{"id":7958,"date":"2023-12-03T18:46:51","date_gmt":"2023-12-03T10:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=7958"},"modified":"2023-12-03T18:46:51","modified_gmt":"2023-12-03T10:46:51","slug":"mahasiswa-upn-veteran-jawa-timur-memilih-budidaya-terarrium-sebagai-produk-untuk-berwirausaha-dalam-program-pembinaan-mahasiswa-berwirausaha-p2mw-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-upn-veteran-jawa-timur-memilih-budidaya-terarrium-sebagai-produk-untuk-berwirausaha-dalam-program-pembinaan-mahasiswa-berwirausaha-p2mw-2023\/7958\/","title":{"rendered":"Mahasiswa UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur Memilih Budidaya Terarrium sebagai Produk untuk Berwirausaha dalam Program Pembinaan Mahasiswa Berwirausaha (P2MW) 2023"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-9.jpg\" alt=\"\" width=\"424\" height=\"507\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7960\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-9.jpg 424w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-9-251x300.jpg 251w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-9-150x179.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar1-9-300x359.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 424px) 100vw, 424px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Dalam menjalankan suatu wirausaha tidak dilihat siapa orangnya, semua orang bisa menjalankan wirausaha sesuai dengan keinginannya. Dari yang berusia muda sampai tua sudah bisa berwirausaha, baik yang menempuh pendidikan maupun tidak. Sekarang ini banyak anak muda yang tertarik untuk masuk ke dalam dunia bisnis. Banyak anak muda yang belomba-lomba untuk menjadi seorang pebisnis, beberapa diantaranya adalah Mahasiswa UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur. Dalam menjalankan sebuah ide usaha bisnis tidak semudah yang dipikirkan. Berbagai tantangan dalam menjalankan ide usaha bisnis menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan awal dalam mewujudkan ide usaha bisnis adalah modal. <\/p>\n<p>UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diinisiasi oleh Direktorat Belmawa, Ditjen Diktiristik membantu para mahasiswa dalam mewujudkan ide usaha bisnis yang mereka miliki. Salah satu kelompok yang berhasil lolos dalam seleksi pendanaan P2MW adalah kelompok dengan ide usaha pembuatan terrarium yang beranggotakan lima orang, dua anggota diantaranya yaitu Debora Hutabarat dan Putri Wahyu Pebrianti yang merupakan mahasiswa dari program studi Agribisnis. Kedua anggota tersebut dipilih sebagai CTO dan CPO yang sesuai dengan kompetensi dan program studi mereka agar mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka miliki dan memungkinkan dalam menjalankan wirausaha ini secara tepat. Masa inkubasi pada inkubator bisnis LPPM UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur berlangsung selama 5 bulan. Kegiatan evaluasi P2MW mentoring &#038; coaching inkubator bisnis dilakukan untuk membantu kebutuhan peserta P2MW pada proses pengembangan usaha dan produk, mulai dari pemasaran, pengemasan, legalisasi produk.<\/p>\n<p>Terrarium merupakan metode menanam tanaman seperti tanaman tropis, pakir, suplir, lumut darat dan lain-lain di dalam wadah transparan. Umumnya wadah yang digunakan berbahan kaca dan plastik. Terrarium menjadi hiasan di dalam ruangan yang dapat menambah estetika ruangan. Bukan hanya mempercantik ruangan, penggunaan tanaman asli yang masih hidup pada terrarium dapat memberikan sirkulasi udara yang baik. <\/p>\n<p>Perawatan yang sangat mudah dan tidak perlu perhatian yang lebih seperti tanaman lainnya menjadi nilai tambah dari terrarium. Di Indonesia masih belum banyak dijumpai menanam tanaman dengan menggunakan metode terrarium, seperti di Kota Surabaya. Kepadatan penduduk di Kota Surabaya mengakibatkan luas lahan yang semakin sempit dan memungkinkan polusi udara yang semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi alasan mahasiswa UPN \u201cVeteran\u201d Jawa Timur memilih terrarium sebagai ide usaha bisnis yang ingin dikembangkan. Jordliv menjadi nama brand yang dipilih oleh Debora, Putri dan kawan-kawan dalam mengenalkan produk terrarium di bawah naungan CV. Jaga Tera Indonesia. Nama jordliv diambil dari bahasa Danish, yaitu Jordens Liv yang memiliki artinya kehidupan bumi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-4.jpg\" alt=\"\" width=\"458\" height=\"288\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7959\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-4.jpg 458w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-4-300x189.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Gambar2-4-150x94.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 458px) 100vw, 458px\" \/><\/p>\n<p>Terrarium yang diproduksi oleh brand Jordliv terdiri dari dua jenis yaitu terrarium terbuka dan terrarium tertutup. Terrarium terbuka terdiri dari tanaman yang bertahan dan tumbuh subur di iklim kering, sedangkan terrarium tertutup terdiri dari tanaman yang tumbuh subur dalam kelembapan. Tanaman yang digunakan oleh Jordliv berupa lumut-lumutan untuk terrarium tertutup, tanaman sukulen dan kaktus untuk terrarium terbuka. Lumut darat yang digunakan oleh Jordliv merupakan lumut yang dibudidayakan. Selain penggunaan tanaman, dalam produksi terrarium digunakan bahan lain sebagai tambahan estetika dan media tanam. Bahan-bahan yang digunakan berupa pasir malang, tanah, bebatuan, pasir silika, dan arang. <\/p>\n<p>Pembuatan terrarium melibatkan kreativitas untuk dapat membentuk estetika yang menarik banyak orang. Mereka berusaha untuk membuat berbagai desian produk yang agar tidak terlihat monoton dan bisa menarik perhatian banyak orang. Selain desain produk yang sudah dibuat, Jordliv juga sudah memberikan opsi menawarkan desain atas permintaan yang sesuai dengan keinginan customer. <\/p>\n<p>Pengenalan brand Jordiv dilakukan dengan mengikuti beberapa pameran dan media sosial. Media sosial yang digunakan berupa Instagram dan WhatsApp. Instagram menjadi media yang digunakan oleh Jordliv untuk membangun branding, mengenalkan produk terrarium dan menjangkau customer lebih luas lagi. Untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan para customer, Jordliv menggunakan WhatsApp agar customer lebih leluasa bertanya dan meningkatkan kepuasan customer. <\/p>\n<p>Beberapa pameran yang dilakukan dengan memajang produk terrarium secara nyata terbukti dapat menarik banyak orang untuk datang ke stand Jordliv. Pengunjung yang datang akan mulai bertanya-tanya dan mencari tahu tentang terrarium, dengan begitu ini bisa menjadi media untuk lebih mengenalkan terrarium. Stand Jordliv menyediakan brosur sebagai sumber informasi bagi pengunjung dan merchandise berupa gantungan kunci yang tersedia di stand juga menjadi trik untuk menarik pelanggan. Agar pengunjung dapat tetap terhubung dengan Jordliv, bertanya dan melakukan pemesanan di lain waktu maka Jordliv menyediakan kartu nama yang berisi kontak yang bisa dihubungi. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Dalam menjalankan suatu wirausaha tidak dilihat siapa orangnya, semua orang bisa menjalankan wirausaha sesuai dengan keinginannya. Dari yang berusia muda sampai tua sudah bisa berwirausaha, baik yang menempuh pendidikan maupun tidak. Sekarang ini banyak anak muda yang tertarik untuk masuk ke dalam dunia bisnis. Banyak anak muda yang belomba-lomba untuk menjadi seorang pebisnis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7958","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7958\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}