{"id":8423,"date":"2023-12-11T13:36:36","date_gmt":"2023-12-11T05:36:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8423"},"modified":"2023-12-11T14:54:29","modified_gmt":"2023-12-11T06:54:29","slug":"pelaksaanan-supervisi-di-gls-academy-untuk-membangun-lkp-yang-berkualitas-dalam-persiapan-memasuki-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pelaksaanan-supervisi-di-gls-academy-untuk-membangun-lkp-yang-berkualitas-dalam-persiapan-memasuki-dunia-kerja\/8423\/","title":{"rendered":"Pelaksaanan supervisi di GLS Academy untuk membangun LKP yang berkualitas dalam persiapan memasuki dunia kerja"},"content":{"rendered":"<p><strong>Profil Lembaga GLS Malang<\/strong><br \/>\nGLS Academy adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang berdiri sejak tahun 2012 yang menyelenggarakan berbagai pelatihan, training, workshop, seminar, dan kursus. Dengan didampingi para tutor profesional yang berasal dari akademisi dan praktisi yang telah berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidangnya. Pesertanya mulai dari individu, lembaga, instansi, UMKM, dunia usaha hingga industri. GLS Academy beralamat di Jl. Gajayana No. 539 Kec. Lowokwaru Kota Malang. Jawa Timur 65144.<\/p>\n<p><strong>Program atau Kegiatan di Lembaga GLS Malang<\/strong><br \/>\nProgram kursus dan pelatihan yang ada di GLS Academy yaitu :<\/p>\n<p>a. Autocad 2D \/ 3D untuk teknik sipil, teknik mesin dan arsitektur<br \/>\nb. Desain grafis (corel dan illustrator)<br \/>\nc. Sketchup, Render VRay atau Lumion<br \/>\nd. Microsoft project atau RAB (penjadwalan proyek)<br \/>\ne. ArcGIS (pelatihan dan training)<br \/>\nf. Kursus Bahasa inggris<br \/>\ng. Digital marketing<\/p>\n<p>Yang mana setiap program memiliki tiga kelas yaitu kelas reguler, semi privat dan privat. Dengan 10 kali pertemuan dalam setiap program dengan durasi pembelajaran 90 menit perpertemuan. Adapun kurikulum yang digunakan oleh GLS Academy yaitu berstandar KKNI dan SKKNI. Kelas-kelas yang ada di Program Kursus GLS diantaranya :<\/p>\n<p>1. Reguler<br \/>\nKelas reguler kuotanya wajib minimal 4-5 orang baru bisa dijalankan. Untuk jadwal kursus sesuai kesepakatan para peserta. Materi pelajaran yang dilaksanakan pada kelas umum adalah materi dasar persekolahan mengikuti dari pengajarnya. Jadwalnya seminggu bisa 2 \u2013 3 kali pertemuan namun kembali lagi sesuai dengan kesepakatan kelas.<\/p>\n<p>2. Semi Privat<br \/>\nKelas semi privat isinya maksimal 3-2 orang, Materi dapat mengikuti kebutuhan peserta nya atau bisa dari pengajarnya. Jadi pertemuan yang bisa diajukan oleh peserta kursus kelas ini bisa lebih fleksibel menyesuaikan peserta.<\/p>\n<p>3. Privat<br \/>\nKelas privat biasanya yang mengambil bisa dari mahasiswa pelajar atau mahasiswa. jadi kelasnya disini campur, umum menyesuaikan kuotanya. Tapi kebanyakan dari mahasiswa. Jadwal disesuaikan pada kesepakatan. Pada kelas ini rata-rata peserta didiknya mahasiswa,namun ada juga dosen dan fresh graduate.<\/p>\n<p><strong>Fasilitas yang Terdapat di Lembaga GLS Malang<\/strong><br \/>\nGLS Academy memiliki beberapa fasilitas yang menunjang pelaksanaan pelatihan dan pembelajaran, diantaranya adalah :<br \/>\n\u25cf Lahan parkir yang memadai.<br \/>\n\u25cf Komputer dan laptop yang disiapkan sesuai jumlah peserta didik yang sudah dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi yang menunjang pelatihan dan kursus, seperti Autocad, Sketchup, dan lain sebagainya.<br \/>\n\u25cf Ruang kelas berjumlah 3, dibawah 1, diatas 2, dan ada kelas besar yang bisa diisi 10-15 orang.<br \/>\n\u25cf Proyektor, TV dan seluruh ruangan ber AC.<br \/>\n\u25cf Sertifikat ber NPSN dan sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan yang dapat digunakan ketika hendak melamar pekerjaan.<br \/>\n\u25cf Modul persiapan TOEFL guna menunjang sertifikat dan Ijazah ketika hendak melamar pekerjaan.<\/p>\n<p><strong>Supervisi Pendidikan di Lembaga GLS Malang<\/strong><br \/>\nSupervisi pendidikan di lembaga kursus pelatihan meliputi beberapa aspek, antara lain:<\/p>\n<p>\u25cf Observasi pembelajaran: Supervisor pendidikan akan melakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh para pengajar. Hal ini bertujuan untuk memantau kualitas pengajaran dan interaksi antara pengajar dan peserta didik.<\/p>\n<p>\u25cf Umpan balik: Setelah melakukan observasi, supervisor pendidikan akan memberikan umpan balik kepada para pengajar. Umpan balik ini berisi evaluasi terhadap kinerja para pengajar serta saran-saran untuk perbaikan.<\/p>\n<p>\u25cf Pengembangan profesional: Selain memberikan umpan balik, supervisor pendidikan juga bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi para pengajar melalui pelatihan dan workshop.<\/p>\n<p>\u25cf Evaluasi program: Supervisor pendidikan juga terlibat dalam evaluasi terhadap program pembelajaran yang ada di lembaga kursus pelatihan. Hal ini bertujuan untuk menilai efektivitas program pembelajaran serta menyarankan perbaikan yang diperlukan.<\/p>\n<p>Supervisi Pendidikan yang dijalankan di GLS Academy berjalan dengan baik, mulai dari internal maupun eksternal seperti pengawasan dari Dikbud dan organisasi mitra lainnya. Untuk supervisi internal yang dijalankan meliputi pembinaan anggota dan cara pemimpin dalam mengatasi masalah yang ada dan cara pemimpin untuk meningkatkan kualitas Pendidik LKP di GLS. Dengan adanya supervisi pendidikan, diharapkan lembaga kursus pelatihan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang mereka tawarkan. Para pengajar pun diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik.<\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\n1. Achmad Aziz Firdaus<br \/>\n2. Atika Anggraeni<br \/>\n3. Khuril Aini<br \/>\n4. Trisna Desi Wulandari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profil Lembaga GLS Malang GLS Academy adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang berdiri sejak tahun 2012 yang menyelenggarakan berbagai pelatihan, training, workshop, seminar, dan kursus. Dengan didampingi para tutor profesional yang berasal dari akademisi dan praktisi yang telah berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidangnya. Pesertanya mulai dari individu, lembaga, instansi, UMKM, dunia usaha hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}