{"id":9406,"date":"2023-12-20T00:35:09","date_gmt":"2023-12-19T16:35:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9406"},"modified":"2023-12-20T00:35:09","modified_gmt":"2023-12-19T16:35:09","slug":"pengaruh-pergantian-kurikulum-bagi-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pengaruh-pergantian-kurikulum-bagi-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-indonesia\/9406\/","title":{"rendered":"Pengaruh Pergantian Kurikulum Bagi Siswa dan Tenaga Pendidik di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Seperti yang kita ketahui bahwasannya kurikulum di Indonesia telah mengalami sebelas kali dinamika perubahan hingga kurikulum merdeka yang digunakan saat ini. Pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali mengalami pergantian kurikulum dikarenakan banyak hal. Mulai dari bentuk evaluasi dan tindak lanjut dari kurikulum sebelumnya hingga pergantian menteri pendidikan juga membuat kurikulum kian berganti. Tujuan besar dari pergantian kurikulum tersebut tidak lain adalah demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. <\/p>\n<p>Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum merdeka  yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (MendikbudRistek) Nadiem Makarim pada 11 Februari 2022 lalu. Kurikulum merdeka berfokus pada minat dan bakat siswa sehingga siswa tidak dipaksakan untuk mempelajari semua mata pelajaran yang tidak disukainya. Kurikulum ini juga berfokus pada pengembangan profil pelajar pancasila. Profil pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi. keenam kompetensi tersebut ialah: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, dan bberakhlak mulia (2) berkebhinekaan tunggal (3) gotong-royong (4) mandiri (5) bernalar kritis dan (6) kreatif. Sehingga pada kurikulum merdeka siswa diberi tugas khusus yang harus diselesaikan , yakni sebuah proyek yang mengacu pada pengembangan profil pelajar Pancasila atau biasa disebut dengn proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5).<\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan kurikulum 2013, kurikulum ini pengembangan karakter diintegrasikan dengan muatan pembelajaran. Kurikulum ini berfokus pada nilai sikap atau moralitas daripada akademik. Karena nilai akademik dipengaruhi nilai sikap atau moralitas sehingga fokus penilaian ada pada nilai sikap. Pada intinya, struktur kurikulum 2013 disusun untuk mendorong dan membantu siswa agar lebih baik dalam, mengajukan pertanyaan, bernalar, mengkomunikasikan atau mempresentasikan materi pembelajaran yang telah dipelajari. Namun, pada masa pandemi covid-19 membuat satuan pendidikan menggunakan kurikulum darurat atau kurikulum 2013 yang disederhanakan. Kemudian untuk pemulihan  pembelajaran, Pemerintah   Pusat   menetapkan   kebijakan   impelementasi   kurikulum   merdeka sebagai bentuk upaya imitgasi learning loss akibat pandemi. Namun, melalui pergantian kurikulum ini cukup berpengaruh bagi siswa.<\/p>\n<p>Dampak yang didapatkan siswa dari pergantian kurikulum ini, siswa harus adaptasi terhadap kurikulum terbaru karena cukup terbiasa dengan kurikulum sebelumnya, pergantian kurikulum yang belum sepenuhnya siap juga membuat siswa bingung terhadap informasi terbaru. Selain itu, pergantian kurikulum tidak hanya berdampak pada siswa. Tenaga pendidik juga mendapat dampak dari pergantian kurikulum. Salah satunya tenaga pendidik yang sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan terkadang masih memegang prinsip lama dalam dunia pendidikan sehingga terjadi penyimpangan. Tak hanya itu, tenaga pendidik yang sudah menuju masa pensiun terkadang tidak mengikuti perkembangan zaman  sehingga  mereka masih belum paham tentang teknologi  informasi terbaru. <\/p>\n<p>Adanya  bentuk perubahan kurikulum sebagai penyempurna dan sebagai bentuk tindak lanjut  dari evaluasi kurikulum sebelumnya. Tentunya pergantian kurikulum ini menyiapkan generasi untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan memiliki karakter yang baik sesuai dengan profil pelajar pancasila. Berdasarkan dampak-dampak yang telah dipaparkan, solusi yang ditawarkan adalah baik siswa maupun tenaga pendidik harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi informasi terbaru karena di era globalisasi dan modernisasi dunia menuntut adanya perkembangan IPTEK begitu pula dengan pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan yang diharapkan mampu untuk membuat pendidikan di Indonesia menjadi  lebih berkualitas. <\/p>\n<p><strong>Zilfy Nurillah Mayassary<br \/>\nUniversitas Negeri Surabaya<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Seperti yang kita ketahui bahwasannya kurikulum di Indonesia telah mengalami sebelas kali dinamika perubahan hingga kurikulum merdeka yang digunakan saat ini. Pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali mengalami pergantian kurikulum dikarenakan banyak hal. Mulai dari bentuk evaluasi dan tindak lanjut dari kurikulum sebelumnya hingga pergantian menteri pendidikan juga membuat kurikulum kian berganti. Tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9406","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9406"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9406\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}