{"id":8194,"date":"2023-12-07T18:34:38","date_gmt":"2023-12-07T10:34:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8194"},"modified":"2023-12-07T18:34:38","modified_gmt":"2023-12-07T10:34:38","slug":"asuransi-kesehatan-pentingnya-merencanakan-perlindungan-kesehatan-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/asuransi-kesehatan-pentingnya-merencanakan-perlindungan-kesehatan-anda\/8194\/","title":{"rendered":"ASURANSI KESEHATAN : PENTINGNYA MERENCANAKAN PERLINDUNGAN KESEHATAN ANDA"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Asuransi kesehatan merupakan suatu perjanjian dimana perusahaan asuransi mengikatkan diri dan bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada tertanggung akibat kehilangan keuntungan, kerusakan, dan kerugian yang mungkin akan diderita tertanggung akibat suatu peristiwa yang tidak pasti. (Pasal 246 KUHD Republik Indonesia). Asuransi kesehatan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat disangkal dalam kehidupan modern. Melalui asuransi kesehatan, individu dan keluarga dapat memperoleh manfaat dari akses yang lebih besar terhadap layanan medis yang dibutuhkan tanpa menimbulkan beban keuangan yang berat. Perlindungan ini memungkinkan terjadinya pengobatan cepat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan masalah kesehatan tanpa perlu khawatir akan biaya yang tinggi. Urgensinya terletak pada kemampuannya untuk memberikan ketenangan pikiran dan perlindungan finansial dalam menghadapi situasi yang tidak terduga seperti kecelakaan atau penyakit serius. Dengan asuransi kesehatan, masyarakat dapat fokus pada kesehatan dan pencegahan tanpa mengkhawatirkan konsekuensi finansial yang tidak diinginkan, sehingga memungkinkan akses yang lebih adil terhadap layanan medis berkualitas. Berikut pembahasan mengenai pentingnya merencanakan perlindungan kesehatan dengan asuransi.<\/p>\n<p><strong>A. Jenis-jenis asuransi kesehatan<\/strong><br \/>\nDalam prakteknya, asuransi kesehatan mempunyai jenisnya masing-masing dan hal itu menjadi perbedaan yang didapatkan oleh klien. Jenis asuransi memang harus dipahami oleh masyarakat sehingga memudahkan mereka untuk memilih apa yang sesuai dengan kebutuhannya dan dapat menyesuaikan juga dengan kemampuannya di bidang ekonomi. Berikut jenis-jenis dari asuransi kesehatan, yaitu<\/p>\n<p>1. Ditinjau dari jumlah peserta<br \/>\nDitinjau dari jumlah peserta, asuransi kesehatan dibedakan atas<br \/>\na. Asuransi kesehatan individu maka pesertanya perorangan.<br \/>\nb. Asuransi kesehatan keluarga maka pesertanya satu keluarga.<br \/>\nc. Asuransi kesehatan kelompok maka pesertanya satu kelompok.<\/p>\n<p>2. Ditinjau dari keikutsertaan anggota<br \/>\nDitinjau dari keikutsertaan anggota, asuransi kesehatan dibedakan menjadi<br \/>\na. Asuransi kesehatan wajib (Compulsory Health Insurance)<br \/>\nmerupakan asuransi kesehatan yang wajib diikuti oleh suatu kelompok tertentu misalnya dalam suatu perusahaan atau suatu daerah bahkan suatu negara.<br \/>\nb. Asuransi kesehatan sukarela (Voluntary Health Insurance)<br \/>\nmerupakan asuransi kesehatan yang keikutsertaannya tidak wajib tetapi diserahkan kepada kemauan dan kemampuan masing-masing.<\/p>\n<p>3. Ditinjau dari kepemilikan badan penyelenggara<br \/>\nDitinjau dari kepemilikan badan penyelenggara, asuransi kesehatan dibagi menjadi<br \/>\na. Asuransi kesehatan pemerintah (Government Health Insurance) yaitu asuransi kesehatan milik pemerintah atau pengelolaan dana yang dilakukan oleh pemerintah. Keuntungan yang diperoleh ketika memilih asuransi ini ada pada masyarakat kurang mampu karena mendapat subsidi dari pemerintah. Di lain pihak, biasanya mutu pelayanan kurang sempurna sehingga masyarakat merasa tidak puas.