26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Tangan Bersih Menyeluruh Tanpa Menyentuh; Mahasiswa KKN UNS Membuat Touchless Portable Washtafel

JURNALPOST – Tepat satu tahun kita semua hidup berdampingan dengan virus Covid-19. Tepat satu tahun pula kita semua akrab dengan kebiasaan-kebiaasan baru. Salah satu kebiasaan baru tersebut adalah kebiasaan mencuci tangan secara berkala. Terbatasnya ketersediaan wastafel cuci tangan di tempat-tempat umum di sekitar Desa Kadilangu membuat masyarakat Desa Kadilangu kesulitan untuk melakukan kebiasaan mencuci tangan yang seharusnya dilakukan secara berkala di sela-sela kegiatan mereka.

Melihat terbatasnya ketersediaan wastafel cuci tangan di Desa Kadilangu, mahasiswa KKN UNS Kelompok 113 membuat Touchless Portable Washtafel atau wastafel cuci tangan system injak. Pembuatan Touchless Portable Washtafel merupakan program unggulan KKN UNS Kelompok 113 serta projek kerjasama antara mahasiswa KKN UNS Kelompok 113 dengan masyarakat Desa Kadilangu. Proses Pembuatan Portable Touchless Washtafel ini dilakukan di rumah Bapak Hafid (37) yang merupakan salah satu warga Desa Kadilangu dan memakan waktu selama dua minggu, dimulai dari tanggal 7 Februari hingga 21 Februari 2021.

Pemilihan konsep touchless ini dipilih karena mengacu anjuran yang ada untuk sebisa mungkin meminimalisir tangan memegang benda-benda yang di tempat umum yang kemungkinan besar dihinggapi berbagai macam virus. Farhan Rintan (23) mengungkapkan bahwa kesulitan dalam proses pengerjaan Touchless Portable Washtafel ini adalah ketika merangkai bagian rangka.

Foto: Proses finishing Touchless Portable Washtafel oleh TIM KKN UNS 113

“Touchless Portable Washtafel ini terbagi menjadi dua bagian yakni bagian rangka dan bagian tangki. Bagian rangka terbuat dari rangkaian besi L yang disambungkan dengan cara dilas, kemudian saat bagian rangka sudah jadi disambungkan dengan plat besi sebagai injakan, bak wastafel yang juga disambungkan dengan selang sebagai saluran pembuangan. Bagian tangki terbuat dari drem plastic yang dipasangkan dengan kran tuas. Saat kedua bagian tersebut sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah memasangkan kedua bagian tersebut menjadi satu kesatuan, dengan begitu Touchless Portable Washtafel atau wastafel cuci tangan sistem injak siap digunakan,” ujar Farhan Rintan ketika menjelaskan bagaimana proses pembuatan Touchless Portable Washtafel.

Foto : Wastafel cuci tangan sIstem injak oleh TIM KKN UNS 113

Sebagai bentuk tindak lanjut dari projek pembuatan Touchless Portable Washtafel ini ditempatkan di salah satu tempat umum yang ada di Desa Kadilangu yakni lapangan voli. Pemilihan lapangan voli di dasarkan pada belum tersedianya tempat cuci tangan di lokasi tersebut yang dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan olahraga voli mereka. Supaya tetap menerapkan protokol kesehatan ketika sedang berolahraga. Saudara Farhan Rintan selaku penanggung jawab projek ini menyerahkan wastafel teresebut kepada Bapak Parno (43) selaku penanggung jawab kegiatan olahraga voli di Desa Kadilangu.

Foto : Penyerahan wastafel cuci tangan sistem injak oleh TIM KKN UNS 113

“Saya berharap dengan adanya wastafel cuci tangan sistem injak yang dibuat oleh kami kelompok 113 dapat mencegah covid-19 dengan menciptakan kebiasaan hidup bersih dengan mencuci tangan pada masyarakat Desa Kadilangu, serta dengan konsep touchless yang kita gunakan dapat menjadi salah satu upaya yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ungkap Farhan Rintan pada saat penyerahan Touchless Portable Washtafel. (Gita dan Tim KKN UNS 113 Kadilangu)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.