{"id":8153,"date":"2023-12-07T00:15:13","date_gmt":"2023-12-06T16:15:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8153"},"modified":"2023-12-07T00:15:13","modified_gmt":"2023-12-06T16:15:13","slug":"mengenal-tsundoku-syndrom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mengenal-tsundoku-syndrom\/8153\/","title":{"rendered":"Mengenal Tsundoku Syndrom"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Seorang pecandu buku, setiap kali melewati toko yang menjual buku, ia pasti akan berhenti, melihat-lihat lalu membeli buku. Apalagi kalau ada toko buku yang harganya cukup ramah di kantong, seorang tsundoku tidak segan-segan memborong buku-buku tersebut untuk di bawa pulang kerumah. Kebiasaan membeli buku namun tidak membacanya disebut tsundoku. Jika Anda melakukannya sesekali mungkin tidak jadi masalah, tetapi jika Anda melakukannya terlalu sering anda hanya membuang-buang uang dan memenuhi ruangan.<br \/>\nBerikut beberapa tips jika anda ingin keluar dari kebiasaan tsundoku<\/p>\n<p>1. <strong>pinjam buku di perpustakaan atau dari teman<\/strong><\/p>\n<p>Perpustakaan umum mempunyai banyak buku  sehingga  tidak perlu membeli dan menimbun buku di rumah. Tekanan untuk segera mengembalikan buku tersebut menyebabkan buku tersebut segera dihentikan. Sebelum terburu-buru membeli buku, carilah dulu buku yang diinginkan di perpustakaan atau pinjam ke teman.<\/p>\n<p>2. <strong>Bawalah buku yang sedang Anda baca ke mana saja<\/strong><\/p>\n<p>Anda bisa membaca buku sambil menunggu taksi atau di kereta api, Anda bisa meluangkan waktu Anda dengan membawa dan membaca buku di kafe, itu akan meningkatkan kualitas Anda dan memanfaatkan waktu luang anda agar tidak merasa bosan saat berpergian sendiri.<\/p>\n<p>3. <strong>Jual dan sumbangkan buku yang tidak terbaca <\/strong><\/p>\n<p>Untuk menentukan buku mana yang perlu Anda keluarkan dari rak buku di rumah, tentukan mana yang sudah lama Anda beli, tetapi Anda belum tertarik untuk membacanya. Dan coba lah untuk menjual buku anda yang sama sekali tidak anda baca, anda akan menghasilkan uang dari menjual buku yang menganggur, Jika ada beberapa buku yang sudah sedikit Anda baca, namun isinya sama sekali tidak Anda minati, Anda bisa menjualnya atau memberikannya kepada teman  buku Anda.<\/p>\n<p>Siapa  di antara Anda yang mengidap sindrom tsundoku dan punya banyak buku di rumah? Bahkan bisa dibilang itu adalah perpustakaan. Karena terdiri dari banyak kumpulan  bacaan. Tapi itu hanya diam saja tanpa ada tindakan atau niat untuk membacanya. anda bisa mencoba beberapa tips di atas agar mengurangi kebiasaan membeli buku secara cuman-cuman, semoga membantu.<\/p>\n<p>Penulis : <strong>Melania godeliva <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Seorang pecandu buku, setiap kali melewati toko yang menjual buku, ia pasti akan berhenti, melihat-lihat lalu membeli buku. Apalagi kalau ada toko buku yang harganya cukup ramah di kantong, seorang tsundoku tidak segan-segan memborong buku-buku tersebut untuk di bawa pulang kerumah. Kebiasaan membeli buku namun tidak membacanya disebut tsundoku. Jika Anda melakukannya sesekali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}