{"id":9811,"date":"2023-12-19T19:40:52","date_gmt":"2023-12-19T11:40:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9811"},"modified":"2023-12-23T20:00:09","modified_gmt":"2023-12-23T12:00:09","slug":"implementasi-aplikasi-stock-opname-dengan-metode-waterfal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/implementasi-aplikasi-stock-opname-dengan-metode-waterfal\/9811\/","title":{"rendered":"IMPLEMENTASI APLIKASI STOCK OPNAME DENGAN METODE WATERFAL"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Noverius Telaumbanua<sup>1<\/sup>, Muhammad Yusuf<sup>2<\/sup>, Aries Saifudin<sup>3<\/sup><\/strong><br \/>\nTeknik Informatika, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia<br \/>\nE-mail: <sup>1<\/sup>dniltelaumbanua21@gmail.com, <sup>2<\/sup>mhmmdyusuf998@gmail.com, <sup>3<\/sup>aries.saifudin@unpam.ac.id<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>ABSTRAK <\/strong><\/p>\n<p>The management of technology development change systems, which previously had to be done manually, must be computerized. The benefits of systems that are considered computer managed can benefit businesses, and PT is no exception. Cipta Mahesa Jaya. When managing parts of the system supplies, PT .Cipta Mahesa Jaya used information technology using an office program. But there is still a problem in the system: their implementation does not have programs available to perform warehouse operations, which makes it difficult to see how the goods in the warehouse compare with the data on the database. , the lack of programming to see a groove in production. It is very difficult to find trading goods. Based on the discussion mentioned above, the researcher wants to provide a solution by improving the program using waterfall, starting from software requirements analysis, design, coding up to testing. Program improvement will start from system planning, through detailed system design stages, through database design, control design, input and output design, to technology. . It is hoped that the existing innovative program produced meets user needs and can be a solution to current problems.<br \/>\nKeywords: System, program, Stock Taking, technology, Waterfall, database<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>ABSTRAK <\/strong><\/p>\n<p>Pengelolaan sistem perubahan perkembangan teknologi yang sebelumnya harus dilakukan secara manual menjadi terkomputerisasi. Manfaat dari sistem yang dikelola secara komputerisasi dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku bisnis, tidak terkecuali PT. Cipta Mahesa Jaya. Dalam mengelola bagian sistem persediaan, PT. Cipta Mahesa Jaya menggunakan teknologi informasi dengan menggunakan program office. Namun masih terdapat masalah dalam sistem tersebut yaitu dalam implementasinya tidak tersedia program untuk melakukan operasional gudang, sehingga sulit untuk melihat perbandingan barang yang ada di gudang dengan data yang ada di database. Selain itu, kurangnya pemrograman untuk melihat alur produksi. Sangat sulit untuk mencari barang dagang. Berdasarkan pembahasan yang telah disebutkan di atas, maka peneliti ingin memberikan solusi dengan melakukan perbaikan program dengan menggunakan waterfall, dimulai dari analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, pengkodean hingga pengujian. Perbaikan program akan dimulai dari perencanaan sistem, melalui tahapan perancangan sistem secara detail, melalui perancangan basis data, perancangan kontrol, perancangan input dan output, hingga teknologi. . Diharapkan program inovatif yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada saat ini.<br \/>\nKata Kunci: Sistem, program, Stock Opname, teknologi, Waterfal, database<\/p>\n<p><strong>1. PENDAHULUAN <\/strong><br \/>\nPersediaan merupakan suatu kegiatan yang merupakan bagian dari sistem persediaan. Kegiatan rekonsiliasi data antara barang di gudang dengan database. Kegiatan pengumpulan data ini memerlukan waktu dan ketelitian untuk memperoleh data yang akurat. Sistem komputer tentunya akan memungkinkan pengelolaan inventaris menjadi lebih cepat dan akurat. Banyak sektor bisnis yang berbeda telah menggunakan perkembangan teknologi untuk membantu meningkatkan kemampuan manusia yang terbatas. Sebagai alat untuk menunjang dan mempercepat pekerjaan pada suatu perusahaan, seperti pada sistem inventory. PT. Cipta Mahesa Jaya menggunakan sistem informasi untuk mengelola sistemnya.