{"id":6781,"date":"2023-11-03T15:16:53","date_gmt":"2023-11-03T07:16:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6781"},"modified":"2023-11-03T15:16:53","modified_gmt":"2023-11-03T07:16:53","slug":"pemimpin-masa-depan-kualitas-atau-kuantitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pemimpin-masa-depan-kualitas-atau-kuantitas\/6781\/","title":{"rendered":"Pemimpin Masa Depan, Kualitas atau Kuantitas?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6782\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pimpin-5c4d557e43322f5feb6f61f3.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pimpin-5c4d557e43322f5feb6f61f3.jpg 700w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pimpin-5c4d557e43322f5feb6f61f3-300x168.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pimpin-5c4d557e43322f5feb6f61f3-150x84.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pimpin-5c4d557e43322f5feb6f61f3-696x391.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Politik bukanlah hal yang asing bagi kita sebab politik adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Politik selalu menjadi topik yang menarik bagi Masyarakat, karena tanpa sadar politik umurnya jauh lebih tua dari kita. Partai politik merupakan suatu organisasi yang dibentuk kelompok warga negara untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik mereka, serta mempengaruhi kebijakan publik sesuai dengan ideologi dan cita-cita yang mereka anut. Partai politik memiliki peran penting dalam sistem demokrasi, karena partai politik merupakan sarana perwakilan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya dalam pemberian saran, kritik atau tanggapan yang dinilai dapat merubah atau membuat regulasi, sistem, aturan atau perundang-undangan dalam suatu negara.<\/p>\n<p>Pemilihan wakil rakyat Indonesia menggunakan sistem proporsional terbuka, yaitu sistem pemilihan yang memungkinkan pemilih untuk memilih partai politik dan calon anggota legislatif secara langsung. Siapapun yang tergabung dalam partai politik, memiliki hak dan diperkenankan untuk mencalonkan diri sebagai wakil. Namun, harus diperhatikan agar siapapun yang mencalonkan diri, sungguh-sungguh memiliki kemampuan dan kompetensi dalam distrik yang ia tangani nantinya. Pemilihan wakil rakyat Indonesia harus menghasilkan lembaga perwakilan rakyat yang dapat mewujudkan aspirasi dan kepentingan rakyat dengan mengusung pemimpin yang kompeten dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Artis yang menyalonkan diri untuk ikut partai adalah fenomena yang cukup sering terjadi dalam dunia politik Indonesia. Artis yang bergabung dengan partai biasanya diharapkan dapat menarik simpati dan dukungan dari masyarakat, khususnya para penggemar mereka. Di zaman sekarang, banyak orang atau instansi partai yang mencalonkan perwakilan mereka, dengan hanya mengincar popularitas dan dukungan suara dari Masyarakat. Hal ini seringkali membuat para pencalon luput dalam mengembangkan kualitas yang mereka punya. Padahal, faktanya yang masyarakat butuhkan adalah perwakilan yang memiliki kualitas sehingga dapat mensejahterakan rakyat, bukan hanya perwakilan yang popular saja.<br \/>\nBanyak alasan yang mendorong Artis untuk berpindah haluan ke ranah politik. Di antaranya adalah:<\/p>\n<p>1. Memperluas jaringan dan relasi mereka dengan berbagai pihak lewat jalur politik.<br \/>\n2. Mencoba karier baru yang lebih menantang dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain.<br \/>\n3. Ingin menyalurkan aspirasi dan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial, ekonomi, atau lingkungan yang ada di masyarakat lewat berpolitik.<br \/>\nNamun, berpindah haluan ke ranah politik juga tidak mudah bagi Artis. Mereka harus menghadapi tantangan dan risiko yang besar, seperti:<br \/>\n1. Mengorbankan waktu dan privasi mereka untuk mengurus urusan pemerintahan yang mungkin lebih melelahkan dan kompleks daripada urusan hiburan.<br \/>\n2. Menghadapi kritik dan olokan dari masyarakat atau media yang mungkin tidak setuju dengan sikap atau tindakan mereka di dunia politik.<br \/>\n3. Bersaing dengan politisi lain yang lebih berpengalaman dan berkompeten di bidangnya.<br \/>\n4. Bekerja keras mempelajari ilmu politik dan hukum karena mungkin tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau minat mereka.<\/p>\n<p>Saya sebagai warga negara Indonesia merasa kurang setuju bagi partai politik untuk merekrut massa dari kalangan Artis hanya untuk menambah ketenaran dan citra bagi partai politik itu sendiri. Artis dan politisi adalah profesi yang bertentangan namun ada sedikit kemiripan, sama sama membutuhkan legitimasi dari publik untuk mendapat suara. Saya dapat menghargai Artis yang berpindah haluan ke ranah politik, asalkan mereka melakukannya dengan hati nurani dan tanggung jawab. Oleh karena itu, Artis yang berpindah haluan ke ranah politik harus memiliki niat, motivasi, dan komitmen yang kuat. Mereka juga harus memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang cukup untuk menjalankan tugas-tugas politik mereka, supaya tidak di cap sebagai pemimpin yang hanya menang suara tetapi kalah otak atau tidak memiliki kredibilitas yang mumpuni.<\/p>\n<p>Penulis: <strong>Fanti Juliana Nurwahyuni<\/strong><br \/>\n<strong>Mahasiswi Ilmu Komunikasi (FISIP) Semester 1<\/strong><br \/>\n<strong>Sultan Ageng Tirtayasa<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Politik bukanlah hal yang asing bagi kita sebab politik adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Politik selalu menjadi topik yang menarik bagi Masyarakat, karena tanpa sadar politik umurnya jauh lebih tua dari kita. Partai politik merupakan suatu organisasi yang dibentuk kelompok warga negara untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik mereka, serta mempengaruhi kebijakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6781"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6781\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}