{"id":849,"date":"2023-06-19T11:49:53","date_gmt":"2023-06-19T03:49:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=849"},"modified":"2023-06-19T15:52:05","modified_gmt":"2023-06-19T07:52:05","slug":"politik-dengan-olahraga-faktor-politik-yang-membatalkan-indonesia-menjadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/politik-dengan-olahraga-faktor-politik-yang-membatalkan-indonesia-menjadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20\/849\/","title":{"rendered":"Politik dengan Olahraga: Faktor politik yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia u-20"},"content":{"rendered":"<p><strong>Siti Khoirun Nisa<\/strong><br \/>\n<strong>Pia Khoirotun Nisa<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1.png\" alt=\"\" width=\"882\" height=\"359\" class=\"aligncenter size-full wp-image-852\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1.png 882w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-300x122.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-768x313.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-150x61.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Gambar1-696x283.png 696w\" sizes=\"(max-width: 882px) 100vw, 882px\" \/><\/p>\n<p><strong>FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI<\/strong><br \/>\n<strong>UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA<\/strong><br \/>\n<strong>2023 M \/ 1443 H<\/strong><\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nFIFA officially revoked Indonesia&#8217;s host status on March 29, 2023 in an official statement on its official website. However, even though Indonesia will no longer be the host of the U-20 World Cup, FIFA will continue to use the song from Indonesia entitled &#8220;Glorious&#8221; as the official song for the U-20 World Cup later in Argentina. This study aims to analyze the cancellation of Indonesia as the host of the U-20 World Cup by FIFA through media data. The purpose of this research is to understand the reasons behind this decision and its impact on the development of football in Indonesia. In addition, this study also aims to explore public perceptions and responses to FIFA&#8217;s decisions through media coverage. This type of research method used is qualitative. To help researchers see the problems above in more depth, researchers use the Constructivism paradigm with the framing analysis method. The results of this study indicate that Indonesian people have diverse perceptions of FIFA&#8217;s decisions. There are those who consider the decision to be unfair and interfere with Indonesia&#8217;s preparations as the host, there are also those who consider the decision to be fair based on infrastructure and organizational considerations. Some people also associate FIFA&#8217;s decision with wider political and economic issues.<\/p>\n<p><strong>Keyword<\/strong>: <em>world cup u20, Indonesia, politics, sport<\/em><\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nFIFA secara resmi mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah pada tanggal 29 Maret 2023 silam pada surat pernyataan resmi dalam laman resminya. Namun, meskipun Indonesia tidak lagi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, FIFA tetap menggunakan lagu dari Indonesia yang berjudul \u201cGlorious\u201d sebagai lagu Resmi Piala Dunia U-20 nanti di Argentina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA melalui data media. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami alasan di balik keputusan tersebut dan dampaknya terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap keputusan FIFA melalui cakupan media. jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Untuk membantu peneliti melihat permasalahan diatas secara lebih mendalam peneliti menggunakan paradigma Kontruktivisme dengan metode analisis framing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki persepsi yang beragam terhadap keputusan FIFA. Beberapa masyarakat merasa bahwa keputusan tersebut tidak adil dan mengganggu persiapan Indonesia sebagai tuan rumah, sementara yang lain merasa bahwa keputusan tersebut adil berdasarkan pertimbangan infrastruktur dan organisasi. Sebagian masyarakat juga mengaitkan keputusan FIFA dengan isu politik dan ekonomi yang lebih luas.