<\/p>\n<p>Namun sistem yang ada saat ini menunjukkan sejumlah kekurangan, terutama belum adanya program yang memungkinkan dilakukannya inventarisasi. Tidak ada arus keluar masuk barang sehingga pendataan barang memerlukan waktu yang lama (Sholihin &amp; Riasti, 2013), sulit mengetahui jumlah barang yang tersedia di gudang (Aji, Astuti &amp; Susilo, 2013) dan sulitnya pelacakan data barang masuk dan keluar (Sawitri: 2009) dan proses inventarisasi yang memakan waktu lama (Hartono, Rostianingsih &amp; Setiabudi, 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah sistem informasi persediaan barang yang sudah ada suatu sistem informasi yang mampu melakukan monitoring persediaan suku cadang atau inventory untuk pengelolaan persediaan barang pada PT. Cipta Mahesa Jaya dapat beroperasi lebih efisien dan produktif. Kelemahan yang ada saat ini dapat diatasi dengan menambahkan program tambahan sesuai kebutuhan. Gunakan salah satu model pengembangan perangkat lunak khususnya metode air terjun untuk mendukung kebutuhan perancangan sistem yang akan dibangun. dari hasil analisis. Peneliti melakukan analisa terhadap pengguna dan sistem sehingga dapat memahami bahwa sistem inventarisasi yang sudah terkomputerisasi sebelumnya perlu dilakukan modifikasi sebagian, termasuk penambahan sistem inventarisasi yang terkomputerisasi.<\/p>\n<p><strong>2. METODOLOGI PENELITIAN <\/strong><\/p>\n<p>Metodologi adalah pendekatan atau cara sistematis dalam melakukan pekerjaan atau aktivitas. Metode ini umum digunakan dalam berbagai bidang seperti sains, penelitian, pengembangan perangkat lunak, manajemen proyek, dll.<\/p>\n<p><strong>1. Pengumpulan Data <\/strong><br \/>\nBerikut teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi.<br \/>\na. Observasi<br \/>\nDalam metode ini penulis melakukan observasi langsung terhadap seluruh alur proses yang terjadi di PT. CIPTA MAHESA JAYA untuk memperoleh informasi langsung yang selanjutnya akan diolah melalui sistem inventaris.<br \/>\nb. Wawancara<br \/>\nMelakukan wawancara tatap muka dengan Ibu Fitri Febbyanti S.M selaku administrator administrasi dan logistik perusahaan serta staf terkait.<br \/>\nc. Studi Pustaka<br \/>\nStudi sastra dilakukan untuk membantu peneliti dengan buku, jurnal, dan dokumen yang berkaitan dengan subjek yang ada.<\/p>\n<p><strong>2. Model Pengembangan Sistem <\/strong><br \/>\nMetodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi waterfall karena model ini mempunyai konsep desain yang solid dan dokumentasi menyeluruh dari keseluruhan proses berdasarkan desain, Rencanakan dengan benar di awal penelitian Anda. Setidaknya ada 5 fase dalam metodologi waterfall, yaitu analisis kebutuhan, desain, implementasi, integrasi dan pengujian, operasi dan pemeliharaan.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa tahapannya:<\/p>\n<figure id=\"attachment_9812\" aria-describedby=\"caption-attachment-9812\" style=\"width: 702px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9812\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"702\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1-1.jpg 702w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1-1-300x113.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1-1-150x57.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1-1-696x263.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9812\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Tahapan metode Waterfall<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berikut penjelasan metode Waterfall<\/p>\n<p>a. Analysis<br \/>\nAnalisis ini atau langkah pertama dianalisis berdasarkan persyaratan, analisis persyaratan diidentifikasi sebagai proses persyaratan yang diprioritaskan. Sebelum mengembangkan perangkat lunak, pengembang harus mengetahui dan memahami informasi yang dibutuhkan pengguna dari perangkat lunak tersebut. Cara pengumpulan informasi ini dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain diskusi, observasi, survei, wawancara, dan lain-lain. Informasi yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis untuk memperoleh data atau informasi yang lengkap mengenai spesifikasi kebutuhan pengguna terhadap perangkat lunak yang akan dikembangkan.<\/p>\n<p>b. Design<br \/>\nSaat membuat desain pemrograman berdasarkan data yang diperoleh dan memodelkan arsitektur sistem inventaris berbasis web, penulis menggunakan UML (Unknown Modeling Language) untuk membuat pemodelan sistem.<\/p>\n<p>c. Coding<br \/>\nProgram yang dibuat penulis menggunakan pemrograman terstruktur. Bahasa yang digunakan untuk membuat program ini adalah MySQL dan PHP sebagai databasenya.