{"id":9275,"date":"2023-12-19T00:11:28","date_gmt":"2023-12-18T16:11:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9275"},"modified":"2023-12-19T00:11:28","modified_gmt":"2023-12-18T16:11:28","slug":"kurikulum-merdeka-yang-tidak-maksimal-perlaksanaannya-didaerah-3t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kurikulum-merdeka-yang-tidak-maksimal-perlaksanaannya-didaerah-3t\/9275\/","title":{"rendered":"Kurikulum Merdeka yang Tidak maksimal Perlaksanaannya didaerah 3T"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Kuriikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang diciptakan untuk penyempurna kurikulum sebelumya. Pak Nadiem mengatakan kurikulum Merdeka justru penting di terapkan di daerah 3T. ada beberapa alasan yang diberikan pak Nadiem bahwasanya kurikulum ini penting diterapkan di daerah 3T, alasan pertama dalam kurikulum Merdeka 30-40 persen materi diringkas agar guru bisa mendalami setiap materi, alasan kedua kurikulum Merdeka memberikan hak kepada guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, alasan ketiga salah satu komponen besar adalah pembelajaran berbasis proyek. <\/p>\n<p>Pemerintah menyediakan fasilitas yang bisa mempermudah sekolah dan guru dapat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Platfrom Merdeka Melajar (PMM) maupun mengunduh panduan dan buku-buku teks yang tersedia di laman yang sudah disediakan oleh Kemendikbudristek. Tapi pemerintah kurang memperhatikan daerah-daerah yang belum begitu maju soal teknologi, seharusnya pemerintah memajukan terlebih dahulu teknologi di daerah terpencil sebelum menerapkan proyek seperti kurikulum Merdeka ini. <\/p>\n<p>Dengan kurangnya teknologi yang ada di daerah-daerah khususnya 3T mereka tertinggal dalam pembelajaran kurikulum Merdeka ini, atau bisa jadi mereka hanya bisa menonton dan tidak bisa merasakan. Bukan hanya kekurangan pengetahuan dan fasilitas tentang teknologi daerah seperti 3T juga kurangnya sarana dan prasarana yang kurang memadai. Akses internet juga sangat sulit di temukan di daerah-daerah terpencil di Indonesia ini. <\/p>\n<p>Bisa dibilang kurikulum Merdeka ini cukup baik untuk mengasah skill para siswa tetapi bagi siswa-siswa di daerah terpencil cukup sulit untuk menerapkan kurikulum Merdeka ini. Saya cukup kasihan pada mereka karena tidak bisa menerapkan Merdeka belajar ini dengan lancar karena mereka banyak tertinggal, padahal kurikulum Merdeka ini sudah cukup lancar di jalankan di kota-kota besar.<\/p>\n<p>Dengan platfrom digital ini kurang adil bagi siswa-siswa di daerah 3T ini karena mereka tidak bisa mengakses karena kendala teknologi dan juga internet yang tidak ada. Jadi pemerintah harusnya lebih banyak melihat daerah-daerah seperti 3T ini jika di rasa kurikulum Merdeka ini justru penting untuk daerah 3T tapi mereka sendiri tidak bisa melaksanakan kurikulum Merdeka itu. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Kuriikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang diciptakan untuk penyempurna kurikulum sebelumya. Pak Nadiem mengatakan kurikulum Merdeka justru penting di terapkan di daerah 3T. ada beberapa alasan yang diberikan pak Nadiem bahwasanya kurikulum ini penting diterapkan di daerah 3T, alasan pertama dalam kurikulum Merdeka 30-40 persen materi diringkas agar guru bisa mendalami setiap materi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-9275","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9275\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}