{"id":986,"date":"2023-06-20T14:14:26","date_gmt":"2023-06-20T06:14:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=986"},"modified":"2023-06-20T14:14:26","modified_gmt":"2023-06-20T06:14:26","slug":"terbukti-ekonomi-kreatif-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/terbukti-ekonomi-kreatif-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi\/986\/","title":{"rendered":"Terbukti Ekonomi Kreatif Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Setiap negara selalu berupaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan ekonomi mencerminkan kesejahteraan masyarakat nya. Sama hal nya dengan Indonesia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun dalam prosesnya tentu tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap negara. Saat ini, salah satu upaya yang dijalankan di Indonesia yaitu melaksanakan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi yang mengedepankan kreatifitas dan inovasi didalamnya. Diharapkan ekonomi kreatif mampu meningkatkan daya cipta dalam kegiatan ekonomi. Maka dari itu, kreatifitas menjadi kunci utama agar roda perekonomian dapat terus berputar. Tidak hanya kreatif dalam proses produksi, tetapi juga masyarakat dituntut agar kreatif di bidang teknologi juga. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin pesat, maka kita harus bisa memanfaatkan dengan maksimal.<\/p>\n<p>Jenis \u2013 jenis bidang ekonomi kreatif yaitu : periklanan, kerajinan, pasar seni, arsitektur, desain, mode, perfilman, video, dan fotografi, game interaktif, industri musik, seni drama, penerbitan dan pencetakan, layanan komputer dan perangkat lunak (aplikasi), penyiaran radio dan televisi, serta penelitian dan pengembangan (R&amp;D). Contoh dari ekonomi kreatif yaitu perusahaan bukalapak.com. Bukalapak merupakan salah satu diantara pasar online atau marketplace berbentuk aplikasi di smartphone yang cukup terkenal di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Sama halnya seperti pada situs layanan jual &#8211; beli online dengan sebuah model bisnis consumer-to-consumer (C2C), didalam aplikasi Bukalapak tersedia sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai produk yang sedang dibutuhkan. Proses transaksi juga menjadi sangat mudah dan cepat. Pembeli tidak perlu mendatangi penjual untuk membeli suatu produk. Maka daya beli masyarakat akan meningkat. Daya beli yang tinggi dapat membantu meningkatkan perekonomian negara.<\/p>\n<p>Selain itu ada perusahaan Gojek berbasis ojek online yang berbentuk aplikasi di smartphone juga. Gojek memudahkan driver mencari rezeki dan memudahkan konsumen mendapatkan transpotasi yang dibutuhkan. Cukup menggunakan smartphone kita bisa memilih fitur mana yang sedang kita butuhkan. Tidak hanya layanan jasa antar jemput, Gojek juga menawarkan jasa pembelian makanan ke restoran kemudian makanan yang dipesan akan diantar ke rumah. Pembeli cukup menunggu pesanan datang dengan duduk manis di rumah.<\/p>\n<p><strong>Manfaat ekonomi kreatif bagi Indonesia yaitu<\/strong>:<\/p>\n<p>1. <strong>Dapat memperluas lapangan pekerjaan<\/strong><br \/>\nDengan adanya inovasi maka lapangan pekerjaan akan semakin terbuka. Seperti perusahaan marketplace yang menyediakan tempat berjualan online.<\/p>\n<p>2. <strong>Menekan angka pengangguran<\/strong><br \/>\nDengan meluasnya lapangan pekerjaan akan menjadi kesempatan para pengangguran untuk mendapatkan pekerjaan sehingga angka kemiskinan juga dapat berkurang. Kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera.<\/p>\n<p>3. <strong>Menuntut masyarakat agar lebih kreatif<\/strong><br \/>\nDengan mengkolaborasikan kegiatan ekonomi dengan teknologi digital maka masyarakat akan menjadi lebih kreatif.<\/p>\n<p>4. <strong>Menciptakan produk yang lebih berkualitas<\/strong><br \/>\nDengan kreatifitas yang ada maka akan muncul sebuah inovasi dari suatu produk.<\/p>\n<p>5. <strong>Membangun kompetensi bisnis yang sehat<\/strong><br \/>\nSemua masyarakat akan bersaing secara sehat dalam ekonomi kreatif<\/p>\n<p>Di Indonesia, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi andalan pertumbuhan ekonomi melihat potensinya yang begitu besar. Kenaikan kontribusi ekonomi kreatif terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada 2017, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB berkisar Rp990,4 triliun. Kemudian mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang sebesar Rp894,6 triliun dan naik dari 2015 yang sebesar Rp852 triliun. Sektor ini pada 2017 juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi 16,4 juta orang, naik dibandingkan tahun 2016 sebanyak 16,2 juta dan 16,96 juta pekerja tahun 2015.<\/p>\n<p>Namun, ekonomi kreatif masih harus menghadapi berbagai kendala, seperti regulasi yang belum kondusif. Sehingga aturan harus segera diketatkan, dan dibuat ramah terhadap lingkungan bisnis, terutama pada startup bisnis. Ekonomi kreatif mengutamakan inovasi dan kreativitas tentunya harus didukung dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang jelas. Dalam bidang kreatif, hak kekayaan intelektual adalah jiwa karena merupakan aset terpenting. Contoh kendala dalam bidang musik yaitu dengan banyaknya beredar kaset bajakan.<\/p>\n<p>Potensi besar yang dimilki Indonesia untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan banyaknya terdapat budaya di Indonesia, potensi sumber daya manusia yang masih muda dimana mereka lebih kreatif dan melek teknologi, serta letak Indonesia yang strategis memungkinkan Indonesia mudah melakukan ekspor barang ke luar negeri. Oleh karena itu, dibutuhkan manusia yang terus mau berinovasi dan mengasah kreatifitas agar dapat mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan begitu, kendala yang hadir ditengah tengah ekonomi kreatif akan teratasi cengan baik. Jika manfaat ekonomi kreatif sudah terealisasikan dengan benar, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Pertumbuhan eonomi pun dapat meningkat sesuai yang diharapkan.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Savira Adelia Putri<\/strong> (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang)<br \/>\nDosen Pengampu <strong>Bpk Mawardi Nurullah, M. Pd<\/strong><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\nPurnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia. Ziyad Visi Media.<br \/>\nSugiarto, C.A. (2018). Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses pada 26 Mei 2023 dari https:\/\/setneg.go.id\/baca\/index\/ekonomi_kreatif_masa_depan_indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Setiap negara selalu berupaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan ekonomi mencerminkan kesejahteraan masyarakat nya. Sama hal nya dengan Indonesia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun dalam prosesnya tentu tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap negara. Saat ini, salah satu upaya yang dijalankan di Indonesia yaitu melaksanakan ekonomi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"class_list":["post-986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}