{"id":8835,"date":"2023-12-15T21:13:16","date_gmt":"2023-12-15T13:13:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8835"},"modified":"2023-12-15T21:13:16","modified_gmt":"2023-12-15T13:13:16","slug":"pembinaan-karakter-melalui-palang-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pembinaan-karakter-melalui-palang-merah\/8835\/","title":{"rendered":"PEMBINAAN KARAKTER MELALUI PALANG MERAH"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Hilda Melani Purba<br \/>\nhildapurba28@gmail.com<br \/>\nUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melangsungkan pembangunan suatu bangsa. Pendidikan juga merupakan hal yang utama dalam kehidupan manusia yang berlangsung seumur hidup dan menjadi hak bagi setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. <\/p>\n<p>Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah, kegiatan tersebut dapat menjadi wahana dalam perkembangan bakat atau potensi yang dimiliki peserta didik, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat dimilikinya. Kegiatan ekstrakurikuler membiasakan siswa terampil berorganisasi, menambah wawasan, memecahkan masalah, serta membentuk nilai karakter peserta didik sesuai dengan ekstrakurikuler yang mereka tekuni. kegiatan ekstrakurikuler merupakan seperangkat pengalaman belajar memiliki manfaat bagi pembentukan keterampilan siswa.<\/p>\n<p> Diantara berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler di atas, salah satu ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah adalah ekstrakurikuler PMR. Palang Merah Remaja merupakan wadah atau tempat untuk membina siswa dalam pengembangan karakter kepalangmerahan yaitu mengarahkan anggota PMR agar mengetahui, memahami, dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah, dalam pembinaan yang berbasis pengembangan karakter dilaksanakan dengan pendekatan keterampilan hidup yang mencakup social skill atau keterampilan sosial, yaitu proses pembinaan interaktif yang tujuannya untuk memaksimalkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota PMR sehingga terjadi perubahan positif. Proses interaksi yang dapat membentuk keterampilan sosial salah satunya adalah berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah, yaitu ekstrakurikuler PMR. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR seperti kemah rimba, bhakti sosial, dan latihan rutin. Peserta didik dapat mengembangkan kepedulian terhadap sesama, memberi bantuan kepada orang lain, berkomunikasi dengan baik, dan dapat mengembangkan kebiasaan positif, yaitu tatakrama, kesopanan, dan tangungjawab sosial.<\/p>\n<p>Kegiatan ekstrakurikuler lain juga dapat membentuk karakter dan disiplin siswa, seperti Palang Merah Remaja (PMR). PMR dibentuk pada tahun 1914-1918 selama perang di Austria, di mana anak-anak sekolah dimobilisasi untuk membantu karena kekurangan tenaga di Palang Merah Austria. Mereka diberi tugas ringan, seperti mengumpulkan pakaian bekas, majalah, dan koran. Ini mengarah pada pembentukan Palang Merah Pemuda (PMP) yang kemudian menjadi PMR. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dianggap sebagai medium potensial untuk membina karakter dan meningkatkan prestasi akademik peserta didik.<\/p>\n<p>Kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya untuk mengembangkan potensi siswa, tetapi juga untuk membentuk kepribadian yang lebih baik dan mendorong nilai-nilai sosial. PMR adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan wadah untuk pembinaan dan pengembangan karakter anggota remaja, dengan fokus pada prinsip-prinsip Palang Merah Remaja. Ini melibatkan kegiatan sosial dan kesehatan di sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta memberikan bantuan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk rasa kebersamaan dan kepedulian sejak usia dini. Anggota PMR dilatih untuk memiliki kepedulian sosial, termasuk memberikan pertolongan pertama dan menangani siswa yang sakit. Siswa juga diajarkan untuk hidup sehat. Meskipun penelitian sebelumnya tidak mendalam dalam menjelaskan kelebihan dan kekurangan ekstrakurikuler PMR.<\/p>\n<p>Pentingnya pembentukan karakter pada peserta didik di era globalisasi yang semakin maju menuntut adanya pendidikan karakter sejak usia dini. Berbagai cara dilakukan oleh lembaga pendidikan, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja. Ekstrakurikuler ini memiliki peran penting dalam menanamkan sikap sosial pada peserta didik melalui kegiatan pertolongan pertama dan bakti sosial tanpa membedakan korban yang sakit atau cidera. Namun, kegiatan ekstrakurikuler juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya mencakup pemberian pengalaman, pengembangan kreativitas, dan inovasi siswa, sedangkan kelemahannya adalah keterbatasan waktu siswa untuk mengerjakan tugas.<\/p>\n<p>Palang Merah Remaja berkomitmen untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada peserta didik terkait teknis pertolongan pertama. Ekstrakurikuler ini juga dapat membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh, terutama dalam aspek sosial seperti kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Palang Merah Remaja memegang peran penting dalam membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang bencana, mulai dari pencegahan hingga penanganan. Meskipun ada peraturan yang melarang anak Palang Merah Remaja turun langsung ke tempat bencana, mereka tetap dapat memberikan kontribusi dengan dokumentasi terkait kesehatan dan bencana. Sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menengah pertama, Palang Merah Remaja dianggap sebagai wadah pembentukan karakter peserta didik, bertujuan agar mereka menjadi warga negara yang baik dan cerdas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Hilda Melani Purba hildapurba28@gmail.com Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan JurnalPost.com &#8211; Pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melangsungkan pembangunan suatu bangsa. Pendidikan juga merupakan hal yang utama dalam kehidupan manusia yang berlangsung seumur hidup dan menjadi hak bagi setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. Kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}