{"id":9971,"date":"2023-12-26T23:52:14","date_gmt":"2023-12-26T15:52:14","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9971"},"modified":"2023-12-27T00:27:21","modified_gmt":"2023-12-26T16:27:21","slug":"pentingnya-pengembangan-sumber-daya-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pentingnya-pengembangan-sumber-daya-manusia\/9971\/","title":{"rendered":"Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9972\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe.jpeg 1200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-225x300.jpeg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-150x200.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-300x400.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-696x928.jpeg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/ded8a855-a5c9-4027-9aaa-114101abb0fe-1068x1424.jpeg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>Michael Gunawan<\/strong><br \/>\n(Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Sosial Sains Universitas Pembangunan Panca Budi Medan)<\/p>\n<p><strong>a. Latar Belakang<\/strong><br \/>\nPengembangan sumber daya manusia hal yang sangat penting dalam ekonomi manajerial. Pengembangan SDM merupakan salah satu ruang lingkup ekonomi manajerial di samping strategi investasi dan infrastruktur, perencanaan biaya, serta strategi jangka panjang (CSR). Hal ini yang menyebabkan pentingnya peningkatan pengembangan sumber daya manusia. Di era globalisasi sekarang ini sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat banyak diperlukan serta menjadi kekuatan bagi negara untuk terus maju dan berkembang. Peningkatan pengembangan sumber daya manusia harus direncanakan dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.<\/p>\n<p>Sumber daya manusia merupakan unsur yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari organisasi (organisasi dan perusahaan). Sumber daya manusia juga merupakan salah satu unsur penting bagi perkembangan suatu perusahaan. Sumber daya manusia pada dasarnya terdiri dari orang-orang yang dipekerjakan oleh suatu organisasi sebagai fasilitator, pemikir, dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi. \u00a0SDM adalah ukuran bagaimana suatu perusahaan beroperasi. Sebenarnya banyak sekali aspek yang menunjang keberhasilan suatu organisasi, instansi, atau perusahaan. Namun kunci utama \u00a0keberhasilan mencapai tujuan tersebut terletak pada aspek kemanusiaannya. Tanpa talenta yang baik dan berkualitas, akan sulit bagi perusahaan untuk dapat berjalan dan berfungsi dengan baik, meskipun memiliki sumber daya lain.<\/p>\n<p>Selain untuk negara, memiliki SDM berkualitas merupakan aset besar bagi perusahaan. Ketika sebuah perusahaan menerima karyawan, perusahaan mengharapkan pelamar tersebut memiliki kualitas yang tinggi \u00a0Karyawan hebat \u00a0akan melakukan segalanya \u00a0dengan sempurna sehingga dapat menyelesaikan banyak tugas dengan cepat dan \u00a0efisien. Namun, tentu saja, ekspektasi tidak selalu sempurna \u00a0Terkadang apa yang telah direncanakan tidak berhasil \u00a0Atau \u00a0kinerja karyawan mungkin menurun. Tidak semua karyawan memenuhi standar yang diinginkan dan pekerjaannya tidak selalu memenuhi harapan. Dalam beberapa kasus, masalah mungkin terjadi dan menghambat kinerja. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan rutin terhadap bagian personalia dan departemen personalia.<\/p>\n<p><strong>b. Pembahasan<br \/>\nPengertian SDM<\/strong><br \/>\nManusia merupakan bagian penting dalam suatu organisasi yang bergerak dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kualitas orang-orang yang ada di dalamnya. SDM bekerja paling baik ketika organisasi dapat fokus pada kemampuan aktual karyawan dan mendukung kemajuan karir. Secara umum, pengembangan berbasis kompetensi mengarah pada peningkatan produktivitas karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas kerja, menciptakan kepuasan pelanggan, dan menguntungkan organisasi. Sumber daya manusia dapat diartikan sebagai seluruh orang yang terlibat dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.<\/p>\n<p>Pengertian sumber daya manusia menurut Nawawi dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian sumber daya manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia secara makro mencakup semua orang yang memasuki dunia kerja sebagai penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu, baik bekerja maupun tidak. Pengertian sumber daya manusia dalam arti mikro secara sederhana mencakup orang-orang yang bekerja pada atau menjadi anggota suatu organisasi dan disebut sebagai staf, karyawan, karyawan, pekerja, buruh, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Sumber daya manusia meliputi kemampuan berpikir dan kekuatan fisik yang dimiliki oleh seluruh individu dan manusia. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam kegiatan perusahaan SDM meliputi:<\/p>\n<p>\u2022 <strong>Tenaga kerja<\/strong>. Tenaga kerja adalah individu yang menghasilkan barang dan jasa dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tenaga kerja ada di kosara usia 15 sampai dengan 64 tahun. Usia produk ada di rentang usia 20\u00a0 sampai dengan 40 tahun.