<br \/>\nKata kunci : piala dunia u20, Indonesia, politik, olahraga.<\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><br \/>\nPiala Dunia U-20 pada tahun 2023 awalnya dijadwalkan akan diselenggarakan di Indonesia dari 20 Mei hingga 11 Juni, namun FIFA secara resmi telah mencabut status Indonesia sebagai negara tuan rumah. Menanggapi kontroversi seputar keikutsertaan tim U-20 Israel di turnamen tersebut, FIFA disebut telah mendiskualifikasi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bali I Wayan Koster bersatu menolak kehadiran timnas U-20 Israel di pulau masing-masing.. Indonesia juga telah menyiapkan enam stadion yang tersebar di enam daerah di Indonesia, yaitu : Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Stadion Manahan, Solo, Stadion si Jalak Harupat, Bandung, Stadion Kapten 1 Wayan Dipta, Gianyar-Bali Ini jelas menunjukkan betapa Indonesia berharap dan mencoba yang terbaik menjadi tuan rumah acara bergengsi itu. Indonesia pada awalnya dipilih Tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2021 dan dipilih mulai 2019 setelah rival Brasil dan Peru, yang juga secara sukarela menjadi tuan rumah FIFA. Piala Dunia U-20 di tahun 2023 awalnya dijadwalkan akan diselenggarakan di Indonesia dari 20 Mei hingga 11 Juni, namun FIFA secara resmi telah mencabut status Indonesia sebagai negara tuan rumah. Menanggapi kontroversi seputar keikutsertaan tim U-20 Israel di turnamen tersebut, FIFA disebut telah mendiskualifikasi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 di tahun 2023. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bali I Wayan Koster bersatu menolak kehadiran timnas U-20 Israel di pulau masing-masing. Selama hari acara, fasilitas. Oleh karena itu Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk berpartisipasi dan menjadi sukarelawan yang diselenggarakan oleh FIFA U-20 dengan upaya yang dilakukan dan berhasil dicapai. Sayangnya, meski menunggu tiga sampai empat tahun untuk hari itu, banyak pihak harus meredam kekecewaan ketika peran Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia dibatalkan dan diambil alih negara lain.<\/p>\n<p><strong>METODE PENELITIAN<\/strong><br \/>\nAdapun jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Untuk membantu peneliti melihat permasalahan diatas secara lebih mendalam peneliti menggunakan paradigma Kontruktivisme dengan metode analisis framing. Analisis framing adalah analisis untuk melihat bagaimana media mengkonstruksi realitas. Analisis ini juga menunjukkan bagaimana media memahami dan membingkai peristiwa (Eriyanto, 2002:10). Ada dua kerangka utama, yaitu interpretasi peristiwa dan penulisan faktual. Analisis bingkai adalah metode analisis tekstual dan analisis konten kuantitatif, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam analisis Konten kuantitatif yang disorot adalah konten pesan\/teks komunikasi Metode ini mencoba memahami dan menginterpretasikan makna teks dengan mempelajari bagaimana media membingkai sesuatu. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa framing pada hakikatnya adalah cara melihat bagaimana media bercerita tentang peristiwa tertentu. Kebanyakan orang dalam kelompok ini lebih tertarik pada kasus-kasus individual daripada kasus-kasus umum.<\/p>\n<p>Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui cara mengumpulkan teks berita mengenai kasus FIFA mencabut Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U20 yang dimuat di bola.okezone.com dan kompas.com. Peneliti menggunakan portal media berbasis daring yaitu bola.okezone.com dan kompas.com. sebagai objek penelitian, karena berdasarkan situs yang sering dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p><strong>HASIL DAN PENEMUAN<\/strong><br \/>\nPiala Dunia atau secara resmi disebut FIFA World Cup adalah turnamen empat tahun di mana juara dunia sepak bola ditentukan. FIFA menyelenggarakan kompetisi ini pertama kali pada tahun 1930, ketika Uruguay menang dengan skor 4-2. Sebagai acara sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia FIFA secara alami menarik miliaran penonton pada setiap penyelenggaraan acara tersebut Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 mulai