<\/p>\n<p>d. Testing<br \/>\nSetelah sistem menjadi perangkat lunak yang siap digunakan, pengujian dilakukan. Pada tahap ini peneliti melakukan pengujian dengan menggunakan metode pengujian black box. Metode pengujian black box ini memeriksa apakah semua fitur yang dibuat sudah sesuai dengan yang diharapkan<\/p>\n<p>e. Maintenance<br \/>\nSelama fase pemeliharaan dan pemeliharaan sistem yang dibuat, pembaruan dan perbaikan harus dilakukan sesering mungkin pada sistem yang kurang optima<\/p>\n<p><strong>3. HASIL DAN PEMBAHASAN<\/strong><br \/>\n<strong>3.1 Tinjauan Pustaka <\/strong><br \/>\n<strong>3.1.1 Konsep Dasar Sistem <\/strong><\/p>\n<p>Konsep dasar sistem Sistem merupakan salah satu komponen terpenting dalam perancangan sistem informasi. Secara umum setiap organisasi selalu mempunyai sistem informasi untuk mengumpulkan, menyimpan, memvisualisasikan dan menyebarkan informasi. Sistem informasi dapat tercipta karena didorong oleh semakin meningkatnya kebutuhan akan informasi yang diperlukan oleh para pengambil keputusan.<\/p>\n<p><strong>3.1.2 Pengertian System <\/strong><br \/>\nTerdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan sistem: oleh Jogiyanto (2005: 1). \u201cSistem adalah suatu jaringan dari proses-proses yang saling berhubungan yang melakukan suatu kegiatan atau mencapai suatu tujuan tertentu.\u201d Pengertian sistem menurut Andri Kristanto (2008: 1) adalah sistem adalah suatu jaringan dari proses-proses yang saling berhubungan yang melakukan suatu kegiatan atau mencapai tujuan. tujuan tertentu.Ini adalah jaringan aktif dari proses yang terhubung dan saling berhubungan. Mereka berkumpul untuk melakukan suatu kegiatan atau mencapai tujuan tertentu. Menurut Al Bahra, Bin Lajmudin (2005: 1) mendefinisikan pendekatan prosedural, suatu sistem dengan serangkaian kegiatan yang saling terkait yang disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari pendekatan di atas, penulis menyimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan unsur-unsur atau subsistem yang digabungkan dan saling berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan utuh yang menjalankan suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.<\/p>\n<p><strong>3.1.3 Pengertian Phpmyadmin <\/strong><br \/>\nPhpMyAdmin adalah aplikasi web yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Melalui PhpMyAdmin, pengguna dapat menjalankan perintah query seperti administrasi dan hak pengguna, ekspor dan impor database, manajemen database, manajemen tabel, dan struktur database. Dan masih banyak lagi tanpa harus mengetikkan query seolah-olah Anda melakukannya melalui MS DOS. PhpMyAdmin sangat user-friendly sehingga mudah digunakan meskipun yang menggunakannya adalah pemula atau pengguna baru (Graha Ilmu, 2008).<\/p>\n<p><strong>3.1.4 Pengertian XAMPP <\/strong><br \/>\nXAMPP adalah aplikasi web server yang lengkap dan instan karena semua yang Anda perlukan untuk membuat website dengan (Joomla) anda bisa mencobanya di aplikasi ini. XAMPP adalah paket instalasi AMP (Apache, MySQL dan Php) yang sangat sederhana untuk diterapkan pada komputer tanpa server Anda agar dapat melihat situs web yang Anda buat dalam bahasa dan database server (Kadir Abdul, 2002).<\/p>\n<p><strong>3.1.5 Pengertian Stock Opname <\/strong><br \/>\nStock Opname adalah suatu bentuk kegiatan yang menghitung kembali jumlah persediaan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah yang sebenarnya atau sebenarnya. Persediaan penting untuk melakukan pengendalian, sehingga perusahaan dapat melacak dan mengetahui aset yang dimilikinya (Ismasari Nawangsih &amp; Adi Tio Ilhasa, 2018).<\/p>\n<p><strong>3.1.6 Pengertian Metode <\/strong><br \/>\nMenurut Sugiyono (2015), metode penelitian pada dasarnya adalah metode ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Sugiyono (2015), metode penelitian kualitatif disebut metode baru karena sudah lama tidak populer, dan disebut metode tindak lanjut positif karena berlandaskan pada filosofi post-positivisme. Metode ini disebut juga metode artistik karena proses penelitiannya lebih bersifat artistik (kurang terstruktur) dan disebut metode interpretatif karena data penelitian lebih mementingkan penafsiran data yang terdapat pada tempat kejadian.<\/p>\n<p><strong>3.1.7 Aplikasi Berbasis Web <\/strong><br \/>\nAplikasi web adalah aplikasi yang terletak di server, yang merupakan perpanjangan dari server web untuk mengirim dan memproses informasi yang dikirim ke browser agar menjadi dinamis dengan penggunaan aplikasi. Oleh karena itu, aplikasi web adalah aplikasi yang diakses melalui web browser yang mendukung interaksi pengguna melalui antarmuka yang terletak pada web server (A. Firman, 2016).