Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Self-Love Dalam Pandangan Agama dan Psikologi

Self-Love Dalam Pandangan Agama dan Psikologi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
21 April 2021, 17.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Self-Love Dalam Pandangan Agama dan Psikologi

JURNALPOST - Sebagai insan biasa kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, yang dapat memposisikan diri kita dalam rasa bersalah yang mendalam, bahkan mungkin sampai menghakimi diri semdiri. Kita mungkin juga pernah merasa terlahir sebagai manusia yang tidak berguna, apalagi ketika kita menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang kita miliki. Ternyata itu hal yang biasa dalam kehidupan. Wajar jika kita pernah ada dalam posisi seperti itu, dan mungkin hampir semua orang pernah merasakannya.

Namun yang membedakan adalah bagaimana cara kita mengahadapi situasi seperti itu. Apakah kita akan terus menghakimi diri sendiri ataupun kita dapat belajar untuk lebih mencintai diri sendiri saat kita tahu bahwa masih banyak kekurangan yang ada dalam diri kita. Artikel ini akan membahas mengenai makna self-love dan bagaimana pandangan Islam  dan psikologi mengenai self love.

IKLAN

Perlu kita ketahui bahwa self-love disini berbeda dengan narsisisme yang lebih cenderung mencintai diri sendiri dengan cara yang sangat berlebihan sehingga cenderung egois dan menganggap dirinyalah yang paling benar. Sedangkan self love disini lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita mampu menghargai diri sendiri, mampu memahami dan juga berteman dengan diri sendiri sehingga dapat menjadi individu yang lebih baik lagi untuk diri sendiri maupun orang lain.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Kholashaba (2012) menuturkan bahwasanya menurutnya self-love adalah kondisi dimana kita dapat mengahargai diri sendiri dengan cara mengapresiasi diri saat kita mampu mengambil keputusan dalam perkembangan spritual, fisik, dan juga psikologis.

Lantas bagaimana self-love ini jika dilihat dari perspektif agama islam dan ilmu psikologi, berikut ulasannya:

Self-Love Dalam Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam mencintai diri sendiri adalah suatu kewajiban sebagai perwujudan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Secara sederhananya dapat dikatakan bahwa mencintai diri sendiri merupakan bentuk rasa cinta kita kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Hazhira Qudsyi S.Psi., M.A., dosen Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam kajian lensa muslimah dengan tema “Cintai Dirimu Buang Egomu” mengatakan bahwa self love merupakan sebuah pondasi dalam setiap hubungan karena dengan mencintai diri sendiri seseorang akan memiliki harga diri, citra diri yang positif dan penerimaan diri yang akan menjadi kunci hubungan yang sehat dan bahagia. Selain itu ia juga menuturkan bahwa “Self love yang benar haruslah didasarkan pada cinta kita kepada Allah dan Rasulnya, karena itulah cinta tertinggi dan sebenar-benarnya cinta,”

Dalam sebuah artikel yang berjudul “mencintai diri sendiri dalam islam” yang dikeluarkan oleh http://www.inforepublik.com/ dikatakan bahwa kita harus menghargai setiap kebaikan yang telah berhasil kita capai, sekecil apapun itu. karena sesungguhnya seorang Muslim yang terbaik itu bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat kesalahan, akan tetapi mereka yang setiap kali melakukan kesalahan mereka sadar dan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya lagi dan lagi. Tidak perlu sakit hati, tidak perlu ada kecewa. Karena sesungguhnya segala sesuatu itu adalah baik bagi seorang Muslim selama dia bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar saat diberikan ujian.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep Self-love merupakan bagian dari taat pada perintah Allah menurut pandangan Islam, karena dengan mencintai diri sendiri seseorang dapat lebih mensyukuri dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang telah dititpkan Allah dalam dirinya.

