hektar lahan rawa yang tersebar di 10 provinsi, dapat diperoleh peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 3,5 juta ton per tahun.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda