{"id":7901,"date":"2023-12-01T18:57:41","date_gmt":"2023-12-01T10:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=7901"},"modified":"2023-12-01T18:57:41","modified_gmt":"2023-12-01T10:57:41","slug":"sekolah-efektif-dalam-konteks-manajemen-berbasis-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sekolah-efektif-dalam-konteks-manajemen-berbasis-sekolah\/7901\/","title":{"rendered":"Sekolah Efektif Dalam Konteks Manajemen Berbasis Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sekolah menjadi hal penting sebab peran utamanya adalah menyediakan proses pendidikan dan pembelajaran yang terstruktur. Hasil dan tujuan utamanya tidak lain adalah mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, sehat, cakap dan menjadi warga negara yang baik, serta bertanggung jawab dan demokratis. Jika suatu sekolah bisa mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan, maka sekolah telah dianggap efektif. Oleh karena itu, pentingnya peran dan strategi kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah yang efektif.<\/p>\n<p>Sekolah dengan sistem pengelolaan yang efektif, akuntabel, transparan dan memiliki kemampuan untuk bertanggungjawab dalam setiap bagian penting di sekolah, baik internal maupun eksternal mengenai rencana pencapaian visi dan misi serta tujuan atau hasil secara efektif sekaligus efisien merupakan pengertian dari sekolah efektif. Beberapa faktor yang bisa mewujudkan sekolah efektif antara lain, yaitu lingkungan strategis, harapan, iklim sekolah dan peran pemerintah. Maka dengan memperhatikan dan mengintegrasikan faktor-faktor tersebut, sekolah akan mampu mencapai stabilitas pegawai, iklim organisasi yang baik, dan juga efektivitas dalam mencapai tujuan pendidikan. Dukungan dari semua pihak baik itu pemerintah dan orang tua akan memberikan landasan yang kokoh dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Mengutip dari Edmons dalam Riyatuljanah (2020: 60) yang menyatakan bahwa terdapat lima karakteristik sekolah efektif, yaitu diantaranya kekuasaan atau kehendak kepala sekolah terhadap kualitas dalam pengajaran, pengetahuan yang mendalam mengenai Pendidikan, lingkungan yang tentram dan teratur atas berjalannya proses pengajaran dan pembelajaran, impian seluruh peserta didik yang cikal bakal menginterprestasikan seluruh ilmu pengetahuan, dan asesmen peserta didik yang didasarkan pada hasil evaluasi belajar peserta didik. Jika mengimplementasikan ke-5 karakteristik tersebut, sekolah akan mampu mencapai tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik. Secara holistik, pemenuhan aspek-aspek ini bisa membentuk lingkungan belajar yang optimal serta dapat mendukung perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, peran dan strategi kepala sekolah menjadi salah satu komponen paling penting dalam mewujudkannya.<\/p>\n<p><strong>Peran Dan Strategi Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah Efektif<\/strong><br \/>\nPeran kepala sekolah menurut pandangan Mulyasa dalam Ridho (2019: 122), menyatakan bahwa paradigma baru dalam manajemen pendidikan, yakni kepala sekolah harus mampu memiliki fungsi sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan juga motivator (EMASLIM). Dengan menjalankan ke-7 peran secara seimbang, seorang kepala sekolah akan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan dan pengembangan sekolahnya menuju kondisi yang lebih baik. Sekolah yang efektif tentu memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang dapat mengarahkan dan memotivasi warga sekolah serta seluruh pemangku kepentingan seperti guru, pegawai, siswa, orang tua dan masyarakat mau bekerja sama untuk mencapai tujuan sekolah yang diharapkan. Kepemimpinan yang efektif oleh kepala sekolah harus menerapkan strategi kepemimpinan yang tepat berdasarkan konteks yang ditemuinya, terutama karakteristik dan kompetensi bawahannya.<\/p>\n<p>Menurut Sergionvani dalam Andrian (2015:57), terdapat empat strategi utama kepemimpinan yang masing-masing dianggap efektif dalam konteks tertentu, antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Barter, yaitu kepala sekolah dan guru sepakat bahwa pemimpin memberikan apa yang diinginkan oleh orang yang dipimpinnya sebagai imbalan atau imbalan atas apa yang diinginkan pemimpin. Gaya kepemimpinan ini lebih fokus pada \u201ctrading\u201d keinginan dan kebutuhan akan kerja sama dan ketaatan.<\/p>\n<p>\u2022 Building, khususnya kepala sekolah menciptakan lingkungan interpersonal yang baik dan mendukung untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memenuhi kebutuhan berprestasi, tanggung jawab, kompetensi dan harga diri.<\/p>\n<p>\u2022 Binding, kepala sekolah dan guru mengembangkan nilai-nilai bersama tentang hubungan dan koneksi yang mereka berdua inginkan agar bersama-sama mereka dapat menjadi komunitas pembelajar dan pemimpin.<\/p>\n<p>\u2022 Bonding, kepala sekolah dan staf terjalin dalam hubungan dan komitmen untuk menjadikan pengembangan kelembagaan sekolah sebagai bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari. Gaya kepemimpinan ini menekankan hubungan yang saling memperhatikan dan bergantung pada hasil yang dicapai dari pemenuhan kewajiban dan komitmen bersama.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya, pemimpin perlu memahami konteks spesifik organisasi atau lingkungan kerja untuk memilih strategi kepemimpinan yang paling sesuai. Tidak ada satu strategi yang mutlak efektif karena keberhasilan kepemimpinan bergantung pada dinamika unik setiap situasi. Oleh karena itu, pemimpin yang efektif adalah mereka yang dapat mengadopsi dan menggabungkan berbagai strategi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh organisasi atau tim yang dipimpinnya. Hal ini tentu tidak lepas dari kriteria dan implementasi sekolah efektif itu sendiri.<\/p>\n<p><strong>Kriteria dan Implementasi Sekolah Efektif<\/strong><br \/>\nSekolah efektif yakni sekolah yang mampu memberikan pelayanan maksimal kepada peserta didik dan membina hubungan baik dengan masyaraka juga dapat mencapai tujuannya dan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui inovasi. Beberapa kriteria sekolah efektif yang dapat dijadikan tolok ukur, yaitu memiliki standar prestasi yang tinggi, memiliki standar disiplin yang berlaku, kepala sekolah memiliki program yang inservice, siswa memiliki tanggung jawab yang diakui secara umum, dan orientasi akademik pada program. Adapun implementasi sekolah yang efektif bisa diukur kinerjanya sesuai dengan beberapa indicator yang ada, antara lain :<\/p>\n<p>\u2022 Layanan belajar siswa. Kegiatan pembelajaran di sekolah terbilang berjalan dengan baik dan lancer itu bisa dilihat dari kegiatan para guru yang sudah terprogram dengan baik dalam kegiatan intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.<\/p>\n<p>\u2022 Sarana dan prasarana sekolah. Terkait sarana dan prasarana sekolah, sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang optimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran serta mengembangkan bakat dan minat siswa.<\/p>\n<p>\u2022 Program dan keuangan. Dari segi program dan keuangan, program kegiatan sekolah dilaksanakan dengan mengerahkan peran serta seluruh komponen sekolah yang ada. Selain itu, anggaran sekolah untuk semua program yang diidentifikasi secara umum.<\/p>\n<p>\u2022 Partisipasi masyarakat. Hal ini terkait dengan keterlibatan masyarakat dan budaya sekolah.<br \/>\nJadi, sekolah yang efektif dapat diidentifikasi melalui kepemimpinan kepala sekolah, hasil akademik yang baik, keterlibatan peserta didik, kualitas pengajaran, lingkungan belajar yang positif, dukungan orang tua, pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan mempersiapkan siswa untuk kehidupan nyata. Dari penilaian secara menyeluruh terhadap aspek-aspek tersebut akan memberikan gambaran mengenai keefektivitas suatu sekolah.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAisyah, M. N. (2022). A EFFECTIVE SCHOOLING IN THE CONTEXT OF SCHOOL-BASED MANAGEMENT IN SDIT ANDALUSIA PAREPARE: SEKOLAH EFEKTIF DALAM KONTEKS MBS DI SDIT ANDALUSIA PAREPARE. Al-Ishlah Jurnal Pendidikan, 2(1), 4-5.<br \/>\nAndriani, D. E. (2015). Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Upaya Mewujudkan Sekolah Efektif. Jurnal Manajemen Pendidikan UNY, 112096.<br \/>\nFadhli, M. (2016). Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam menciptakan sekolah efektif. Jurnal Tarbiyah, 23(1).<br \/>\nGaol, N. T. L., &amp; Nababan, M. L. (2022). UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH EFEKTIF DI ABAD KE-21. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 7(4), 430-440.<br \/>\nPenulis :<br \/>\n1. Amanda Sabrina Zahra Putri<br \/>\n2. Asfiyatu Dzambiyah<br \/>\n3. Faqih Firmansyah<br \/>\n4. Lukman Nulhakim<br \/>\n5. Firdaus<br \/>\nPendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa<br \/>\nEmail : 45f1carat@gmail.com<br \/>\nNomor kontak \/ WA : 085216865615<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Sekolah menjadi hal penting sebab peran utamanya adalah menyediakan proses pendidikan dan pembelajaran yang terstruktur. Hasil dan tujuan utamanya tidak lain adalah mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, sehat, cakap dan menjadi warga negara yang baik, serta bertanggung jawab dan demokratis. Jika suatu sekolah bisa mencapai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7902,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7901"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7901\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}