<br \/>\n\u2022 <strong>Tenaga ahli<\/strong>. Tenaga ahli adalah individu yang memiliki suatu keahlian khusus. Tenaga ahli sangat dibutuhkan oleh perusahaan.<br \/>\n\u2022 <strong>Pemimpin<\/strong>. Pemimpin berfungsi untuk memimpin jalannya perusahaan. Baik buruknya jalan perusahaan ada di tangan pemimpin.<br \/>\n\u2022 <strong>Pengusaha<\/strong>. Pengusaha adalah individu yang mampu mengembangkan usahanya. Pengusaha juga bisa membuka lapangan pekerjaan.<br \/>\n\u2022 <strong>Produsen<\/strong>. Produsen\u00a0 adalah individu yang bisa menghasilkan barang.<br \/>\n\u2022 <strong>Konsumen<\/strong>. Konsumen adalah individu pemakai dari barang yang diproduksi<\/p>\n<p><strong>Pengembangan Sumber Daya Manusia<\/strong><br \/>\nSecara umum, pengembangan sumber daya manusia mengacu pada kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusianya. Hal ini untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk mewujudkan perubahan positif pada karyawan. Terdapat beberapa contoh program pengembangan SDM yaitu skill training, retraning, cross functional training, team training, language training, technology training, hingga creativity training. Metode yang dapat diterapkan juga banyak yaitu mulai dari pelatihan, magang, pendidikan, rotasi kerja, studi banding, uji kompetensi, coaching hingga outbond.<\/p>\n<p><strong>Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia<\/strong><\/p>\n<p>Setelah mengerti apa itu pengembangan sumber daya manusia, selanjutnya adalah mengetahui strategi dari pengembangan sumber daya manusia, yaitu:<\/p>\n<p>1. <strong>Memberikan apresiasi kepada karyawan<\/strong><\/p>\n<p>Apresiasi merupakan suatu hal yang wajib ditunjukkan oleh perusahaan kepada karyawannya atas pelayanan yang diberikan. Rasa syukur dapat diungkapkan dengan berbagai cara, antara lain berupa tunjangan, pemberian barang, dan cara lainnya. Oleh karena itu, rasa syukur sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasi. Mengungkapkan rasa syukur diharapkan dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Salah satu bentuk pekerjaan yang lebih baik adalah dengan memberikan presentasi yang lebih detail agar pelanggan mau bekerja sama dengan perusahaan.<\/p>\n<p>2. <strong>Menyelenggarakan program pelatihan<\/strong><\/p>\n<p>Strategi pengembangan sumber daya manusia yang kedua adalah dengan menyelenggarakan program pelatihan. Program ini biasanya diselenggarakan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Contoh berbagai program pelatihan seperti penulisan kreatif, sistem desain, pelatihan kreatif, pelatihan tim, dan sebagainya. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas karyawan. Selain itu, pelatihan tim juga diperlukan untuk membangun kolaborasi yang kuat antar karyawan.<\/p>\n<p>3. <strong>Memberikan kesempatan untuk brainstorming ide<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai sebuah perusahaan, perusahaan harus memberikan kemudahan bagi karyawan untuk menyampaikan ide. Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bertukar pikiran tentang ide berarti perusahaan ingin mendengar ide apa yang dimiliki karyawan. Perusahaan juga dapat memilih ide mana yang akan dilanjutkan dan mana yang ditinggalkan. Jika suatu ide tampak menarik, maka suatu perusahaan dapat mengubahnya menjadi sebuah produk dan memberikan dampak positif bagi perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Tujuan Pengembangan Sumber Daya Manusia<\/strong><\/p>\n<p>Pengembangan sumber daya manusia mempunyai tujuan yang jelas. Secara umum \u00a0tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja atau individu melalui program pendidikan dan pelatihan, namun lebih khusus lagi tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk:<\/p>\n<p>1. <strong>Meningkatkan produktivitas di dalam pekerjaan<\/strong><\/p>\n<p>Produktivitas yang baik adalah hal yang dibutuhkan setiap bisnis. Ketika produktivitas meningkat, jumlah pekerjaan yang dilakukan juga meningkat \u00a0Hasilnya adalah sejumlah manfaat ganda. Ketika perusahaan memotivasi karyawannya, mereka mengharapkan dua hal terjadi: peningkatan semangat kerja \u00a0dan peningkatan produktivitas. Ketika produktivitas meningkat, keuntungan perusahaan juga meningkat. Ketika semangat kerja karyawan meningkat, ide mengalir, dan mereka secara alami mengembangkan produk yang lebih baik dari sebelumnya.<\/p>\n<p>2. <strong>Mengurangi kerusakan produk<\/strong><\/p>\n<p>Salah adalah hal yang wajar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kerusakan produk akibat kesalahan kerja merupakan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Kesalahan kecil masih diperbolehkan, namun jika terjadi berulang kali akan menimbulkan masalah besar. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang melakukan pekerjaan tersebut tidak dapat diandalkan atau mempunyai masalah. Oleh karena itu, hal ini harus dijaga seminimal mungkin. Pengembangan sumber daya manusia dapat meminimalkan cacat produk. Karyawan yang diterima pertama-tama dilatih sejauh mereka dapat melakukan pekerjaan dan mencapai tujuan yang diperlukan.