24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Self-Love Dalam Pandangan Agama dan Psikologi

JURNALPOST – Sebagai insan biasa kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, yang dapat memposisikan diri kita dalam rasa bersalah yang mendalam, bahkan mungkin sampai menghakimi diri semdiri. Kita mungkin juga pernah merasa terlahir sebagai manusia yang tidak berguna, apalagi ketika kita menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang kita miliki. Ternyata itu hal yang biasa dalam kehidupan. Wajar jika kita pernah ada dalam posisi seperti itu, dan mungkin hampir semua orang pernah merasakannya.

Namun yang membedakan adalah bagaimana cara kita mengahadapi situasi seperti itu. Apakah kita akan terus menghakimi diri sendiri ataupun kita dapat belajar untuk lebih mencintai diri sendiri saat kita tahu bahwa masih banyak kekurangan yang ada dalam diri kita. Artikel ini akan membahas mengenai makna self-love dan bagaimana pandangan Islam  dan psikologi mengenai self love.

Perlu kita ketahui bahwa self-love disini berbeda dengan narsisisme yang lebih cenderung mencintai diri sendiri dengan cara yang sangat berlebihan sehingga cenderung egois dan menganggap dirinyalah yang paling benar. Sedangkan self love disini lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita mampu menghargai diri sendiri, mampu memahami dan juga berteman dengan diri sendiri sehingga dapat menjadi individu yang lebih baik lagi untuk diri sendiri maupun orang lain.

Kholashaba (2012) menuturkan bahwasanya menurutnya self-love adalah kondisi dimana kita dapat mengahargai diri sendiri dengan cara mengapresiasi diri saat kita mampu mengambil keputusan dalam perkembangan spritual, fisik, dan juga psikologis.

Lantas bagaimana self-love ini jika dilihat dari perspektif agama islam dan ilmu psikologi, berikut ulasannya:

Self-Love Dalam Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam mencintai diri sendiri adalah suatu kewajiban sebagai perwujudan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Secara sederhananya dapat dikatakan bahwa mencintai diri sendiri merupakan bentuk rasa cinta kita kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

Hazhira Qudsyi S.Psi., M.A., dosen Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam kajian lensa muslimah dengan tema “Cintai Dirimu Buang Egomu” mengatakan bahwa self love merupakan sebuah pondasi dalam setiap hubungan karena dengan mencintai diri sendiri seseorang akan memiliki harga diri, citra diri yang positif dan penerimaan diri yang akan menjadi kunci hubungan yang sehat dan bahagia. Selain itu ia juga menuturkan bahwa “Self love yang benar haruslah didasarkan pada cinta kita kepada Allah dan Rasulnya, karena itulah cinta tertinggi dan sebenar-benarnya cinta,”

Dalam sebuah artikel yang berjudul “mencintai diri sendiri dalam islam” yang dikeluarkan oleh http://www.inforepublik.com/ dikatakan bahwa kita harus menghargai setiap kebaikan yang telah berhasil kita capai, sekecil apapun itu. karena sesungguhnya seorang Muslim yang terbaik itu bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat kesalahan, akan tetapi mereka yang setiap kali melakukan kesalahan mereka sadar dan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya lagi dan lagi. Tidak perlu sakit hati, tidak perlu ada kecewa. Karena sesungguhnya segala sesuatu itu adalah baik bagi seorang Muslim selama dia bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar saat diberikan ujian.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep Self-love merupakan bagian dari taat pada perintah Allah menurut pandangan Islam, karena dengan mencintai diri sendiri seseorang dapat lebih mensyukuri dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang telah dititpkan Allah dalam dirinya.

Self-Love dalam Pandangan Psikologi

Berdasarkan penelitiana-penelitian psikologi, rasa cinta terhadap diri dan rasa kasih sayang merupakan kunci untuk memperoleh kesehatan mental dan kesejahteraan yang baik. Selain itu konsep self-love dapat menjaga diri kita dari depresi dan kecemasan. Dr. Aaron Krasnow, Ph.D., assistant vice president and director of ASU Counseling Services berkata “Self-love is the primary relationship you’ll have in your life. The more you develop this relationship the more fulfilling your life will be.” Sehingga dapat kita ketahui bahwa rasa cinta terhadap diri merupakan hubungan utama yang akan kita miliki dalam kehidupan kita, yang mana apabila semakin kita kembangkan hubungan ini akan semakin memuaskan hidup kita.

Dalam artikel “kekuatan dari self-love” oleh https://communication.binus.ac.id/ Seseorang yang tidak memiliki rasa cinta terhadap dirinya akan mengandalkan teman-temannya untuk membangun citra diri dan keyakinan diri agar memungkinkan mereka untuk memperoleh identitas diri. Namun akibatnya apabila hubungan itu berakhir, mereka tidak hanya kehilangan hubungan itu, tetapi juga identitas dirinya.

Dalam pandangan psikologi self-love sangat dibutuhkan untuk mencari identitas diri agar orang lain dapat lebih menghargai diri kita. Dan akan membuat diri kita lebih bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita sehingga dapat memberi kebahagiaan batin, kepercayaan diri, dan ketenangan pikiran yang tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat orang lain.

Dari kedua pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwasanya konsep self-love sangat dibutuhkan setiap orang, baik ditinjau dari sisi agama maupun psikologi. Mencintai diri sendiri itu bukanlah suatu hal yang egois. Dengan mencintai diri sendiri kita dapat memberikan manfaat baik untuk diri kita maupun orang lain. Jika ditinjau dari segi psikologi rasa cinta terhadap diri sendiri sangat mempengaruhi emosi kita untuk menjadi sosok yang bahagia sehingga mampu memberi energi positif dalam diri kita maupun orang lain. Selain itu self-love merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap pemberian Allah. Kita dapat mencintai diri kita dengan mensyukuri segala kelebihan dan kekurangan diri, kemudian menjaga setiap kelebihan dan mensyukurinya, dan berusaha memperbaiki setiap kekurangan, bukan untuk merubah takdir yang telah ditetapkan namun sebagai bentuk ikhtiar bahwa kita berusaha untuk memperbaiki keadaan dan juga mensyukurinya.

Misalnya ketika kita menyadari bahwa Allah telah melebihkan kita dalam bidang akademik dan kita memiliki kekurangan dalam bidang seni, maka kita harus lebih giat lagi belajar untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi kita dalam bidang akademik namun disamping itu tetap berusaha untuk meningkatkan nilai seni yang merupakan kekurangan diri dengan cara terus berlatih tanpa harus mehakimi diri karena kekurangan tersebut. Oleh karena itu marilah kita tanamkan rasa cinta pada diri kita sejak  dini  agar kita mampu untuk terus mengembangkan potensi di dalam diri dan lebih menghargai diri sendiri.

Referensi :

Kusuma. Ade Chandra Gita. (2020) “Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?” https://satupersen.net/blog/self-love-menghargai-diri-sendiri-kalau-bukan-kamu-siapa-lagi

“mencintai diri sendiri dalam islam”. (2019) yang dapat di akses pada link http://www.inforepublik.com/mencintai-diri-sendiri-dalam-islam

Universitas Islam Indonesia (UII). (2021) “Mencintai diri sendiri sebagai bentuk cinta kepada Allah” https://www.uii.ac.id/mencintai-diri-sendiri-sebagai-bentuk-cinta-kepada-allah/

Binus University. (2019) “Kekuatan dari Self-Love” https://communication.binus.ac.id/2019/01/22/kekuatan-dari-self-love/

Fajar Fitriana                                                                                                           Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) bisa dihubungi di : fajarfitriana.mhd@gmail.com

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.