<br \/>\nb. Asuransi kesehatan swasta (Private Health Insurance) yaitu asuransi kesehatan milik swasta atau pengelolaan dana dilakukan oleh suatu badan swasta. Keuntungan yang diperoleh biasanya mutu pelayanan relatif lebih baik, sedangkan kerugiannya sulit dilakukan pengamatan terhadap penyelenggaranya.<\/p>\n<p>4. Ditinjau dari peranan badan penyelenggara asuransi<br \/>\nDitinjau dari peranan badan penyelenggara asuransi, asuransi kesehatan dibagi menjadi<br \/>\na. Hanya bertindak sebagai pengelola dana<br \/>\nBentuk asuransi ini akan merugikan atau menguntungkan tergantung dari kombinasi dengan sistem pembayaran yang dijalankan. Jika dikombinasikan dengan reimbursement, akan merugikan. Sebaliknya jika dikombinasi dengan prepayment akan menguntungkan.<br \/>\nb. Badan penyelenggara asuransi juga bertindak sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan. Jenis ini sesuai dengan bentuk bipartied, keuntungan yang diperoleh adalah pengamatan terhadap biaya kesehatan dapat ditingkatkan sehingga terjadi penghematan. Kerugiannya pelayanan kesehatan yang diberikan tergantung dari badan penyelenggara bukan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>5. Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung<br \/>\nDitinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung, asuransi kesehatan dapat<br \/>\ndibedakan menjadi<br \/>\na. Menanggung seluruh jenis pelayanan kesehatan, baik dari pengobatan (kuratif), pemulihan (rehabilitatif), peningkatan (promotif), sampai pencegahan (preventif). Dengan begitu pelayanan yang diberikan bersifat menyeluruh (comprehensive) dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta sehingga peserta jarang sakit dan secara timbal balik akan menguntungkan badan penyelenggara asuransi.<br \/>\nb. Menanggung sebagian pelayanan kesehatan, biasanya yang membutuhkan biaya besar misalnya perawatan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang biayanya kecil misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas.<\/p>\n<p>6. Ditinjau dari jumlah dana yang ditanggung<br \/>\nDitinjau dari jumlah dana yang ditanggung, asuransi kesehatan dibagi menjadi<br \/>\na. Seluruh biaya kesehatan yang diperlukan ditanggung oleh badan penyelenggara. Keadaan ini dapat mendorong pemanfaatan yang berlebihan oleh peserta terutama bila keadaan peserta kurang.<br \/>\nb. Hanya sebagian biaya kesehatan yang ditanggung oleh badan penyelenggara. Cara ini dapat mengurangi pemanfaatan yang berlebihan karena seorang peserta asuransi wajib memberikan kontribusi yang sudah ditetapkan bila memakai layanan kesehatan.<\/p>\n<p>7. Ditinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan<br \/>\nDitinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan,<br \/>\nasuransi kesehatan terbagi menjadi<br \/>\na. Pembayaran berdasarkan jumlah kunjungan peserta yang memanfaatkan pelayanan kesehatan (reimbursement). Dengan jenis ini, jumlah peserta berbanding lurus dengan jumlah uang yang diterima oleh penyelenggara pelayanan kesehatan.<br \/>\nb. Pembayaran berdasarkan kapitasi yaitu berdasarkan jumlah anggota atau penduduk yang dilayani, dengan memakai perbedaan konsep wilayah.<\/p>\n<p>8. Ditinjau dari waktu pembayaran terhadap PPK<br \/>\nDitinjau dari waktu pembayaran terhadap PPK, asuransi kesehatan terbagi menjadi<br \/>\na. Pembayaran setelah pelayanan kesehatan selesai diselenggarakan (Retrospective Payment), biasanya dihitung berdasarkan service by service atau patient by patient.<br \/>\nb. Pembayaran dimuka (prepayment) yaitu diberikan sebelum pelayanan diselenggarakan, biasanya perhitungan berdasarkan kapitasi dengan pelayanan komprehensif dengan tujuan penghematan dan mengurangi moral hazard dari penyelenggara pelayanan kesehatan.