{"id":8029,"date":"2023-12-05T18:37:39","date_gmt":"2023-12-05T10:37:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=8029"},"modified":"2023-12-05T18:37:39","modified_gmt":"2023-12-05T10:37:39","slug":"kenali-penyebab-dan-cara-mengatasi-iskemik-jantung-dengan-mri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kenali-penyebab-dan-cara-mengatasi-iskemik-jantung-dengan-mri\/8029\/","title":{"rendered":"Kenali penyebab dan cara mengatasi iskemik Jantung dengan MRI"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568.jpeg\" alt=\"\" width=\"805\" height=\"966\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8030\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568.jpeg 805w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568-250x300.jpeg 250w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568-768x922.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568-150x180.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568-300x360.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0568-696x835.jpeg 696w\" sizes=\"(max-width: 805px) 100vw, 805px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Penyakit iskemik jantung adalah salah satu penyakit yang menempati peringkat paling umum terjadi. Penyakit iskemik jantung disebut sebagai penyakit arteri coroner (CAD) dan penyakit Aterosklerosis Coronary Disease (ACD), IHD bermanifestasi secara klinis sebagai infark miokard dan kardiomiopati iskemik. Penyakit ini memiliki beberapa faktor risiko seperti stress, konsumsi alcohol berlebih, obesitas, diabetes, dan sindrom metabolic, hipertensi, visceral, kelainan lipid dan kondisi trombotik serta faktor usia.<\/p>\n<p>Nahh, bagi para pembaca yang merasa faktor-faktor tersebut salah satunya ada pada diri kalian, maka baca dengan seksama lagi yuk penjelasan mengenai cara mengetahui dan mengatasinya. Deteksi dini dari faktor tersebut akan penyakit jantung sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Salah satu metode deteksi dini yang efektif adalah menggunakan MRI. MRI merupakan teknologi medis canggih yang menggunakan gelombang magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran yang jelas dari organ tubuh. MRI dapat memberikan gambaran detail tentang kondisi jantung, termasuk adanya penyempitan pembuluh darah koroner atau arteri koroner yang menyebabkan penyakit iskemik jantung, penebalan dinding dari pericardium, menganlisa aliran maupun katup jantung, serta mengevaluasi efusi dan temponade.<\/p>\n<p>Sequence pada MRI cardiac dalam evaluasi dini mengenai penyakit iskemik jantung yang paling baik adalah cine, radiofreuency tissue tagging, dan late gadolinium enhancement. Dimana ketiga sequence ini akan mampu mengevaluasi end sistolik dan end diastolic dari jantung, penebalan dinding pericardial, penyempitan pericardial, serta mampu mengevaluasi apakah telah terjadi inflamasi atau edema pada jantung dengan sangat baik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_8031\" aria-describedby=\"caption-attachment-8031\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0567.png\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"564\" class=\"size-full wp-image-8031\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0567.png 580w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0567-300x292.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/IMG_0567-150x146.png 150w\" sizes=\"(max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8031\" class=\"wp-caption-text\">late gadolinium enhancement<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 45 menit, namun pemeriksaan ini memiliki Keuntungan utama dalam deteksi dini penyakit iskemik jantung yakni kemampuannya untuk mendeteksi masalah pada tahap awal sebelum gejala-gejala muncul. Hal ini memungkinkan dokter untuk melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan lebih awal sehingga risiko serangan jantung atau kerusakan permanen pada otot jantung dapat dikurangi. Selain itu, MRI juga tidak bersifat invasif seperti tes lainnya seperti angiografi coroner yang memiliki risiko komplikasi seperti infeksi atau perdarahan. Sehingga, pasien tidak perlu khawatir tentang risiko tersebut.<br \/>\nOleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari pentingnya deteksi dini dan memilih MRI sebagai pilihan utama dalam mendeteksi penyakit iskemik jantung.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPenulis : <strong>Amrina Rosyada AJ, Ferdinata Saputra, Lusiana Fitri Rahmawati, Nadiya Ayu Fitriyah<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Penyakit iskemik jantung adalah salah satu penyakit yang menempati peringkat paling umum terjadi. Penyakit iskemik jantung disebut sebagai penyakit arteri coroner (CAD) dan penyakit Aterosklerosis Coronary Disease (ACD), IHD bermanifestasi secara klinis sebagai infark miokard dan kardiomiopati iskemik. Penyakit ini memiliki beberapa faktor risiko seperti stress, konsumsi alcohol berlebih, obesitas, diabetes, dan sindrom [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8029","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8029"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8029\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}