{"id":821,"date":"2023-06-19T15:13:06","date_gmt":"2023-06-19T07:13:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=821"},"modified":"2023-06-19T15:13:06","modified_gmt":"2023-06-19T07:13:06","slug":"penyuluhan-kepada-masyarakat-desa-jabaran-tentang-pentingnya-pegolahan-sampah-organik-daun-kering-sebagai-kompos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/penyuluhan-kepada-masyarakat-desa-jabaran-tentang-pentingnya-pegolahan-sampah-organik-daun-kering-sebagai-kompos\/821\/","title":{"rendered":"Penyuluhan Kepada Masyarakat Desa Jabaran Tentang Pentingnya Pegolahan Sampah Organik Daun Kering Sebagai Kompos"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Masalah sampah di indonesia sudah menjadi masalah yang serius sejak lama. Jumlah sampah di indonesia masih terus bertambah baik sampah jenis organik maupun an-organik. Peningkatan sampah memberikan efek negatif baik bagi lingkungan maupun masyarakat, berbagai bencana datang yang akan mengganggu kelestarian lingkungan baik hutan, sawah, laut, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Mahasiswa Teknik Lingkungan UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur, Raihan Januar Anggoro dan Diva Yanuar Pramana Putra, menginisiasi kegiatan pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi produk kompos. Produk tersebut merupakan inovasi ramah lingkungan terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan inovasi dikemas dalam dengan mengajak masyarakat Desa Jabaran, Kecamatan Balong Bendo. Kegiatan diawali dengan menyediakan jenis tempat sampah khusus organik sisa sapuan halaman serta sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah.<\/p>\n<p>Seringkali sampah-sampah tersebut dibiarkan begitu saja sehingga menumpuk dan dapat menyebabkan banjir. Jika sampah tersebut dikelola dengan baik, maka akan meminimalisir terjadinya bencana alam dan kerusakan lingkungan. Salah satunya dengan mengolah sampah organik seperti mendaur ulang sampah-sampah daun kering menjadi pupuk kompos organik yang memberikan banyak manfaat untuk tumbuhan.<\/p>\n<p>Pupuk merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dikenal oleh masyarakat yang aktif di kegiatan pertanian. Pupuk kompos berasal dari penguraian sampah organik seperti dedaunan. Kompos biasa disebut sebagai pupuk yang terdiri atas daun, jerami, alang<\/p>\n<p>Salah satu bagian penting dalam berkebun adalah pupuk. Tanaman dapat tumbuh subur, sehat dan cepat berbuah jika ditambahkan dengan pupuk. Masih banyak para petani yang menggunakan pupuk kimia dibandingkan menggunakan pupuk organik. Selain harganya yang lebih murah, penggunaannya lebih praktis dan hasilnya terlihat cepat. Pupuk kimia mudah didapatkan dipasaran, mengingat saat ini banyak sekali petani yang menggantungkan harapan hasil bumi mereka terhadap pupuk kimia. Dan hal ini menjadikan alasan utama mengapa pupuk kimia lebih sering digunakan ketimbang pupuk organik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_823\" aria-describedby=\"caption-attachment-823\" style=\"width: 792px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-823\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105.webp\" alt=\"\" width=\"792\" height=\"285\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105.webp 792w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105-300x108.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105-768x276.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105-150x54.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/AnyConv.com__Cuplikan-layar-2023-06-19-151105-696x250.webp 696w\" sizes=\"(max-width: 792px) 100vw, 792px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-823\" class=\"wp-caption-text\">Dokumentasi Proses Pengomposan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam membuat pupuk kompos organik terdapat beberapa langkah \u2013 langkah yang harus dilakukan, sebelumnya siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p><strong>Bahan &#8211; Bahan<\/strong>:<br \/>\n1. Wadah Drum<br \/>\n2. Daun Kering<br \/>\n3. Gula Pasir<br \/>\n4. Air<br \/>\n5. EM 4<br \/>\n6. Cetok<br \/>\n<strong>Langkah-Langkah<\/strong> :<br \/>\n1. Lubangi wadah agar tetap kering.<br \/>\n2. Masukkan daun kering ke dalam wadah.<br \/>\n3. Semprotkan campuran air+gula pasir+EM4.<br \/>\n4. Aduk hingga tercampur rata.<br \/>\n5. Jika kompos terasa kering, dapat ditambahkan komposisi air+gula pasir+EM4.<br \/>\n6. Setelah itu tutup rapat wadah tersebut.<br \/>\n7. Lakukan pengecekan secara berkala dalam seminggu sekali.<\/p>\n<p>Kompos yang sudah siap untuk digunakan bisa terlihat dari warnanya yang berubah menjadi hitam gelap, kering dan memiliki tekstur yang hancur apabila dipegang. Aroma yang dikeluarkan juga seperti aroma tanah dan tidak terdapat bau busuk yang menyengat. Proses pengomposan biasanya terjadi 1-2 bulan dengan komposter EM4, dikarenakan EM4 mempercepat proses pengmposan.<\/p>\n<p>Masyarakat antusias mengikuti kegiatan inovasi mulai dari persiapan hingga monitoring produk. Semua yang hadir ikut berkontribusi langsung dalam proses pembuatan serta bersedia mengaplikasikan dan menjadikan produk tersebut sebagai produk unggulan. Diharapkan dengan adanya inovasi yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikannya hingga menghasilkan produk yang dapat diangkat menjadi UMKM wilayah setempat.<\/p>\n<p>Oleh: <strong>Raihan Januar Anggoro, Diva Yanuar Pramana Putra<\/strong>. Mahasiswa UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Masalah sampah di indonesia sudah menjadi masalah yang serius sejak lama. Jumlah sampah di indonesia masih terus bertambah baik sampah jenis organik maupun an-organik. Peningkatan sampah memberikan efek negatif baik bagi lingkungan maupun masyarakat, berbagai bencana datang yang akan mengganggu kelestarian lingkungan baik hutan, sawah, laut, dan lain-lain. Mahasiswa Teknik Lingkungan UPN \u201cVeteran\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}