tahun 2019, menurut FIFA. Indonesia telah terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021. Namun, karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, Piala Dunia U-20 2021 ditunda hingga tahun 2023. Negara Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah. Piala Dunia U-20 secara resmi diumumkan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Pada 24 November 2019, deklarasi tersebut dilakukan pada pertemuan Dewan FIFA di Shanghai, China. Kemudian, pada 29 Maret 2023, FIFA secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia tidak lagi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena insiden Kanjuruhan Oktober 2022. Usai pembahasan hari ini (29 Maret 2023), Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua PSSI Erick Tohir. Piala Dunia U-20 2023 tidak akan diadakan di Indonesia, FIFA telah memutuskan, demikian pernyataan yang dilansir bola.com. Tak lama setelah ditentang keras oleh masyarakat Indonesia dan tokoh-tokoh berpengaruh, FIFA mengeluarkan deklarasi resmi. FIFA tidak membahas atau memperdebatkan masalah ini dalam surat resminya. Warga negara Indonesia dan pejabat pemerintah secara aktif menentang kehadiran tim nasional Israel karena alasan kemanusiaan. Apalagi diketahui bahwa Indonesia dan Israel sudah lama berselisih sejak masa kepresidenan Presiden Soekarno. Hal ini disebabkan oleh serangan gencar Israel terhadap rakyat Palestina, yang jelas-jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang mencolok. PBB tidak pernah menjatuhkan sanksi terhadap Israel secara langsung atau negara lain. Hal ini dimungkinkan karena AS secara konsisten menerapkan sanksi terhadap Israel. Tidak ada yang bisa mencegah Israel menyerang Palestina. Ini juga yang menjadi alasan Indonesia yang sangat tidak menyukai Israel menolak skuad Israel ketika mengetahui bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.<\/p>\n<p><strong>ANALISIS PERMASALAHAN<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Penyebab Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala dunia U-20<\/strong><br \/>\nFIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada Rabu (29\/3) malam. Meski tidak diberikan alasan yang jelas atas dibatalkannya status tuan rumah oleh FIFA, penolakan kedatangan dan ke ikutsertaan timnas Israel diduga merupakan salah satu tindakan dari beberapa partai politik, organisasi sosial (ormas) hingga pimpinan daerah. Seperti, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster diduga menjadi salah satu pertimbangan FIFA dalam keputusan tersebut. Kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 mengecewakan sebagian orang. Dalam surat pernyataan nya FIFA mengatakan bahwa mereka me remove Indonesia sebagai tuan rumah dikarenakan situasi di Indonesia dianggap kurang kondusif. Sehingga, FIFA mencabut status tersebut. Dalam pernyataan tersebut, kata kondisi dan situasi yang di maksud menjurus kepada tragedi yang terjadi di kanjuruhan pada tahun 2022 silam. Namun, banyak masyarakat yang merasa bahwa hal tersebut dirasa kurang tepat dan sedikit ganjal. Karena FIFA sendiri menyatakan berbela sungkawa kepada Indonesia saat tragedi tersebut terjadi. Banyak yang kemudian mengaitkan pembatalan tersebut dengan penolakan terhadap kedatangan Timnas Israel ke Indonesia untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Dilansir dari artikel https:\/\/bola.okezone.com terdapat 3 dugaan yang menjadi alasan mengapa FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah, yaitu :<\/p>\n<p>Tragedi Kanjuruhan: Tragedi yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 ini menyebabkan korban sebanyak 712 orang, dan menelan kurang lebih 132 orang korban meninggal. Kerusuhan tersebut terjadi di akibatkan karena suporter yang tidak terima jika tim jagoannya kalah dalam pertandingan tersebut. Selain itu, diduga ada faktor lain yang memperparah tragedi tersebut, yaitu kekerasan yang dilakukan oleh para pihak keamanan dan pengaturan stadion yang tidak memadai. Kerusuhan ini menjadi salah satu kerusuhan sepak bola terbesar di dunia karena menelan banyak korban jiwa. Hal tersebut tentu saja menjadi sorotan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Hal inilah yang kemudian menjadi dugaan masyarakat jika FIFA takut akan terjadi kerusuhan yang serupa saat pagelaran Piala Dunia U-20 terjadi.