<\/p>\n<p>3. <strong>Memastikan semua berjalan efisien<\/strong><\/p>\n<p>Ketika karyawan melakukan tugas secara tidak efisien, efisiensi waktu akan terpengaruh. Oleh karena itu, departemen sumber daya manusia melatih karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan terampil, berhasil, dan efisien. \u00a0\u201cEfisiensi\u201d merupakan kata kunci yang patut ditekankan dalam fungsi pengembangan sumber daya manusia. Jika karyawan bekerja dengan efisien, tidak akan ada kesalahan maka semua tugas akan selesai tepat waktu. Hal ini diharapkan dari perusahaan dalam hal pengembangan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>4. <strong>Meningkatkan sikap kepemimpinan<\/strong><\/p>\n<p>Secara alami, setiap orang adalah pemimpin. Setidaknya jika berbicara tentang diri mereka sendiri, pada kenyataannya tidak semua karyawan mampu memimpin karyawan lainnya. Selain itu, karyawan tersebut mungkin mudah tersinggung atau tidak tegas, meskipun dia, misalnya, adalah atasan karyawan lain. Tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan sikap kepemimpinan. Ada banyak kegiatan yang dapat membantu karyawan mengembangkan jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan membuat \u00a0karyawan menyadari pentingnya pekerjaannya<\/p>\n<p>5. <strong>Menciptakan moral karyawan atau manusia<\/strong><\/p>\n<p>Semangat kerja yang tinggi merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi para karyawan. Kejujuran, kerendahan hati, dan kemauan bekerja keras adalah yang utama. Penting untuk bersikap jujur ketika seorang karyawan mengaku telah menyelesaikan suatu tugas namun sebenarnya belum. Integritas adalah komoditas mahal yang harus dikembangkan oleh seluruh karyawan. Banyak perusahaan bangkrut karena penipuan. Semangat kerja karyawan yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif serta mampu menyediakan tempat kerja terbuka di mana setiap karyawan saling menghormati dan mendukung. Suasana yang menyenangkan mempengaruhi semangat kerja. Selalu merasa gembira ketika menyelesaikan suatu tugas mempengaruhi hasil kerja yang baik.<\/p>\n<p>6. <strong>Menaikkan balas jasa<\/strong><\/p>\n<p>Ketika pengembangan SDM dilakukan, maka kualitas pekerja semakin baik, imbasnya upaya balas jasa dilakukan dengan baik.<\/p>\n<p>7. <strong>Memberikan pelayanan baik kepada konsumen<\/strong><\/p>\n<p>Pelayanan menjadi salah satu alasan konsumen ingin kembali membeli produk dari suatu perusahaan. \u00a0Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Untuk memaksimalkan pelayanan konsumen, departemen pengembangan sumber daya manusia mengadakan pelatihan manajemen layanan. Apabila pelayanan baik dan konsumen puas maka keuntungan perusahaan juga akan meningkat.<\/p>\n<p><strong>c. Kesimpulan dan saran<\/strong><br \/>\n<strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nSumber daya manusia merupakan bagian penting dalam suatu organisasi yang bergerak dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kualitas orang-orang yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, penting untuk memastikan dan mengembangkan sumber daya manusia untuk menjalankan suatu organisasi dengan baik. Tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk mewujudkan perubahan positif pada karyawan. Terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan dalam pengembagan sumber daya manusia yaitu mulai dari pelatihan, magang, pendidikan, rotasi kerja, studi banding, uji kompetensi, coaching hingga outbond. Semua hal ini adalah untuk tercapainya sumber daya manusia yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerusakan produk, memastikan semua berjalan efisien, meningkatkan sikap kepemimpinan, memiliki moral yang baik, dan memberikan pelayanan baik kepada konsumen.<\/p>\n<p><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p>Setiap institusi diharapkan dapat melakukan pengembangan sumber daya manusia agar dapat merasakan berbagai manfaat untuk perusahaan itu sendiri serta negara karena otomatis negara akan memiliki warga negara yang berkualitas. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan langkah dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang baik agar tercapai tujuan yang diinginkan.<\/p>\n<p><strong>d. Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nhttp:\/\/repository.untag-sby.ac.id\/10198\/2\/BAB%201.pdf<br \/>\nhttps:\/\/www.gramedia. com\/literasi\/pengembangan-sdm\/<br \/>\nhttp:\/\/repository. unissula.ac.id\/17151\/7\/Bab%201.pdf<br \/>\nhttps:\/\/repository. uin-suska.ac.id\/5731\/3\/BAB%20II.pdf<br \/>\nhttps:\/\/runsystem .id\/id\/blog\/pengembangan-sdm\/<br \/>\nhttps:\/\/dibimbing. id\/blog\/detail\/contoh-program-pelatihan-dan-pengembangan-sdm<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Michael Gunawan (Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Sosial Sains Universitas Pembangunan Panca Budi Medan) a. Latar Belakang Pengembangan sumber daya manusia hal yang sangat penting dalam ekonomi manajerial. Pengembangan SDM merupakan salah satu ruang lingkup ekonomi manajerial di samping strategi investasi dan infrastruktur, perencanaan biaya, serta strategi jangka panjang (CSR). Hal ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9971","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9971\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}