<\/p>\n<p><strong>3.1.8 Pengertian Metode WaterFall <\/strong><br \/>\nMenurut Pressman (2012), model Air Terjun merupakan model pengembangan yang berurutan. Model Waterfall bersifat sistematis dan berurutan dalam pembuatan perangkat lunak. Proses pembuatannya mengikuti proses mulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan.<\/p>\n<p><strong>Tahapan Metode Waterfall <\/strong><br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9813\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1212.jpg\" alt=\"\" width=\"658\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1212.jpg 658w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1212-300x153.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1212-150x77.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 658px) 100vw, 658px\" \/><\/p>\n<p>1. <strong>Analysis <\/strong><br \/>\nPada tahap ini kita mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sistem yang diteliti dengan menerapkan metode pengumpulan data untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem serta kebutuhan sistem, permintaan pengguna serta mencari solusi permasalahan dan menganalisis bagaimana sistem yang akan dibangun untuk menyelesaikan permasalahan sistem sebelumnya.<\/p>\n<p>2. <strong>Design <\/strong><br \/>\nYaitu tahap perancangan sistem dimana dilakukan pemodelan sistem dengan use case, diagram aktivitas dan diagram sequence.<\/p>\n<p>3. <strong>Implementation <\/strong><br \/>\nAdalah tahap implementasi dari sistem yang telah dirancang dan diuji unitnya, sehingga kesalahan pada sistem dapat terdeteksi dan perbaikan dapat segera dilakukan.<\/p>\n<p>4. <strong>Testing <\/strong><br \/>\nPada tahap ini akan dikembangkan sistem dengan menggunakan teknik pengujian black box.<\/p>\n<p>5. <strong>Maintenance <\/strong><br \/>\nFase ini adalah periode ketika pengguna menggunakan sistem, di mana pemeliharaan sistem perlu dilakukan untuk menjaga pengoperasian sistem dan memungkinkan pengembangan sistem di masa depan.<\/p>\n<p><strong>3.2 PENERAPAN SYSTEM YANG BERJALAN <\/strong><br \/>\nSaat ini penerapan sistem operasi persediaan bahan baku perusahaan masih dalam proses perhitungan manual.<br \/>\n1. Barang masuk ke dalam pesanan dari supplier untuk kebutuhan project.<br \/>\n2. Karyawan menghitung dan menulis di lembaran data barang yang manual.<br \/>\n3. Karyawan menghitung jumlah barang yang dikeluarkan untuk digunakan dalam proyek manual dengan mencatatnya dalam catatan pengeluaran barang.<br \/>\n4. Lembar teknis barang impor dan ekspor disimpan dalam arsip tersendiri dan disimpan dalam lemari arsip.<br \/>\n5. Lembar data diberikan kepada supervisior untuk laporan data barang keluar dan masuk.<br \/>\n6. Setiap bulan diadakan stock opname untuk mengetahui sisa barang yang belum dipakai untuk project.<br \/>\n7. Stok opname di lakukan dengan cara menghitung manual dan di catat dimasukan kedalam data stok material.<\/p>\n<p><strong>3.2.1 Penerapan Sistem Susulan <\/strong><br \/>\nPenerapan program aplikasi sistem inventory stock material barang berbasis web adalah penggunaan perangkat lunak khusus untuk mengelola, menghitung, dan melacak stok material atau barang dalam suatu organisasi atau perusahaan. Aplikasi ini dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam manajemen inventaris.<br \/>\nBerikut penerapan sistem susulan yang akan dibuat :<\/p>\n<p>1. Manajemen stok: Aplikasi sistem inventory stock material barang memungkinkan pengguna untuk memasukkan data stok material atau barang yang dimiliki oleh perusahaan. Data ini mencakup informasi seperti nama material, jumlah tersedia, satuan, harga, dan lain-lain. Aplikasi memungkinkan pengguna untuk memperbarui stok secara real-time saat ada perubahan dalam persediaan.<\/p>\n<p>2. Penerimaan dan pengeluaran: Aplikasi memungkinkan pengguna untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran material atau barang. Saat ada penerimaan material baru, pengguna dapat memasukkan informasi tentang sumber, jumlah, tanggal, dan lain-lain. Ketika ada pengeluaran material, pengguna dapat mencatat informasi tentang tujuan, jumlah, tanggal, dan lain-lain. Hal ini membantu dalam pelacakan aliran material dan pengeluaran yang terjadi di dalam perusahaan.