{"id":8267,"date":"2023-12-08T16:05:07","date_gmt":"2023-12-08T08:05:07","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8267"},"modified":"2023-12-08T16:05:07","modified_gmt":"2023-12-08T08:05:07","slug":"dampak-pemakaian-earphone-pada-kesehatan-telinga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dampak-pemakaian-earphone-pada-kesehatan-telinga\/8267\/","title":{"rendered":"Dampak pemakaian Earphone pada Kesehatan Telinga"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Earphone merupakan sebuah perangkat audio yang dirancang untuk dipakai di telinga dengan fungsi untuk memasukkan suara secara langsung ke telinga pengguna agar suara lebih jelas terdengar. Adanya teknologi untuk mengisolasi suara sehingga dapat mengurangi gangguan suara lain dari lingkungan sekitar menjadi alasan orang menggunakan earphone. Alasan tersebut bervariasi tergantung kebutuhan penggunanya, seperti mendengarkan music, menonton video, bermain game, telefon, juga untuk bersantai menghindari kebisingan lingkungan dan lain sebagainya.  Teknologi terus berkembang untuk meningkatkan kualitas suara dan kenyamanan penggunaan earphone, sehingga pengguanaan earphone telah menjadi umum dalam berbagai situasi. Namun disarmping kenyamanan yang dirasakan penggunanya, ternyata terdapat potensi risiko yang ditimbulkan dari penggunaan earphone. Mari kita bahas dampak penggunaan earphone terhadap Kesehatan telinga.<\/p>\n<p>Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan suara baik secara total ataupun sebagian. Beberapa tipe gangguan pendengaran berdasarkan lokasi telinga yang mengalami gangguan yaitu, Tuli Konduktif lokasi gangguannya ada di bagian telinga luar, Tuli sensorineural lokasi gangguannya ada di bagian telinga adalam dan Tuli campuran yang merupakan perpaduan dari gangguan telinga bagian luar dan dalam.<br \/>\nGangguan pendengaran yang dipengaruhi oleh penggunaan earphone adalah Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran yang diakibatkan kebisingan. Jenis gangguan ini masuk dalam tipe Tuli sensorineural yang merupakan dampak dari paparan kebisingan tinggi secara kumulatif. Istilah bising dapat diartikan sebagai suara yang tidak diinginkan atau menggaggu dan dapat menimbulkan gangguan Kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Suara bising yang intentitasnya sama dengan 85 desibel (dB) atau lebih dapat merusak reseptor pendengaran di telinga bagian dalam. Selanjutnya mari kita telusuri mekanisme patofisiologi Noise Induced Hearing Loss dari penggunaan earphone.<\/p>\n<p>Sebelum membahas lebih jauh mengenai kondisi abnormal telinga, kita akan bahas mekanisme normal telinga terlebih dahulu. Respon awal pendengaran terjadi karena terdapat gelombang suara yang masuk ke telinga melalui lubang telinga (meatus akustikus eksternus) hingga menggetarkan gendang telinga (Membran Timpani). Getaran akan diteruskan melalui 3 tulang pendengaran di bagian telinga tengah (maleous, incus dan stapes) sampai mengenai bagian jendela oval hingga menggerakkan cairan yang ada di dalam rumah siput (koklea) dan menyebabkan getaran membran basilaris. Ketika membran basilarir bergetar maka akan mengakibatkan reseptor sel rambut yang ada di dalam organ Corti (didalam koklea) akan menekuk sesuai arah getaran membran basilaris. Reseptor sel rambut ini berfungsi untuk mengubah sinyal mekanik dari bunyi menjadi potensial aksi, sehingga dapat diteruskan melalui sel saraf sampai ke otak untuk dikenali.<\/p>\n<p>Earphone di desain untuk meredam kebisingan dari lingkungan dengan memasukkan suara langsung ke dalam telinga. Pengunaan earphone dapat meningkatkan besarnya jumlah bising yang diterima oleh telinga, sehingga meningkatkan resiko terjadinya gangguan pendengaran Paparan Intensitas Tinggi secara sering akan mengakibatkan perubahan dan kerusakan pada struktur sel rambut, sehingga proses penyaluran sinyal suara akan terganggu dan berakibat juga terhadap persepsi suara oleh otak. Ketika persepsi suara itu tidak sampai atau prosesnya meuju otak terganggu maka akan menyebabkan gangguan pendengaran atau bahkan kehilangan pendengaran.<\/p>\n<p>Dibalik kenyamanan dan pengalaman mendengar audio yang lebih jelas tanpa ada gangguan dari bunyi lain di lingkungan ternyata penggunaan earphone memiliki dampak yang cukup serius untuk Kesehatan telinga kita. Oleh karena itu, pengguna earphone harus mulai memperhatikan intensitas, volume suara dan durasi pemakaian. Karena pada dasarnya pemakaian earphone dengan batas tertentu pemakaiannya masih dianggap belum sampai ke tahap yang membahayakan untuk kesehatan telinga, mulai saat ini alangkah baiknya jika kita lebih meningkatkan lagi kesadaran diri kita akan kesehatan telinga.  <\/p>\n<p>Penulis: <strong>Fa&#8217;iqotur Rokhmah<\/strong><br \/>\nFakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta<\/p>\n<p>Referensi<br \/>\n1. Basner M, Babisch W, Davis A, Brink M, Clark C, Janssen S, et al. Auditory and non-auditory effects of noise on health. The Lancet. 2014;383(9925):1325\u201332. doi:10.1016\/s0140-6736(13)61613-x<br \/>\n2. Natarajan N, Batts S, Stankovic KM. Noise-induced hearing loss. Journal of Clinical Medicine. 2023;12(6):2347. doi:10.3390\/jcm12062347<br \/>\n3. Sherwood L. Sistem Saraf Tepi: Divisi  Aferen; Indra Khusus. In: Introduction to human physiology. 8th ed. Brooks\/Cole Cengage Learning; 2013.<br \/>\n\u200b<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Earphone merupakan sebuah perangkat audio yang dirancang untuk dipakai di telinga dengan fungsi untuk memasukkan suara secara langsung ke telinga pengguna agar suara lebih jelas terdengar. Adanya teknologi untuk mengisolasi suara sehingga dapat mengurangi gangguan suara lain dari lingkungan sekitar menjadi alasan orang menggunakan earphone. Alasan tersebut bervariasi tergantung kebutuhan penggunanya, seperti mendengarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8268,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8267"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8267\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}