{"id":887,"date":"2023-06-19T18:01:03","date_gmt":"2023-06-19T10:01:03","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=887"},"modified":"2023-06-21T14:41:22","modified_gmt":"2023-06-21T06:41:22","slug":"antusiasme-warga-desa-siraman-terkait-perencanaan-kampung-inklusi-yang-diinisiasi-oleh-rumah-kinasih-dan-mahasiswa-universitas-muhammadiyah-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/antusiasme-warga-desa-siraman-terkait-perencanaan-kampung-inklusi-yang-diinisiasi-oleh-rumah-kinasih-dan-mahasiswa-universitas-muhammadiyah-malang\/887\/","title":{"rendered":"Antusiasme Warga Desa Siraman terkait Perencanaan Kampung Inklusi yang Diinisiasi oleh Rumah Kinasih dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com, Siraman, Blitar<\/strong> &#8211;  Gelar sosialisasi perencanaan Kampung Inklusi, Octop Team dan Rumah Kinasih gandeng puluhan kepala keluarga RT 01 Desa Siraman. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (16\/06) di halaman Rumah Kinasih ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Siraman. Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Edy Cahyono selaku founder dari Rumah Kinasih ini bertujuan untuk memperkenalkan rencana Kampung Inklusi pada masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Diawali dengan sosialisasi kemudian workshop batik ciprat hingga peresmian. Kampung Inklusi merupakan program kolaborasi yang dirancang oleh Octop Team dan Rumah Kinasih yang ditujukan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di sekitar Rumah Kinasih.<\/p>\n<p>Edy Cahyono, selaku founder dari Rumah Kinasih menjelaskan bahwa hadirnya Kampung Inklusi dapat membantu masyarakat sekitar tak hanya dari sektor ekonomi saja, melainkan turut meningkatkan nilai sosial yang ada pada desa tersebut. Program ini juga akan melibatkan warga dalam proses pendirian Kampung Inklusi dibawah pemantauan dan bantuan dari Rumah Kinasih.<\/p>\n<p>\u201cAkan ada pelatihan khusus yang ditujukan pada masyarakat sekitar sebelum terjun dalam pelaksanaan Kampung Inklusi. Hal tersebut untuk membantu proses controlling pada warga sekitar agar tidak kesusahan dalam menjalankan program\u201d, jelasnya.<\/p>\n<p>Ketua dari Octop Team, Ihsan Sutanto menyebutkan bahwa masyarakat sekitar terlihat antusias dalam perencanaan Kampung Inklusi ini. Terdapat 30 dari 35 kepala keluarga yang hadir dan menyetujui rencana pendirian Kampung Inklusi. Persetujuan tersebut disampaikan pada sesi diskusi dan tanya jawab mengenai program yang telah disampaikan.<\/p>\n<p>\u201cAntusias masyarakat sekitar sangat luar biasa, melebihi apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Dalam membantu masyarakat sekitar, kami (Octop Team dan Rumah Kinasih) akan memberikan fasilitas berupa pembelajaran mengenai motif batik, pewarnaan batik serta dapat menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan oleh kami (Octop Team dan Rumah Kinasih) sehingga dapat memproduksi batik ciprat sendiri\u201d, ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi warga Desa Siraman, Surya menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat memberi pemahaman yang lebih luas mengenai inklusi sosial. Dan akan ikut serta dalam mendukung upaya-upaya untuk menciptakan Kampung Inklusi.<\/p>\n<p>\u201cPerencanaan program Kampung Inklusi cukup bagus dan berpotensi membantu masyarakat sekitar. Apalagi dengan bantuan alat serta pelatihan yang cukup dibawah pengawasan dan bimbingan langsung dari Rumah Kinasih. Semoga rencana pendirian Kampung Inklusi dapat terealisasikan dengan baik,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Ihsan Sutanto<br \/>\nProgram Studi Ilmu Komunikasi<br \/>\nUniversitas Muhammadiyah Malang<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com, Siraman, Blitar &#8211; Gelar sosialisasi perencanaan Kampung Inklusi, Octop Team dan Rumah Kinasih gandeng puluhan kepala keluarga RT 01 Desa Siraman. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (16\/06) di halaman Rumah Kinasih ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Siraman. Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Edy Cahyono selaku founder dari Rumah Kinasih ini bertujuan untuk memperkenalkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1059,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}