{"id":9629,"date":"2023-12-21T20:58:25","date_gmt":"2023-12-21T12:58:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9629"},"modified":"2023-12-21T20:58:25","modified_gmt":"2023-12-21T12:58:25","slug":"motivasi-dan-apresiasi-bisa-meningkatkan-kepercayaan-diri-dan-kinerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/motivasi-dan-apresiasi-bisa-meningkatkan-kepercayaan-diri-dan-kinerja\/9629\/","title":{"rendered":"MOTIVASI DAN APRESIASI BISA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KINERJA"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-188.jpg\" alt=\"\" width=\"479\" height=\"639\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9631\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-188.jpg 479w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-188-225x300.jpg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-188-150x200.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-188-300x400.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : Taufiq Ramadhan (190902098)<\/p>\n<p>JurnalPost.com &#8211; Setiap individu lahir dengan memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda-beda. Beberapa mungkin memiliki kepercayaan diri yang rendah, sementara yang lain mungkin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Perbedaan ini dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti ketidakmampuan untuk mengambil inisiatif, keraguan dalam melaksanakan tugas, atau keengganan untuk berbicara tanpa dukungan eksternal. kekurangan-kekurangan tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya kepercayaan diri. <\/p>\n<p>Penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri, namun perlu diingat bahwa fokus pada satu bidang kehidupan dapat berdampak positif pada aspek-aspek lainnya. Terkadang, kepercayaan diri yang berlebihan dapat mengarah pada kesombongan, sementara mereka yang merasa rendah diri mungkin berusaha pura-pura memiliki kepercayaan diri yang kuat. Kekurangan dalam kecerdasan sosial dapat membuat seseorang terlihat arogan. Oleh karena itu, membangun kepercayaan diri dengan seimbang dan memperhatikan kecerdasan sosial sangat penting dalam mencapai keseimbangan yang positif dalam kehidupan. <\/p>\n<p>Saat ini, pekerja menghadapi berbagai permasalahan terkait proses bekerja, dan salah satu di antaranya adalah kurangnya motivasi dan kepercayaan diri untuk kerja. Beberapa faktor memengaruhi munculnya sikap malas kerja pada staf, dan salah satunya adalah kurangnya motivasi sosial.<\/p>\n<p>Motivasi dan apresiasi merupakan usaha untuk memberikan dorongan sehingga seseorang dapat merasakan antusiasme saat melaksanakan tugas, memungkinkan kerja sama yang efektif antar pekerja, dan memastikan integrasi untuk mencapai kepuasan dalam pekerjaan.  Hal-hal tersebut penulis temui pada kegiatan praktik kerja lapangan yang dilaksanakan.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan oleh taufiq ramadhan dengan nim 190902098 mahasiswa tingkat akhir program studi kesejahteraan sosial, Universitas Sumatera Utara. Selama kegiatan praktik yang dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Langkat, Sumatera Utara. Penulis sebagai praktikan, melakukan kegiatan dibawah naungan BPKAD, seperti mengawasi ruangan kantor, menginput dan mengelola data sesuai data yang diberikan oleh pengawas, mendata dan melakukan kordinasi tentang keamanan dan pembagian alat serta peralatan kantor, juga membantu kegiatan administrasi yang dilakukan oleh para staf, baik dari staf tetap maupun staf honorer. <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-73.jpg\" alt=\"\" width=\"347\" height=\"176\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9630\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-73.jpg 347w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-73-300x152.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-73-150x76.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 347px) 100vw, 347px\" \/><\/p>\n<p>Saya juga melakukan mini project yaitu untuk meningkatkan kepercayaan diri dan minat kerja staf honor yang ada di BPKAD dengan penggunaan motivasi dan apresiasi, menggunakan metode Social Case Work oleh Skidmore Thackeray dan Farley, social case work merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian seseorang melalui penyesuaian diri yang dilakukan secara sadar, melalui relasi individual, antara orang dengan lingkungan sosialnya. Adapun alasan saya memilih staf honor yang ada di BPKAD karena, ketika saya melaksanakan kegiatan PKL, saya sering bertemu dengan staf honor yang kurang semangat dan tidak percaya diri akan kemampuan dan kinerjanya, banyak dari mereka merasa bahwa karna posisi honor sehingga merasa tidak memiliki kinerja yang lebih baik dari para pegawai tetap. Adapun metode pekerjaan sosial yang saya terapkan dalam kasus ini yaitu metode case work Skidmore Thackeray dan Farley dalam Adi (2005: 149), Tahapan-tahapan pada metode casework Skidmore dibagi menjadi 4 tahapan yaitu: <\/p>\n<p>1. Tahapan Penelitian (Study Phase).<br \/>\nPada tahap ini saya sebagai case worker menjalin relasi dengan klien (engagement). Pada tahap ini klien berharap case worker yang akan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Maka saya mencoba menjelaskan dan menanamkan pengertian bahwa klien yang harus menentukan hasil yang akan dicapai nantinya. <\/p>\n<p>2. Tahap Pengkajian (Assesment Phase).<br \/>\nPada tahap ini diharapkan akan dihasilkan berbagai bentuk treatment tergantung pada kebutuhan klien masing &#8211; masing. Prinsip individualisasi dalam proses pengkajian masalah dan kebutuhan klien sangat penting untuk diterapkan. Tahap pengkajian diawali dengan pernyataan masalah apa yang dihadapi klien. Selain itu diperlukan pengkajian yang mendalam penyebab terjadinya masalah tersebut dan bagaimana cara menanggulanginya. Hasil pengkajian yang tepat sangat dipengaruhi oleh kerjasama yang baik antara case worker dengan klien.<\/p>\n<p>3. Tahap Intervensi.<br \/>\nTahap ini sebenarnya sudah diawali pada pertemuan pertama dengan klien. Intervensi pada dasarnya dikembangkan berdasarkan kebutuhan klien. Proses terapi dapat dikembangkan melalui proses diskusi untuk melakukan pemilihan alternatif pemecahan masalah bersama klien. Klien harus di dorong untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengatasi permasalahan.<\/p>\n<p>4. Tahap Terminasi.<br \/>\nfase ini merupakan tahapan di mana relasi antara caseworker dan klien akan dihentikan. Berdasarkan definisi di atas metode ini diperuntukkan kepada seorang individu yang dalam kehidupannya mengalami masalah sosial. Seorang pekerja sosial harus bisa menggali dan menangani masalah yang didapat indivdu tersebut melalui pendekatan untuk mengembangkan dan memecahkan masalah individu tersebut.<\/p>\n<p>UCAPAN TERIMA KASIH<br \/>\nPenulis turut mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu dan terlibat dalam kegiatan praktik kerja lapangan ini, adapun pihak yang dapat saya ucapkan, terkhusus kepada:<br \/>\n1. Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL), Bapak Fajar Ritonga, S.Sos, M.Kessos<br \/>\n2. Bapak Mujahid Widian Saragih, S.IP, M.IP selaku DPL saya<br \/>\n3. Kepala BPKAD Kab. Langkat Bapak Drs. M. Iskandarsyah<br \/>\n4. Para Pegawai BPKAD Kab. Langkat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Taufiq Ramadhan (190902098) JurnalPost.com &#8211; Setiap individu lahir dengan memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda-beda. Beberapa mungkin memiliki kepercayaan diri yang rendah, sementara yang lain mungkin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Perbedaan ini dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti ketidakmampuan untuk mengambil inisiatif, keraguan dalam melaksanakan tugas, atau keengganan untuk berbicara tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-9629","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9629"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9629\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}