{"id":9127,"date":"2023-12-17T12:33:04","date_gmt":"2023-12-17T04:33:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=9127"},"modified":"2023-12-17T12:33:04","modified_gmt":"2023-12-17T04:33:04","slug":"pertolongan-pertama-anak-demam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pertolongan-pertama-anak-demam\/9127\/","title":{"rendered":"PERTOLONGAN PERTAMA ANAK DEMAM"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: <strong>Kholila Harahap , Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pada anak adalah kondisi demam yang dialami oleh anak-anak. Demam terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi batas normal, yaitu di atas 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut.<\/p>\n<p>Sementara jika pengukuran suhu dilakukan melalui dubur atau anus, dikatakan demam jika lebih dari 38 derajat Celsius. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada kebanyakan kasus, hal ini bukan kondisi berbahaya.<\/p>\n<p>Sebab, bisa jadi tanda bahwa tubuh anak sedang aktif melawan infeksi. Namun, demam pada anak juga bisa terjadi akibat penyakit serius yang tidak boleh disepeleka.<br \/>\nFaktor Risiko Demam pada Anak<\/p>\n<p>Demam pada anak adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Penting untuk tahu beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan ini pada anak, antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Faktor lingkungan, misalnya kontak langsung dengan banyak orang dan memiliki kemungkinan tidak sehat.<br \/>\n\u2022 Sistem kekebalan tubuh yang lemah.<br \/>\n\u2022 Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.<\/p>\n<p>Beberapa kemungkinan penyebab demam pada anak adalah :<br \/>\n\u2022 Infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.<br \/>\n\u2022 Infeksi dan radang pada telinga (otitis).<br \/>\n\u2022 Infeksi dan radang pada amandel (tonsillitis).<br \/>\n\u2022 Infeksi dan radang pada sinus (sinusitis).<br \/>\n\u2022 Efek samping imunisasi tertentu.<br \/>\n\u2022 Virus roseola.<br \/>\n\u2022 Diare akibat makanan yang terkontaminasi kuman (gastroenteritis).<br \/>\n\u2022 Infeksi ginjal.<br \/>\n\u2022 Batuk rejan.<br \/>\n\u2022 Disentri.<br \/>\n\u2022 Tifus.<br \/>\n\u2022 Cacar air.<br \/>\n\u2022 Demam berdarah.<br \/>\n\u2022 Malaria.<br \/>\n\u2022 Infeksi saluran kemih.<br \/>\n\u2022 Infeksi dan radang pada paru-paru (pneumonia).<br \/>\n\u2022 Infeksi dan radang pada selaput otak (meningitis).<br \/>\n\u2022 Infeksi darah (septikemia).<br \/>\n\u2022 Lingkungan yang panas.<br \/>\n\u2022 Pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.<\/p>\n<p>Gejala Demam pada Anak<br \/>\nDemam pada anak-anak terjadi ketika suhunya naik di atas kisaran normal, yaitu 36,5\u201337 derajat Celsius. Bergantung pada apa yang menyebabkan demam, tanda dan gejala demam pada anak lainnya ialah:<\/p>\n<p>\u2022 Mudah marah, rewel, dan lesu.<br \/>\n\u2022 Nafsu makan menurun.<br \/>\n\u2022 Menangis lebih sering.<br \/>\n\u2022 Bernapas dengan cepat.<br \/>\n\u2022 Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.<br \/>\n\u2022 Mengalami kejang.<br \/>\n\u2022 Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.<br \/>\n\u2022 Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.<br \/>\n\u2022 Tidur lebih lama atau mengalami kesulitan tidur.<\/p>\n<p>Diagnosis Demam pada Anak<br \/>\nSalah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis demam pada Si Kecil adalah melakukan sentuhan pada dahinya. Namun, cara ini tidak akan memberikan pengukuran yang akurat. Cobalah untuk menggunakan termometer digital yang dapat benar-benar memastikan demam pada Si Kecil. Demam adalah saat suhu tubuh anak berada pada atau di atas salah satu dari indikator berikut ini:<\/p>\n<p>\u2022 Diukur secara oral (lewat mulut): 37,8 derajat Celsius.<br \/>\n\u2022 Diukur secara rektal (lewat anus atau dubur): 38 derajat Celsius.<br \/>\n\u2022 Diukur pada ketiak: 37,2 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Jika demam disertai dengan berbagai gejala lain, pemeriksaan oleh dokter diperlukan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak, hingga pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan rontgen. Ini tergantung pada kondisi dan gejala yang dialami anak.<\/p>\n<p>Komplikasi Demam pada Anak<br \/>\nPada kebanyakan kasus, demam pada anak dapat membaik dengan sendirinya. Namun, risiko komplikasi tetap ada. Misalnya pada usia 6 bulan hingga 5 tahun, mungkin saja mengalami kejang akibat demam.<\/p>\n<p>Kejang biasanya menimbulkan masalah berupa hilangnya kesadaran dan gemetar pada kedua sisi tubuh. Meskipun hal ini menimbulkan rasa khawatir bagi orangtua, tetapi sebagian besar kejang demam tidak menyebabkan efek yang bertahan lama.<\/p>\n<p>Beberapa komplikasi demam pada anak lainnya yang dapat terjadi, antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Dehidrasi berat.<br \/>\n\u2022 Penurunan kesadaran atau halusinasi.<br \/>\n\u2022 Penyakit serius yang tidak terdeteksi dan semakin memberat.<\/p>\n<p>Pengobatan Demam pada Anak<br \/>\nUntuk demam ringan, biasanya pengobatan tidak diperlukan. Kondisi ini cukup diatasi dengan perawatan rumahan, seperti:<\/p>\n<p>\u2022 Cukupi kebutuhan cairan anak, sehingga tidak dehidrasi.<br \/>\n\u2022 Berikan obat penurun demam yang relatif aman untuk Si Kecil atau resep dokter sesuai dosis dan petunjuk pemakaian obat.<br \/>\n\u2022 Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman.<br \/>\n\u2022 Gunakan pakaian yang tipis agar panas tubuh dapat keluar.<br \/>\n\u2022 Periksa suhu tubuh anak secara teratur dengan menggunakan termometer.<br \/>\n\u2022 Cukupi kebutuhan istirahat anak.<br \/>\n\u2022 Kompres dengan air hangat.<br \/>\n\u2022 Jaga agar anak tidak kedinginan atau kepanasan.<br \/>\n\u2022 Berikan makanan yang mudah dicerna dan yang disukai anak.<\/p>\n<p>Namun, pada kasus demam yang berat, dokter biasanya meresepkan obat penurun demam. Begitu pula jika demam disertai gejala penyakit lain, pengobatan akan dilakukan berdasarkan kondisi yang dialami.<\/p>\n<p>Pencegahan Demam pada Anak<br \/>\nOrangtua bisa mencegah demam pada anak dengan mengajarkan anak beberapa metode untuk menjaga kebersihan diri, antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di dekat orang sakit.<br \/>\n\u2022 Usahakan bawa hand sanitizer saat bepergian untuk berjaga-jaga bila tidak ada air dan sabun.<br \/>\n\u2022 Biasakan selalu menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.<br \/>\n\u2022 Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang kotor.<br \/>\n\u2022 Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Kholila Harahap , Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara JurnalPost.com &#8211; Pada anak adalah kondisi demam yang dialami oleh anak-anak. Demam terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi batas normal, yaitu di atas 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut. Sementara jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9127","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9127\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}