<\/p>\n<p>3. Pemantauan persediaan: Aplikasi memberikan kemampuan untuk memantau persediaan material atau barang secara keseluruhan. Pengguna dapat melihat jumlah stok yang tersedia, stok minimum yang telah ditetapkan, dan peringatan otomatis jika stok mencapai batas minimum. Hal ini membantu pengguna untuk mengambil tindakan yang diperlukan, seperti melakukan pemesanan ulang atau mengatur produksi tambahan.<\/p>\n<p>4. Pelaporan dan Analisis: Aplikasi ini juga menyediakan fitur pelaporan yang memungkinkan pengguna membuat laporan persediaan. Laporan-laporan ini dapat mencakup informasi seperti pergerakan saham, analisis saham, nilai saham, dll. Hal ini membantu manajemen mengambil keputusan berdasarkan data yang dikumpulkan dan menganalisis kinerja inventaris.<\/p>\n<p>5. Keamanan dan aksesibilitas data: Aplikasi harus memiliki fitur keamanan yang memadai untuk melindungi data inventaris dari akses yang tidak sah. Hanya pengguna dengan izin tertentu yang dapat mengakses dan mengubah data inventaris. Selain itu, aplikasi ini juga memerlukan mekanisme backup data secara berkala untuk menghindari kehilangan data yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p>6. Penerapan program aplikasi sistem inventory stock material barang berbasis web memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk memiliki kendali yang lebih baik dalam manajemen inventaris. Hal ini dapat mengurangi kesalahan dalam pencatatan stok, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.<\/p>\n<p><strong>3.2.2 Perancangan Sistem <\/strong><br \/>\nDalam perancangan sistem ini kami akan menjelaskan Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, ERD dalam merancang dokumen persediaan Inventory System.<\/p>\n<p>1). Activity diagram system berjalan<br \/>\nPada bagian Running Activity Chart belum ada sistemnya karena sistem persediaan masih manual dan file persediaan bahan disimpan di MS.Excel.<br \/>\n2). Activity diagram system usulan<\/p>\n<figure id=\"attachment_9814\" aria-describedby=\"caption-attachment-9814\" style=\"width: 617px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9814\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/21212121.jpg\" alt=\"\" width=\"617\" height=\"567\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/21212121.jpg 617w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/21212121-300x276.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/21212121-150x138.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 617px) 100vw, 617px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9814\" class=\"wp-caption-text\">Gambarl 3.1 activity diagram<\/figcaption><\/figure>\n<p>3). Use case<br \/>\nDiagram use case adalah diagram yang digunakan dalam analisis dan desain sistem untuk menggambarkan interaksi antara aktor (pengguna) dan sistem serta skenario penggunaan yang terkait. Diagram use case memberikan representasi visual fungsionalitas sistem dan hubungan antara aktor dan use case.<br \/>\nKomponen diagram use case meliputi:<br \/>\na. Aktor: Representasi entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem. Aktor dapat berupa pengguna, sistem eksternal, atau entitas lain yang terlibat dalam penggunaan sistem.<br \/>\nb. Use Case: Mewakili fungsi atau tugas yang dapat dilakukan sistem. Use case menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh aktor dalam sistem.<br \/>\nDiagram use case membantu memahami perspektif pengguna terhadap sistem dan membantu tim pengembangan merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Diagram ini juga berguna dalam berkomunikasi dengan pemangku kepentingan untuk memperjelas fungsionalitas sistem yang diharapkan, seperti dalam kasus penggunaan ini:<\/p>\n<figure id=\"attachment_9815\" aria-describedby=\"caption-attachment-9815\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9815\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-44.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-44.png 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-44-300x150.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-44-150x75.png 150w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9815\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.2 Use Case<\/figcaption><\/figure>\n<p>4). Normalisasi<br \/>\nNormalisasi adalah teknik desain database logis yang mengelompokkan atribut hubungan untuk membentuk struktur relasional yang baik (tidak berlebihan). Normalisasi adalah proses pembentukan struktur database sehingga sebagian besar ambiguitas dapat dihilangkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9816\" aria-describedby=\"caption-attachment-9816\" style=\"width: 552px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9816\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Capture-22.jpg\" alt=\"\" width=\"552\" height=\"324\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Capture-22.jpg 552w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Capture-22-300x176.