<\/p>\n<p>Venue Dinilai Belum Siap: Ada total 6 venue yang dipilih sebagai arena pertandingan untuk Piala Dunia U-20. Namun sayangnya, beberapa stadion di anggap belum siap dan masih kurang memadai dalam segi fasilitas untuk para penonton. Beberapa stadion di antaranya masih ada yang kekurangan area parkir, kurangnya fasilitas untuk para penonton difabel, tribun penonton yang masih harus diperhatikan, dan beberapa hal lainnya. Sehingga, hal ini menjadi salah satu dugaan yang dilayangkan oleh masyarakat terkait ketidak siapannya Indonesia dalam menjadi tuan rumah Piala Dunia.<\/p>\n<p>Tolak Tim Nasional Israel: Tak sedikit pihak yang tidak setuju dengan keikutsertaan timnas U20 Israel di Piala Dunia U20 di Indonesia. Bukan hanya masyarakat biasa, namun juga beberapa pejabat, politikus, dan tokoh daerah yang menentang kehadiran timnas Israel di Indonesia. Dua di antaranya adalah Gubernur Bali I Wayan Kosten dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dua gubernur yang wilayahnya dijadikan tempat berlangsungnya pertandingan itu mengumumkan akan menolak kehadiran timnas Israel di Indonesia, khususnya di wilayahnya. Hal ini karena keengganan Israel untuk menyerang Palestina, karena bertentangan dengan kepentingan nasional Indonesia yang ingin menghilangkan segala bentuk penjajahan. Begitu banyak orang berpengaruh mengikuti menolak kehadiran timnas Israel. Dengan ketiga tudingan tersebut, tak ada lagi kebingungan mengapa FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Mei 2023. Meski Indonesia tak lagi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, FIFA tetap menggunakan lagu Indonesia &#8220;Glorious&#8221; sebagai lagu resmi Piala Dunia U-20 kemudian dirayakan di Argentina. Namun, tudingan seputar diskualifikasi timnas Israel menjadi tudingan yang dianggap publik sebagai alasan terkuat mengapa FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia.<\/p>\n<p>FIFA resmi mencalonkan Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 menggantikan Indonesia setelah statusnya dicabut pada 29 Maret 2023. Indonesia sebelumnya dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan Dewan Piala Dunia FIFA U-20 Oktober 2019. Di Shanghai, China mengalahkan kandidat seperti Peru dan Brasil. Piala Dunia U20 seharusnya berlangsung pada 2021, namun kemudian dibatalkan karena pandemi Covid-19. Selain itu, jadwal baru pertandingan diputuskan untuk periode 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Mendekati tanggal pelaksanaan, muncul perbedaan pendapat yang menimbulkan kontroversi seputar Piala Dunia U-20 Indonesia. Pada 14 Maret 2023, dirilis pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menolak kehadiran timnas Israel. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyerukan sikap serupa. Beberapa partai dan organisasi sosial memperkuat penegasan kedua pasal tersebut sehingga menimbulkan beberapa perdebatan.<\/p>\n<p><strong>B. Pihak-pihak yang menentang kedatangan timnas Israel<\/strong><\/p>\n<p>\u25cf Hasto Kristiyanto PDIP<br \/>\nHasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan, adalah satu dari sekian banyak penentang keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 di Indonesia. Dia mengklaim bahwa kerentanan politik dan sosial ditingkatkan dengan partisipasi tim nasional Israel di Indonesia. Hasto mengklaim, mulai Agustus 2022, PDIP akan menyusun rencana yang akan mencegah Israel lolos ke Indonesia, tetapi tetap memungkinkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.<\/p>\n<p>\u25cf Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)<br \/>\nKelompok lain yang menentang keikutsertaan Timnas Israel adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi DPRD DKI Jakarta. Achmad Yani, Presiden PKS Group, meminta Gubernur DKI Heru Budi mengambil tindakan untuk mencegah timnas Israel berlaga di Piala Dunia U20 di Jakarta, Indonesia. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, 24 Maret 2023, Presiden PKS Achmad Yani menyatakan bahwa &#8220;kelompok PKS sekali lagi menentang keras kehadiran timnas Israel di DKI Jakarta dan tempat lain di Republik Indonesia.