{"id":6869,"date":"2023-11-04T14:41:44","date_gmt":"2023-11-04T06:41:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6869"},"modified":"2023-11-04T14:41:44","modified_gmt":"2023-11-04T06:41:44","slug":"pentingnya-penerapan-aida-dalam-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pentingnya-penerapan-aida-dalam-marketing\/6869\/","title":{"rendered":"Pentingnya penerapan AIDA dalam marketing"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6870\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8.png\" alt=\"\" width=\"1317\" height=\"799\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8.png 1317w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-300x182.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-1024x621.png 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-768x466.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-150x91.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-696x422.png 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar1-8-1068x648.png 1068w\" sizes=\"(max-width: 1317px) 100vw, 1317px\" \/><\/p>\n<p><strong>Muhammad Miqdad<br \/>\n202110040311417<br \/>\nIlmu Komunikasi<br \/>\nUniversitas Muhammadiyah Malang<\/strong><\/p>\n<p><strong>AIDA <\/strong>adalah sebuah model pemasaran yang dapat dijadikan panduan untuk menjalankan strategi marketing, serta dapat membantu meningkatkan penjualan produk. model ini dapat memberitahu produsen bagaiamana cara seseorang menjadi pembeli, bahkan pelangggan setia. <strong>AIDA<\/strong> adalah akronim dari <em><strong>Awareness<\/strong><\/em>\u00a0(Kesadaran\/Daya Tarik),\u00a0<em><strong>Interest<\/strong><\/em><strong>\u00a0<\/strong>(Minat),\u00a0<em><strong>Desire<\/strong><\/em>\u00a0(Keinginan), dan<em>\u00a0<strong>Action<\/strong><\/em>\u00a0(Aksi). Dari setiap akronim itu memiliki peran penting dalam membentuk seseorang audiens menjadi komsumen<\/p>\n<p>Model <strong>AIDA<\/strong> pertama kali diperkenalkan oleh Elias St. Elmo Lewis, seorang pelopor dalam dunia periklanan dan penjualan asal Amerika pada tahun 1899. Kemudian pada tahun 1909, konsep <strong>AIDA<\/strong> semakin berkembang, seperti bagaimana cara agar dapat menarik perhatian, menumbuhkan keinganan, meyakinkan, dan akhirnya menghasilkan tindakan atau aksi dari pelanggan (membeli).<\/p>\n<p>Mari kita bahas satu persatu kepanjangan dari <strong>AIDA<\/strong> itu sendiri.<\/p>\n<ol>\n<li><em><strong>Awareness<\/strong><\/em>(Kesadaran\/Daya Tarik<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Adalah kesadaran yang dimiliki oleh konsumen dalam suatu brand. Termasuk sejauh mana konsumen mengenal atau mengingat brand tersebut, ntah itu dari namanya, iconnya, produknya, dll. Cara untuk membangun awareness adalah dengan<\/em> menciptakan konten yang informatif dan menarik, seperti mengikuti konten konten yang sedang trend. Yang terpenting adalah memastikan bahwa pesan yang disampaikan ini relevan dengan konsumen.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em><strong>Interest<\/strong><\/em>(Minat)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Adalah ketertarikan dalam suatu brand terhadap apa yang ia telah tewarkan. Tahap interest ini tidak bisa dilakukan apabila belum melewati tahapan awareness. Cara meningkatkan interest adalah dengan cara <\/em>memberikan konten yang lebih mendalam dan meyakinkan, seperti membuat konten tentang ulasan \u2013 ulasan positif dari konsumen<em>.<\/em><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em><strong>Desire<\/strong><\/em>(Keinginan)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Setelah melewati tahapan awareness dan interest, masuklah tahapan desire yang mana sebuah brand harus memberikan kepercayaan atau keyakinan. Ntah itu dari pengiriman produk, kualitas produk, bahkan sampai proses pembelian yang mudah dan trasparan. Maka dari itu konsumen akan mulai sedikit demi sedikit percaya terhadap brand, karena apa yang brand itu tawarkan sesuai dengan apa yang di bayangkan konsumen. Dari kepercayaan itulah muncul rasa suka dan dari rasa suka itulah muncul rasa ingin.<\/em><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><em><strong>Action<\/strong><\/em>(Aksi)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Tahap terakhir yang artinya disinilah konsumen memutuskan apakah mereka bener \u2013 bener membeli produk tersebut. Disini kita harus memastikan bahwa konsumen mimiliki impresi dan pengalaman <\/em>yang menyenangkan terhadap <em>brand. Selain itu kita juga harus memastikan bahwa produk yang konsumen beli dan sudah konsumen terima sesuai dengan ekspetasi mereka. Dengan demikian konsumen akan memiliki potensi untuk berbelanja kembali dan bisa saja konsumen merekomendasikannya ke orang lain.<\/em><\/p>\n<p>Dengan keempat tahapan tersebut atau yang bisa di sebut dengan <strong>AIDA<\/strong>, kita dapat menjadikannya sebagai salah satu alat pamungkas dalam strategi pemarasan. model <strong>AIDA<\/strong> ini memliki banyak kelebihan seperti, dapat mengatahui potensi kekuatan dan kelemahan dari produk kita sendiri, dapat mengubah audiens menjadi konsumen, dan banyak lainnya. Model <strong>AIDA<\/strong> ini bersifat abadi (tidak ada habisnya).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Miqdad 202110040311417 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang AIDA adalah sebuah model pemasaran yang dapat dijadikan panduan untuk menjalankan strategi marketing, serta dapat membantu meningkatkan penjualan produk. model ini dapat memberitahu produsen bagaiamana cara seseorang menjadi pembeli, bahkan pelangggan setia. AIDA adalah akronim dari Awareness\u00a0(Kesadaran\/Daya Tarik),\u00a0Interest\u00a0(Minat),\u00a0Desire\u00a0(Keinginan), dan\u00a0Action\u00a0(Aksi). Dari setiap akronim itu memiliki peran penting dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6869","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6869"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6869\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}