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Capture-22-150x88.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 552px) 100vw, 552px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9816\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. 3 Normalisasi<\/figcaption><\/figure>\n<p>5). ERD (Entity-Relationship Diagram)<br \/>\nERD sering disebut model ER atau diagram ER. Sederhananya, diagram<\/p>\n<figure id=\"attachment_9817\" aria-describedby=\"caption-attachment-9817\" style=\"width: 981px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9817\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85.jpg\" alt=\"\" width=\"981\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85.jpg 981w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85-300x151.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85-768x386.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85-150x75.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-85-696x350.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 981px) 100vw, 981px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9817\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. 4 ERD<\/figcaption><\/figure>\n<p>hubungan entitas adalah jenis diagram yang lebih bersifat struktural dan dapat digunakan untuk merancang database atau rencana bisnis.<\/p>\n<p>6).Sequence Diagram<br \/>\nDiagram urutan adalah jenis diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam suatu sistem atau proses. Diagram ini menunjukkan urutan pesan yang dikirim antar objek dan respons yang dihasilkan diterima. Diagram urutan membantu memodelkan interaksi antar objek dalam urutan kronologis dan menunjukkan aliran eksekusi dari satu objek ke objek lainnya.<br \/>\nBerikut penjelasan melalui Diagram Urutan :<\/p>\n<figure id=\"attachment_9818\" aria-describedby=\"caption-attachment-9818\" style=\"width: 489px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9818\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar3-18.jpg\" alt=\"\" width=\"489\" height=\"314\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar3-18.jpg 489w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar3-18-300x193.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar3-18-150x96.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 489px) 100vw, 489px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9818\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.5 Sequence Diagram<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>3.2.3 Desain Perangkat Lunak <\/strong><br \/>\nDesain perangkat lunak adalah disiplin manajemen dan teknis yang berkaitan dengan pembuatan dan pemeliharaan produk perangkat lunak secara sistematis, termasuk pengembangan dan modifikasinya, yang dilakukan dalam waktu yang tepat waktu dan dengan mempertimbangkan faktor biaya.<br \/>\n1) Flowchart<\/p>\n<figure id=\"attachment_9819\" aria-describedby=\"caption-attachment-9819\" style=\"width: 695px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9819\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar4-5.jpg\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"758\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar4-5.jpg 695w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar4-5-275x300.jpg 275w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar4-5-150x164.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar4-5-300x327.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 695px) 100vw, 695px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9819\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.6 Flowchart<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>3.3 ANALISA DAN PEMBAHASAN <\/strong><\/p>\n<p><strong>3.3.1 Pembahasan Algoritma <\/strong><br \/>\nAlgoritma adalah langkah-langkah terstruktur yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Membahas algoritma melibatkan analisis, pemahaman, dan penjelasan bagaimana algoritma bekerja dan bagaimana algoritma bekerja dalam situasi yang berbeda.