Self-Love dalam Pandangan Psikologi

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

IKLAN

Berdasarkan penelitiana-penelitian psikologi, rasa cinta terhadap diri dan rasa kasih sayang merupakan kunci untuk memperoleh kesehatan mental dan kesejahteraan yang baik. Selain itu konsep self-love dapat menjaga diri kita dari depresi dan kecemasan. Dr. Aaron Krasnow, Ph.D., assistant vice president and director of ASU Counseling Services berkata “Self-love is the primary relationship you’ll have in your life. The more you develop this relationship the more fulfilling your life will be.” Sehingga dapat kita ketahui bahwa rasa cinta terhadap diri merupakan hubungan utama yang akan kita miliki dalam kehidupan kita, yang mana apabila semakin kita kembangkan hubungan ini akan semakin memuaskan hidup kita.

Dalam artikel “kekuatan dari self-love” oleh https://communication.binus.ac.id/ Seseorang yang tidak memiliki rasa cinta terhadap dirinya akan mengandalkan teman-temannya untuk membangun citra diri dan keyakinan diri agar memungkinkan mereka untuk memperoleh identitas diri. Namun akibatnya apabila hubungan itu berakhir, mereka tidak hanya kehilangan hubungan itu, tetapi juga identitas dirinya.

Dalam pandangan psikologi self-love sangat dibutuhkan untuk mencari identitas diri agar orang lain dapat lebih menghargai diri kita. Dan akan membuat diri kita lebih bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita sehingga dapat memberi kebahagiaan batin, kepercayaan diri, dan ketenangan pikiran yang tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat orang lain.

Dari kedua pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwasanya konsep self-love sangat dibutuhkan setiap orang, baik ditinjau dari sisi agama maupun psikologi. Mencintai diri sendiri itu bukanlah suatu hal yang egois. Dengan mencintai diri sendiri kita dapat memberikan manfaat baik untuk diri kita maupun orang lain. Jika ditinjau dari segi psikologi rasa cinta terhadap diri sendiri sangat mempengaruhi emosi kita untuk menjadi sosok yang bahagia sehingga mampu memberi energi positif dalam diri kita maupun orang lain. Selain itu self-love merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap pemberian Allah. Kita dapat mencintai diri kita dengan mensyukuri segala kelebihan dan kekurangan diri, kemudian menjaga setiap kelebihan dan mensyukurinya, dan berusaha memperbaiki setiap kekurangan, bukan untuk merubah takdir yang telah ditetapkan namun sebagai bentuk ikhtiar bahwa kita berusaha untuk memperbaiki keadaan dan juga mensyukurinya.

Misalnya ketika kita menyadari bahwa Allah telah melebihkan kita dalam bidang akademik dan kita memiliki kekurangan dalam bidang seni, maka kita harus lebih giat lagi belajar untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi kita dalam bidang akademik namun disamping itu tetap berusaha untuk meningkatkan nilai seni yang merupakan kekurangan diri dengan cara terus berlatih tanpa harus mehakimi diri karena kekurangan tersebut. Oleh karena itu marilah kita tanamkan rasa cinta pada diri kita sejak  dini  agar kita mampu untuk terus mengembangkan potensi di dalam diri dan lebih menghargai diri sendiri.

Referensi :

Kusuma. Ade Chandra Gita. (2020) “Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?” https://satupersen.net/blog/self-love-menghargai-diri-sendiri-kalau-bukan-kamu-siapa-lagi

“mencintai diri sendiri dalam islam”. (2019) yang dapat di akses pada link http://www.inforepublik.com/mencintai-diri-sendiri-dalam-islam

Universitas Islam Indonesia (UII). (2021) “Mencintai diri sendiri sebagai bentuk cinta kepada Allah” https://www.uii.ac.id/mencintai-diri-sendiri-sebagai-bentuk-cinta-kepada-allah/

Binus University. (2019) “Kekuatan dari Self-Love” https://communication.binus.ac.id/2019/01/22/kekuatan-dari-self-love/

Fajar Fitriana                                                                                                           Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) bisa dihubungi di : [email protected]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/self-love-dalam-pandangan-agama-dan-psikologi/19795/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 13.15 WITA

  • #Self Love

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.