{"id":9688,"date":"2023-12-21T21:45:48","date_gmt":"2023-12-21T13:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9688"},"modified":"2023-12-21T21:46:02","modified_gmt":"2023-12-21T13:46:02","slug":"menumbuhkan-sikap-saling-menghargai-dan-menghormati-antar-sesama-pada-anak-di-yayasan-pendidikan-islam-ashabul-muhajirin-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menumbuhkan-sikap-saling-menghargai-dan-menghormati-antar-sesama-pada-anak-di-yayasan-pendidikan-islam-ashabul-muhajirin-medan\/9688\/","title":{"rendered":"Menumbuhkan Sikap Saling Menghargai dan Menghormati Antar Sesama Pada Anak di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin Medan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Saling menghormati adalah sikap yang sama pentingnya dengan saling menghargai.Saat kita menghormati seseorang,kita akan menunjukkan penghargaan dan rasa hormat pada dirinya.Dalam kehidupan bermasyarakat hal ini bisa diterapkan dalam berbagai situasi misalnya,dalam hal diskusi,berbicara dihadapan orang banyak,dan juga bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang yang lebih tua atau yang lebih muda dari kita.Saling menghormati juga berarti tidak melukai perasaan seseorang atau orang lain dengan perkataan ataupun tindakan yang tidak sopan maupun tidak sesuai dengan norma yang berlaku.<\/p>\n<p> Dalam era digital sekarang seperti sekarang ini,saling menghormati dan menghargai adalah hal yang sangat penting untuk kita terapkan.Dengan adanya media sosial dan platform digital,seringkali kita berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal secara langsung.Maka hal ini bisa memicu konflik ketidaksepahaman yang lebih tinggi.Oleh karena itu,maka sangat penting bagi kita untuk selalu bersikap bijak dalam hal berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam ruang digital.<\/p>\n<p> Hoki Diana Siregar (200902022) merupakan salah satu mahasiswi dengan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara,yang melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2 di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin Medan, yang beralamat di Jl.Perjuangan No.45L,Tj.Rejo, Kec Medan Sunggal,Kota Medan, Sumatera Utara 20122.Praktek Kerja Lapangan 2 ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu,Ibu Mia Aulina Lubis,S.Sos,M.Kessos dan Dosen Pengampu Mata Kuliah yaitu,Bapak Fajar Utama Ritonga,S.Sos,M.Kessos.<\/p>\n<p>Kegiatan PKL 2 ini berjalan selama kurang lebih 4 bulan yakni dari bulan September hingga bulan Desember.Kegiatan PKL ini membawa banyak pelajaran terhadap saya, dikarenakan untuk menerapkan sikap saling menghargai dan menghormati sesama bukanlah hal yang sangat mudah diterapkan pada anak,artinya anak-anak perlu membutuhkan waktu ataupun proses supaya mereka bisa menghargai dan menghormati antara yang satu dengan yang lain.Sikap saling menghargai dan menghormati tumbuh ketika anak merasakan keamanan.Ada dua faktor dalam diri anak untuk merasakan keamanan dalam dirinya.Pertama, adalah anak harus merasa bahwa dirinya spesial,berharga,dan diterima.Jika anak merasa diterima oleh orang lain,maka akan mudah baginya untuk menerima orang lain.Kedua,adalah level keterancaman anak dalam situasi baru.Otak memiliki sistem saraf yang menilai dan merespon pada ancaman potensial.Jika anak anak tersebut berada dalam lingkungan yang baru dia kenal, pengalaman baru akan dinilainya sebagai keadaan aman dan menarik.Namun,jika keadaannya tak anak kenal dan mengancam,maka anak tersebut akan menilainya sebagai keadaan yang menakutkan.<\/p>\n<p>Menghormati diri dalam hidup,kita pasti pernah merasa rendah diri dan tidak diingini,dan ini adalah hal yang wajar.Dalam hidup,kita akan bertemu banyak orang,semua orang tersebut akan kita jadikan parameter untuk menilai diri kita sendiri.Dari cara mereka memberi perhatian, dukungan, pujian,akan membuat kita merasa positif.Namun,saat seseorang memberi komentar negatif dan menyakiti perasaan kita,maka kita akan menilai diri kita sebagai orang yang tidak menarik.Nah,begitu juga dengan anak-anak.<\/p>\n<p> Upaya praktikan dalam menerapkan sikap saling menghargai dan menghormati di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin  Medan yaitu dengan cara,praktikan memberikan contoh terlebih dahulu kepada anak-anak bagaimana cara menghargai dan menghormati antar sesama, menyayangi orang lain dan menunjukkan sikap saling berkasih sayang,dan kemudian contoh tersebut diterapkan dalam kehidupan anak sehari-hari.Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kita hidup harus saling menghargai antar sesama,baik itu antara orang tua bersama anaknya  maupun sebaliknya.<\/p>\n<p> Setelah beberapa hari kemudian,hasil penerapan sikap saling menghargai dan menghormati di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin Medan sangatlah memuaskan, karena apa yang telah dipraktekkan oleh praktikan mengenai sikap saling menghargai dan menghormati bisa ditiru oleh anak-anak tersebut.Anak-anak sangat senang,dan mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Adapun untuk faktor pendukung sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama pada anak di Yayasan Pendidikan Islam Ashabul Muhajirin ini adalah karena faktor lingkungan, orang tua,dan juga masyarakat sekitar yang telah memberikan contoh yang baik,dan juga sudah tertanamnya sifat rasa saling menghargai dan menghormati terhadap orang lain.<\/p>\n<p> Oleh: <strong>Hoki Diana Siregar (200902022), Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Saling menghormati adalah sikap yang sama pentingnya dengan saling menghargai.Saat kita menghormati seseorang,kita akan menunjukkan penghargaan dan rasa hormat pada dirinya.Dalam kehidupan bermasyarakat hal ini bisa diterapkan dalam berbagai situasi misalnya,dalam hal diskusi,berbicara dihadapan orang banyak,dan juga bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang yang lebih tua atau yang lebih muda dari kita.Saling menghormati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9688\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}