{"id":9659,"date":"2023-12-21T21:20:33","date_gmt":"2023-12-21T13:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9659"},"modified":"2023-12-21T21:20:33","modified_gmt":"2023-12-21T13:20:33","slug":"upaya-pemberdayaan-mentalitas-melalui-kegiatan-baca-tulis-pada-anak-panti-asuhan-dewi-karunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/upaya-pemberdayaan-mentalitas-melalui-kegiatan-baca-tulis-pada-anak-panti-asuhan-dewi-karunia\/9659\/","title":{"rendered":"UPAYA PEMBERDAYAAN MENTALITAS MELALUI KEGIATAN BACA TULIS PADA ANAK PANTI ASUHAN DEWI KARUNIA"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mentalitas dalam KBBI ( kamus besar bahasa Indonesia) dapat diartikan sebagai keadaan dan aktivitas jiwa ataupun cara berpikir seseorang terhadap objek ataupun lingkungan sekitar . Hal ini dapat kita rasakan dalam diri kita. Mentalitas sepenuhnya melekat pada diri manusia karena mentalitas mempunyai peran penting dalam membangun karakter seseorang. Jika mentalitas terganggu, maka dapat membuat keseimbangan dalam bersosial menjadi terganggu pula. Mentalitas memiliki peran penting dalam membangun diri seseorang. Terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka. Anak &#8211; anak memiliki daya imajinasi yang dapat dibentuk . Di usia mereka, kita dapat melihat bagaimana imajinasi tersebut mulai terbentuk. Seiring bertambahnya waktu, seseorang akan mengalami pertumbuhan dari segi cara berfikir,berbicara dan juga bertingkah laku .<\/p>\n<p>Sebagai mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial upaya membangun pemberdayaan mentalitas merupakan langkah awal dalam membantu dunia pendidikan. Terutama bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan Dewi Karunia. Upaya ini dilakukan agar setiap anak-anak di indonesia dapat menjalani pendidikan dengan baik dan dapat membentuk cita-cita mereka. Setiap orang pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Setiap orang juga tentunya punya cara berfikir yang berbeda. Oleh karena itu pentingnya pemberdayaan mentalitas bagi kehidupan anak-anak sejak dini. Melalui penerapan program baca tulis, anak -anak panti asuhan Dewi Karunia nantinya dapat memiliki mentalitas yang baik bagi masa depan mereka.<\/p>\n<p>Kurangnya pengetahuan anak-anak terhadap baca tulis merupakan sebuah masalah besar bagi pendidikan kita. Bukan hanya itu, kurangnya pengetahuan terhadap baca tulis dapat mengganggu mentalitas seorang anak. Ada beberapa faktor penyebab kurangnya pengetahuan terhadap baca tulis pada anak.<\/p>\n<p>1. Kurangnya dorongan belajar dalam keluarga<br \/>\n2. Pengaruh buruk dari lingkungan sekitar<br \/>\n3. Tidak adanya motivasi dari dalam diri sendiri<\/p>\n<p><strong>Peran baca tulis pada mentalitas anak<\/strong><\/p>\n<p>Baca tulis dapat ambil bagian bagi mentalitas anak. Terutama bagi hubungan anak-anak dalam bersosial di dunia pendidikan dan juga lingkungan sekitar mereka. Saat memasuki taman kanak-kanak atau sekolah dasar, kita pasti diajarkan untuk membaca dan menulis terlebih dahulu. Sebab, membaca dan menulis adalah ilmu dasar untuk melanjutkan ke ilmu lainnya. Jika sudah bisa membaca dan menulis, ilmu lain dapat dipelajari dengan mudah.<\/p>\n<p>Selain bisa membaca dan menulis, literasi baca-tulis juga termasuk memahami makna dari sebuah tulisan. Contohnya saat kita diberikan resep obat oleh dokter. Bisa membaca resep yang diberikan saja tidak cukup, kalian juga harus bisa memahami aturan pakai dan dosisnya supaya tidak terjadi kesalahan fatal.<\/p>\n<p>Dengan kemampuan baca-tulis yang memadai, kita sebagai individu, masyarakat, dan bangsa tidak akan mudah terombang-ambing oleh berbagai informasi yang beraneka ragam yang datang secara bertubi-tubi kepada kita. Di samping itu, dengan kemampuan literasi baca-tulis yang baik,Anak-anak bisa meraih kemajuan dan keberhasilan yang mereka inginkan.<br \/>\nketerbatasan yang dimiliki oleh anak-anak panti pastinya akan membuat mereka sedikit terganggu dalam berkomunikasi. Oleh karena itu , setiap pembelajaran yang saya terapkan melalui sistem baca tulis dapat menjadi modal buat masa depan adik- adik di panti asuhan Dewi Karunia.<\/p>\n<p>Terdapat perbedaan pada anak-anak panti asuhan Dewi Karunia setelah mereka lebih dalam lagi mengenal baca tulis.<\/p>\n<p>1. Lebih percaya diri saat menceritakan keseharian mereka.<br \/>\n2. Rajin mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan sekolah.<br \/>\n3. Rasa semangat dalam diri mereka menjadi bertambah.<\/p>\n<p>Pemberdayaan mentalitas melalui baca tulis ini kiranya dapat memberikan perubahan bagi anak -anak di indonesia terutama pada anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Dengan ini mereka akan lebih baik lagi dalam bersosialisasi dengan setiap individu maupun orang -orang di sekitar mereka.<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Hara Aritonang <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mentalitas dalam KBBI ( kamus besar bahasa Indonesia) dapat diartikan sebagai keadaan dan aktivitas jiwa ataupun cara berpikir seseorang terhadap objek ataupun lingkungan sekitar . Hal ini dapat kita rasakan dalam diri kita. Mentalitas sepenuhnya melekat pada diri manusia karena mentalitas mempunyai peran penting dalam membangun karakter seseorang. Jika mentalitas terganggu, maka dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9659","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9659\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}