<\/p>\n<p>9. Ditinjau dari jenis jaminan<br \/>\nDitinjau dari jenis jaminan, asuransi kesehatan dibagi menjadi<br \/>\na. Jaminan dengan uang, yaitu asuransi yang membayar dengan mengganti biaya pelayanan yang diberikan.<br \/>\nb. Jaminan yang diberikan tidak berupa uang (Managed Care), contohnya JPKM dan Askes<\/p>\n<p><strong>B. Manfaat Asuransi Kesehatan<\/strong><br \/>\nAsuransi kesehatan dalam prakteknya memiliki beberapa manfaat yang menguntungkan bagi pemiliknya. Suatu asuransi kesehatan bisa dianggap seperti tindakan preventif di masa mendatang, jika kita mengalami sebuah kecelakaan atau sakit maka kita bisa menggunakan hasil tabungan kita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam prakteknya asuransi kesehatan membantu pemiliknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan sesuai dengan standar umum. Seorang klien juga lebih terhindar dari hutang piutang ketika tertimpa sakit karena klien mempunyai asuransi atau tabungan untuk kesehatannya. Bisa dibilang, asuransi kesehatan merupakan sebuah tindakan jangka panjang yang dapat melindungi individu, keluarga, pekerja, juga kelompok.<\/p>\n<p><strong>C. Strategi Mengatur Keuangan untuk Asuransi Kesehatan<\/strong><\/p>\n<p>Literasi keuangan memiliki dampak jangka panjang bagi seluruh golongan yakni agar sebagian besar masyarakat dapat menentukan sendiri produk serta layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan. Melalui literasi keuangan, masyarakat akan memperoleh pengetahuan mendalam mengenai manfaat dan risiko, hak dan kewajiban, serta keyakinan terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Hasil penelitian Silvy &amp; Yulianti (2013) menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan pengalaman keuangan seseorang akan mempengaruhi perilaku perencanaan investasi keuangan pribadi dan keluarga. Perencanaan investasi yang dimaksud juga terkait proteksi keuangan keluarga melalui asuransi.<\/p>\n<p>Terdapat hal dasar yang perlu diperhatikan apabila kita membahas tentang literasi keuangan dan asuransi, yaitu :<br \/>\n1. Pengetahuan dasar dan manajemen personal finance<br \/>\nSetiap orang pasti memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga pengeluarannya juga akan berbeda. Menjadi sebuah masalah apabila pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Oleh karena itu perlu dilakukan :<br \/>\na. Pemetaan kebutuhan prioritas<br \/>\nDaftar prioritas ini akan menjadi panduan kita untuk dapat membedakan kebutuhan dan keinginan yang kerap sekali tidak dapat kita bedakan. Asuransi kesehatan sendiri termasuk ke dalam daftar prioritas karena kita tidak pernah tau apa yang akan menimpa kita dan keluarga kita serta berperan pula untuk menjaga stabilitas finansial kita.<br \/>\nb. Membuat tabungan khusus<br \/>\nBiasakan untuk memisahkan rekening untuk kebutuhan sehari-hari dengan rekening untuk tabungan. Hal ini akan meminimalisir penggunaan uang yang berlebihan tanpa tujuan yang jelas. Jika tabungan tersebut telah mencapai target tidak ada salahnya untuk membeli asuransi dan membayar premi tahunan dan menerima keuntungan yang bisa dirasakan.<br \/>\nc. Menyisihkan uang untuk dana darurat<br \/>\nDana darurat merupakan dana simpanan yang digunakan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga. Misalnya kita harus dirawat di rumah sakit karena sebuah penyakit, keuangan kita setidaknya tidak akan goyah karena kita sudah menyisihkan dana darurat untuk hal-hal tak terduga seperti itu. Oleh karena itu, akan sangat bermanfaat jika sebagian dana darurat digunakan untuk membeli asuransi kesehatan.