<br \/>\nMenurut definisi lain, algoritma pemrograman adalah serangkaian prosedur yang harus diikuti dalam suatu perhitungan untuk menyelesaikan masalah lain, terutama pada program komputer, algoritma pemrograman adalah penyelesaian suatu masalah dengan susunan logis berdasarkan sistem tertentu. Algoritma aplikasi :<br \/>\n1. Mulai<br \/>\n2. User melakukan pemasukkan data sebelum buka aplikasi<br \/>\n3. Memvalidasi data user<br \/>\n4. Setelah kita login menampilkan halaman home<br \/>\n5. Menampilkan halaman- halaman barang nya<br \/>\n6. Setelah itu kita mulai menginput data\/barang<br \/>\n7. Menampilkan data barang yang di input<br \/>\n8. Selanjutanya operator mencetak laporan material\/barang<br \/>\n9. Selesai<\/p>\n<p><strong>3.3.2 Desain Layar <\/strong><\/p>\n<p>Langkah-langkah atau urutan pembuatan layar sebelum digunakan dalam suatu sistem aplikasi dimaksudkan sebagai perkiraan yang baik agar pengguna dapat menggunakan layar tersebut.<br \/>\n1. Log in : Adalah proses entri data pengguna untuk mengakses sistem komputer. Koneksi tersebut dimaksudkan untuk mengatur proses identifikasi. Proses login mencakup minimal nama pengguna\/akun pengguna dan kata sandi untuk mendapatkan akses.<br \/>\n2. Halaman menu utama : Memberikan pengunjung informasi tentang website tanpa harus menjelajahi setiap halaman website.<br \/>\n3. Tampilan menu data : Untuk mencari file folder.<br \/>\n4. Tampilan laporan : Untuk mencetak laporan data masuk dan keluar.<br \/>\n5. Log out : Proses keluar dimaksudkan untuk memutus akses ke sistem komputer atau layanan tertentu.<\/p>\n<p><strong>3.3.3 Tampilan aplikasi sistem Stock Opname <\/strong><\/p>\n<p><strong>a. Halaman Utama <\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_9820\" aria-describedby=\"caption-attachment-9820\" style=\"width: 516px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9820\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar5-1.jpg\" alt=\"\" width=\"516\" height=\"260\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar5-1.jpg 516w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar5-1-300x151.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar5-1-150x76.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9820\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.7 Halaman Utama<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>b.<\/strong> <strong>Halaman Login <\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_9821\" aria-describedby=\"caption-attachment-9821\" style=\"width: 528px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9821\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar6-1.jpg\" alt=\"\" width=\"528\" height=\"335\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar6-1.jpg 528w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar6-1-300x190.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar6-1-150x95.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 528px) 100vw, 528px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9821\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.8 Halaman Login<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>c.<\/strong> <strong>Halaman Penambahan Stock <\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_9822\" aria-describedby=\"caption-attachment-9822\" style=\"width: 493px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9822\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar7-1.jpg\" alt=\"\" width=\"493\" height=\"303\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar7-1.jpg 493w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar7-1-300x184.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar7-1-150x92.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 493px) 100vw, 493px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9822\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.9 Halaman Penambahan Stock<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>d<\/strong>. <strong>Halaman Barang Masuk <\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_9823\" aria-describedby=\"caption-attachment-9823\" style=\"width: 497px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9823\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar8.jpg\" alt=\"\" width=\"497\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar8.jpg 497w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar8-300x161.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar8-150x81.