{"id":9459,"date":"2023-12-20T01:23:20","date_gmt":"2023-12-19T17:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9459"},"modified":"2023-12-20T01:23:20","modified_gmt":"2023-12-19T17:23:20","slug":"rusaknya-habitat-kawasan-monyet-akibat-degradasi-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/rusaknya-habitat-kawasan-monyet-akibat-degradasi-lahan\/9459\/","title":{"rendered":"Rusaknya Habitat Kawasan Monyet Akibat Degradasi Lahan."},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Habitat kawasan monyet rusak akibat degradasi lahan, siapa kah yang salah? Perlu diketahui bahwasannya hutan yang memiliki bahasa latin yakni  sylva, sylvi atau sylvo memiliki arti yakni suatu tempat luasyang mana merupakan tempat dihuninya oleh berbagai macam jenis tumbuhan yang lebat. Seperti semak, rumput, jamur, tumbuhan sejenis paku-pakuan, pohon-pohon serta tumbuhan lainnya di suatu wilayah yang sangat luas juga termasuk kawasan berbagai spesies hewan tinggal, sebagai habitat untuk hidup, mencari makan, dll. Salah satunya yakni habitat kawasan monyet. Monyet merupakan primata yang memiliki ekor dengan ukuran lengan yang sama atau lebih pendek dari pada ukuran kaki. <\/p>\n<p>Monyet hidup di hutan karena berbagai alasan yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup dan adaptasi terhadap lingkungan tersebut .Bagi monyet, hal ini berarti mereka dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan yang beragam dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia.selain itu hutan memberikan perlindungan alami bagi monyet dari pemangsa darat. Vegetasi pohon yang lebat  memberikan tempat perlindungan yang baik.Selain itu juga, adanya pohon-pohon tinggi dan lebat bisa membantu monyet untuk menghindari atau perlindungan diri dari musuh seperti pemangsa udara seperti burung pemangsa. yang dimana akhir-akhir ini sering membuat warga resah akibat kedatangan monyet yang masuk dipemukiman warga,tepatnya di Desa Perkebunan Sentool, Kec, Panti. Kab, Jember. Pada hari minggu, 10 Desember 2023. Diduga hal ini disebabkan karena wilayah habitat kawasan monyet telah rusak akibat degradasi lahan yang menyebabkan monyet tidak menemukan tempat tinggal dan mencari makan yang layak. Menurut World Resources Institute (WRI). Degradasi lahan adalah hutan yang mengalami proses degradasi karena ditebang dan tidak digunakan untuk aktivitas pertanian atau kegiatan manusia. <\/p>\n<figure id=\"attachment_9461\" aria-describedby=\"caption-attachment-9461\" style=\"width: 145px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-167.jpg\" alt=\"\" width=\"145\" height=\"170\" class=\"size-full wp-image-9461\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9461\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1.Lahan Degradasi<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_9460\" aria-describedby=\"caption-attachment-9460\" style=\"width: 122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-66.jpg\" alt=\"\" width=\"122\" height=\"170\" class=\"size-full wp-image-9460\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9460\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Monyet berkeliaran dirumah warga<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gambar diatas dapat dilihat pada gambar 1 (Satu) degradasi lahan yang mengakibatkan lahan tersebut panas dan tandus, selain itu pada gambar 1 (satu) jika dilihat dari google maps degradasi lahan cukup luas. Kemudian pada gambar  2 (dua) dapat dilihat bahwasannya monyet memasuki wilayah pemukiman warga. Menurut salah satu warga didesa Sentool yang mana monyet memasuki rumah warga saat pintu terbuka dan tanpa sepengetahuan tuan rumah, monyet tersebut diduga sedang kelaparan dan mencari makan. Hal tersebut sangat mengganggu pemilik rumah ketika mengetahui bahwasannya makanan yang disediakan telah habis dimakan oleh sekumpulan monyet. Oleh karena itu warga setempat selalu menghimbau untuk menutup dan mengunci pintu ketika meninggalkan rumah.  Akan tetapi meskipun begitu masih banyak monyet yang berkeliaran karena tidak memiliki tempat tinggal. <\/p>\n<p>Degradasi lahan terjadi akibat ulah manusia yang menebang pohon dengan maksud tujuan yang belum jelas, dampak dari adanya degradasi lahan yakni beberapa hektar lahan gundul dikawasan tersebut yang mengakibatkan beberapa spesies flora maupun fauna yang ada ditempat tersebut mulai hilang, adnya degradasi lahan mengakibatkan terjadinya percepatan pemanasan global, sumber daya pangan mulai berkurang, dan makhluk hidup yang menempati wilayah tersebut kemungkinan akan kesulitan untuk mencari sumber pangan dari tumbuhan yang layak.  Jika deforestasi lahan tidak segera ditangani kemungkinan spesies hewan yang masih berada didalamnya akan punah. Oleh sebab itu, perlunya kita menjaga kawasan hutan terutama kawasan habitat hewan utamanya monyet agar kehidupan yang ada didalamnya tetap lestari. <\/p>\n<p>Dewi <strong>Ambarwati,dkk<br \/>\n(Mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Achmad Siddiq Jember)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Habitat kawasan monyet rusak akibat degradasi lahan, siapa kah yang salah? Perlu diketahui bahwasannya hutan yang memiliki bahasa latin yakni sylva, sylvi atau sylvo memiliki arti yakni suatu tempat luasyang mana merupakan tempat dihuninya oleh berbagai macam jenis tumbuhan yang lebat. Seperti semak, rumput, jamur, tumbuhan sejenis paku-pakuan, pohon-pohon serta tumbuhan lainnya di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9459","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9459\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}