<br \/>\n2. Pengetahuan tentang asuransi<br \/>\nPilihlah asuransi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Pengetahuan tentang asuransi yang akan kita beli sangatlah penting. Pilih asuransi dengan premi seusai kemampuan namun tetap memberikan manfaat yan akan sangat membantu kita.<\/p>\n<p><strong>D. Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat<\/strong><br \/>\n1. Keuangan Sebelum Tentukan Kebutuhan Serta Kemampuan Memilih Produk Asuransi. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keuangan kita tetap bisa stabil dan seimbang antara kebutuhan, dana darurat, asuransi dan investasi.<br \/>\n2. Pilihlah Perusahaan Asuransi Yang Terpercaya<br \/>\nPastikan untuk mencaritahu terlebih dahulu latar belakang dari asuransi serta perusahaan yang mengeluarkannya. Jangan termakan dengan iklan dan keuntungan-keuntungan yang terlihat menggiurkan padahal dan mengabaikan aspek-aspek dasar terlebih dahulu.<br \/>\n3. Membandingkan Manfaat serta Premi. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan asuransi kesehatan paling ideal untuk kamu dan sesuai dengan kemampuan namun masih mendapat manfaat yang cukup.<br \/>\n4. Ajukan Saat Masih Sehat Dan Muda. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan premi yang lebih ringan. Karena anak muda masih memiliki kecenderungan penyakit yang lebih sedikit dibandingkan oleh orang tua.<br \/>\n5. Lakukan Riset tentang Produk Asuransi karena ada banyak jenis asuransi dan tiap-tiap asuransi mawarkan manfaat yang berbeda-beda.<\/p>\n<p><strong>Penulis<\/strong> :<br \/>\n1. Joice Margaretha Zebua (210902087)<br \/>\n2. Yolanda Oktavia Naibaho (210902081)<br \/>\n3. Esica Dhea OKtaviani Rauna Sitompul (210902077)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>:<br \/>\n1. Suryono Arief https:\/\/dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id\/index.php\/JDH\/article\/viFile\/232\/196 \u201cASURANSI KESEHATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1992\u201d Oleh: Arief Suryono.<br \/>\n2. Djuhaeni, Henni. Asuransi Kesehatan Dan Managed Care. 2007. UNPAD, https:\/\/pustaka.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2009\/09\/asuransi_kesehatan_dan_managed_care.pdf.<br \/>\n3. Yusrani, Khoirunnisa Ghefira, et al. \u201cStudi Literatur : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat dalam Memilih Asuransi Kesehatan.\u201d Jurnal Medika Husada, vol. 3, no. 1, 2023, pp. 37-50. file:\/\/\/C:\/Users\/esica\/Downloads\/Jurnal+Medika+Husada,+Vol.+3+No.1+Maret+Tahun+2023,+Page+37-50.pdf.<br \/>\n4. Cindy Wahono, P. L. (2022, Juli). PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN RISK ATTITUDE TERHADAP KEPEMILIKAN ASURANSI JIWA. Jurnal Administrasi Bisnis [JAB], 18(1), 17-35.<br \/>\n5. PRUDENTIAL. (n.d.). 175 YEARS PRUDENTIAL. Retrieved from https:\/\/www.prudential.co.id\/id\/pulse\/article\/tips-memilih-asuransi-\/<br \/>\n6. PT Asuransi Jiwa BCA. (n.d.). 5 Langkah Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik. Retrieved Desember 2, 2023, from BCAlife: https:\/\/www.bcalife.co.id\/info\/tahapan-kehidupan\/memiliki-pasangan\/5-langkah-memilih-asuransi-kesehatan-terbaik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Asuransi kesehatan merupakan suatu perjanjian dimana perusahaan asuransi mengikatkan diri dan bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada tertanggung akibat kehilangan keuntungan, kerusakan, dan kerugian yang mungkin akan diderita tertanggung akibat suatu peristiwa yang tidak pasti. (Pasal 246 KUHD Republik Indonesia). Asuransi kesehatan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat disangkal dalam kehidupan modern. Melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8195,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8194"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8194\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}