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 497px) 100vw, 497px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9823\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.10 Halaman Barang Masuk<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>e<\/strong>. <strong>Halaman Barang Keluar <\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_9824\" aria-describedby=\"caption-attachment-9824\" style=\"width: 537px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9824\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar9.jpg\" alt=\"\" width=\"537\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar9.jpg 537w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar9-300x158.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar9-150x79.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9824\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3.11 Halaman Barang Keluar<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>4. KESIMPULAN <\/strong><br \/>\nDari kegiatan penelitian yang telah kami lakukan dapat diambil kesimpulan antara lain:<br \/>\n\u2022 Sistem inventaris barang yang dibuat dapat mempercepat dan meningkatkan efisiensi pendataan barang ekspor Masuk di PT.Cipta Mahesa Jaya<\/p>\n<p>\u2022 Sistem inventaris yang berhasil dibuat memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan dan melaporkan status barang masuk, inventaris, dan barang keluar setiap saat.<\/p>\n<p><strong>4.2 SARAN <\/strong><br \/>\nPerusahaan harus selalu mengadakan inventory setiap bulan agar mengetahui barang yang sudab keluar dan barang masuk mengecek laporan \u2013 laporan setiap bulan agar menghindari kerugian barang- barang yang tidak sesuai dengan stok atau minus karna perhitungan yang tidak sesuai.<\/p>\n<p><strong>Referensi <\/strong> :<br \/>\n(BSI, G. B. A. L. A. (2018). Metode Rapid Application Development (RAD) Pada Perancangan Website Inventory PT. Sarana Abadi Makmur Bersama (SAMB) Jakarta. Evolusi: Jurnal Sains Dan Manajemen, 6(2).)<\/p>\n<p>(Rahardjo, M. (2011). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif) (Rachmawati, T. (2017). Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. UNPAR Press, 1, 1-29..)<\/p>\n<p>Nugraha, W., Syarif, M., &amp; Dharmawan, W. S. (2018). Penerapan Metode Sdlc Waterfall Dalam Sistem Informasi Inventori Barang Berbasis Desktop. JUSIM (Jurnal Sist. Inf. Musirawas), 3(1), 22-28.<\/p>\n<p>Meilinda, E., &amp; Sabaruddin, R. (2021). Implementasi Model Prototype Pada Sistem Informasi Inventory (Studi Kasus: Kantor Upt Tikp Dinas Pendidikan Kota Pontianak). Jurnal Khatulistiwa Informatika, 9(1).<\/p>\n<p>Prasad, S., Shah, V., &amp; Hasan, J. (1996). A prototype intelligent model management system for inventory decision support. Omega, 24(2), 153-166.<\/p>\n<p>Firmansyah, R., &amp; Rachman, R. (2021). Pengembangan Program Aplikasi Inventory Menggunakan Metode Prototype (Studi Kasus PT. Indowira Putra Paint). Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(4), 461-472.<\/p>\n<p>Firmansyah, R., &amp; Rachman, R. (2021). Pengembangan Program Aplikasi Inventory Menggunakan Metode Prototype (Studi Kasus PT. Indowira Putra Paint). Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(4), 461-472.Use the &#8220;Insert Citation&#8221; button to add citations to this document.<br \/>\nKompas. (2021). Apa Itu Situs Web dan Berapa Jumlahnya Saat Ini. (Updated 1 Oct 2021).<\/p>\n<p>Maulana, A. S. (2018). Implementasi Inventaris Berbasis Web DI Pusat Teknologi Informasi<br \/>\nDan Komunikasi. TelekomunikasiKomputer, 182-196.<\/p>\n<p>Mubarak, A. (2019). Rancang Bangun Aplikasi Web Sekolah Menggunakan Uml. pp-20.<\/p>\n<p>Santoso, S. I. (2019). Aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Inventory Stock Opname Berbasis Web Pada PT Makmut Berkat Sokusi Logistic. Jornal sensi, 165-174.<\/p>\n<p>Wahyudin dan Bela, S. (2021). Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Stock Barang Berbasis Web. Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI, vol. 7, no. 2, pp. 214.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Noverius Telaumbanua1, Muhammad Yusuf2, Aries Saifudin3 Teknik Informatika, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia E-mail: 1dniltelaumbanua21@gmail.com, 2mhmmdyusuf998@gmail.com, 3aries.saifudin@unpam.ac.id ABSTRAK The management of technology development change systems, which previously had to be done manually, must be computerized. The benefits of systems that are considered computer managed can benefit businesses, and PT is no exception. Cipta Mahesa Jaya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-9811","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9811\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}