&#8221;<\/p>\n<p>\u25cf Gubernur Bali, I Wayan Koster<br \/>\nI Wayan Koster, Gubernur Bali, juga menolak undangan tim Israel untuk datang. Pada saat yang sama, dia menegaskan bahwa penolakannya terhadap tim nasional Israel adalah satu-satunya faktor \u2014 sikap pemerintah juga berperan.<\/p>\n<p>\u25cf Majelis Ulama Indonesia (MUI)<br \/>\nKeikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U20 sedang dipertimbangkan oleh MUI, sebuah kelompok politik. MUI menyarankan untuk mencari venue lain bagi timnas Israel untuk bermain.<\/p>\n<p>\u25cf FPI dan Persaudaraan Alumni 212<br \/>\nHusein, koordinator lapangan kompetisi (korlap) ke-203, keberatan dengan tim Israel yang berlaga di Indonesia, mengklaim kewajiban Indonesia berterima kasih kepada Palestina sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim pertama yang melakukannya. Dia mengaku senang FIFA akhirnya memutuskan untuk menunda Piala Dunia U-20 di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN<\/strong><br \/>\nPenolakan timnas U20 Israel oleh masyarakat Indonesia berujung pada kegagalan status tuan rumah Piala Dunia U20 Indonesia pada Mei 2023. Tentu saja, ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang sudah beberapa tahun menunggu momen ini. Penolakan ini disebabkan oleh antipati rakyat terhadap Israel yang tidak henti-hentinya menyerang Palestina. Orang-orang tampaknya tidak menyadari bentuk ini campur tangan dalam politik dan agama. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam berpendapat bahwa \u201ckafir\u201d seperti Israel tidak boleh masuk ke Indonesia karena menyerang sesama agamanya yaitu Palestina. Di saat yang sama, banyak orang menolak timnas Israel karena pelanggaran HAM Israel terhadap warga Palestina. Sedangkan FIFA kemudian mencabut status tuan rumah Indonesia karena terbukti melanggar aturan atau regulasi yang telah ditetapkan FIFA.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nEriyanto, 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: PT LKis.<br \/>\nLexy J. Moelong.Qualitative Research Method.Penerbit: PT. Remaja Rusdakarya, Bandung 2010. Hlm.34<br \/>\n\u201cSepak Bola Piala Dunia\u201d, https:\/\/www.brittanica.com\/sports\/world-cup-football Diakses: Senin, 26 Desember 2022<br \/>\nFIFA, \u201cRussia 2018 more than half of the world witnessed the record-breaking world cup 2018\u201d https:\/\/www.fifa.com\/worldcup\/news\/more-than-half-the-world-watched-rrecord breaking-2018 Diakses: 26 Desember 2022<br \/>\nhttps:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/03\/27\/190000265\/kilas-balik-indonesia-ditunjuk-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-yang-kini?page=all<br \/>\nhttps:\/\/bola.okezone.com\/read\/2023\/03\/30\/51\/2789835\/kronologi-indonesia-terpilih-sebagai-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-hingga-fifa-cabut-statusnya<br \/>\nhttps:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/03\/30\/101500765\/berakhir-sia-sia-ini-kronologi-indonesia-ditunjuk-jadi-tuan-rumah-piala?page=all<br \/>\nhttps:\/\/www.antaranews.com\/berita\/3153021\/presiden-fifa-berikan-pernyataan-soal-tragedi-kanjuruhan<br \/>\nhttps:\/\/bola.okezone.com\/read\/2023\/03\/30\/51\/2789905\/3-dugaan-penyebab-fifa-cabut-status-indonesia-sebagai-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-nomor-1-sedang-ramai?page=2<br \/>\nhttps:\/\/www.detik.com\/jateng\/sepakbola\/d-6648515\/menyoal-beda-perlakuan-fifa-rusia-dilarang-kenapa-israel-tidak<br \/>\nhttps:\/\/bola.tempo.co\/read\/1709210\/kronologi-indonesia-gagal-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-dan-daftar-tokoh-yang-menentang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siti Khoirun Nisa Pia Khoirotun Nisa FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2023 M \/ 1443 H Abstrak FIFA officially revoked Indonesia&#8217;s host status on March 29, 2023 in an official statement on its official website. However, even though Indonesia will no longer be the host of the U-20 World [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-849","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-makalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/849\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}